Manajemen New Paragon Bantah Fasilitasi Pesta Waria, Polisi Lakukan Pendalaman
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- print Cetak

Ratusan warga, mahasiswa, dan tokoh masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyegelan tempat hiburan malam New Paragon KTV di Jalan Syarif Kasim, Pekanbaru menyusul viralnya video yang diduga memperlihatkan pesta waria, Senin (2/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru masih melakukan pemeriksaan intensif terkait video viral yang diduga memperlihatkan pesta waria di tempat hiburan malam New Paragon KTV, Jalan Syarif Kasim, Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan terhadap manajemen tempat hiburan, tamu, serta pihak-pihak yang terekam dalam video tersebut.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta SIK MH mengatakan, pihaknya tengah mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan peristiwa itu. Menurutnya, proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.
“Untuk pemeriksaan di Polresta, saat ini kami masih melakukan pendalaman semua informasi, termasuk orang-orang yang berada di lokasi pada malam kejadian yang disebut sebagai kontes kecantikan waria. Manajemen Paragon juga sedang kami periksa,” ujar Muharman Arta.
Kapolresta menegaskan, hasil pemeriksaan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apabila ditemukan adanya unsur pidana, pihak kepolisian memastikan akan mengambil langkah hukum tegas.
“Nanti hasilnya pasti kami laksanakan sesuai ketentuan. Apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, pihak manajemen New Paragon KTV membantah telah memfasilitasi atau mengizinkan adanya aktivitas pesta waria sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial. Manajemen menyebut kegiatan tersebut murni dilakukan oleh tamu.
Perwakilan manajemen New Paragon, Hapiz, mengatakan tamu yang berada dalam video tersebut datang sebagai pengunjung biasa dan membayar sesuai ketentuan. Ia menegaskan, tidak ada perlakuan khusus maupun fasilitas yang diberikan oleh pihak manajemen.
“Itu memang unsur tamu. Pembukuan pembayarannya ada, ada pembayarannya. Mereka masuk sekitar pukul 00.00 WIB, masuknya tidak bergerombolan, tapi dua-dua,” kata Hapiz.
Menurut Hapiz, manajemen tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan di dalam room karena bersifat privat. Ia menyebut pihaknya baru mengetahui adanya kegaduhan setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
“Kami tidak tahu apa kegiatan mereka di dalam room, karena di dalam itu bersifat privasi. Kami baru tahu setelah mereka merekam dan videonya viral,” jelasnya.
Ia menambahkan, tamu-tamu tersebut mengaku sedang merayakan ulang tahun dengan dress code tertentu. Aktivitas yang terekam dalam video, menurutnya, hanya menyorot para tamu yang hadir dalam perayaan tersebut.
“Mereka mengaku sedang merayakan ulang tahun dengan dress code kostum terbaik. Jadi yang terlihat di video itu hanya mereka saja,” ujarnya.
Meski demikian, Hapiz mengakui pihak manajemen akan melakukan evaluasi internal dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Manajemen berjanji akan lebih selektif dalam pengawasan terhadap tamu ke depan.
Sebelumnya, tempat hiburan malam New Paragon KTV telah digembok pada Senin (2/2/2026) malam setelah ratusan warga, mahasiswa, dan tokoh masyarakat menggelar aksi unjuk rasa. Massa menuntut penutupan New Paragon menyusul viralnya video dugaan pesta waria yang dinilai meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru.(red/isa)
- Penulis: Redaksi







