Bupati Rohil Copot 4 Pejabat PT SPRH, Plt Dirut: Ini Perampokan, Bukan Korupsi Lagi
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROKAN HILIR, KABARVIRAL – Bupati Rohil H. Bistamam copot empat pejabat PT SPRH secara tidak hormat. Plt Dirut Rahmad Hidayat sebut kasus yang terjadi bukan lagi korupsi, tapi perampokan besar-besaran.
Empat pejabat di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (PT SPRH) resmi dicopot secara tidak hormat oleh Bupati Rokan Hilir H. Bistamam selaku pemegang saham tunggal perusahaan daerah tersebut.
Pemberhentian itu dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahap III yang digelar di ruang rapat lantai 8 Kantor Bupati Rohil, Senin (30/6/2025).
Empat pejabat yang diberhentikan adalah Direktur Utama Rahman, Direktur Keuangan Mahendra Fakhri, serta dua orang Komisaris yakni Rugiantoro dan Agus Salim.
Sebagai pengganti, Bupati H. Bistamam mengangkat Rahmad Hidayat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT SPRH, di samping jabatannya sebagai Direktur Umum. Ia akan didampingi oleh Direktur Pengembangan Zulpakar dan satu orang Komisaris baru, yakni Tiswarni.
Keputusan RUPS-LB III ini berlaku sejak hari ditetapkan dan akta resmi perubahan pengurus akan segera diproses oleh pihak notaris.
Dalam keterangannya, Rahmad Hidayat menyebut perubahan struktur kepengurusan ini dilakukan untuk menertibkan manajemen perusahaan dan menuntaskan persoalan hukum yang sedang membelit PT SPRH.
“Ini juga dalam rangka membuka kasus hukum yang hari ini kita ketahui sedang menimpa SPRH. Ini bukan korupsi lagi pak, namun ini perampokan! Saya tegaskan lagi, ini perampokan, karena angkanya tidak sedikit dan cukup signifikan, yang mestinya dapat digunakan untuk ekspansi bisnis dan membuka lapangan pekerjaan,” tegas Rahmad.
Ia memastikan pihaknya mendukung penuh upaya penegakan hukum yang kini tengah ditangani oleh Kejaksaan.
“Kami tidak tinggal diam, dan semuanya sudah kami buka di Kejagung. Kini kasus sudah dilimpahkan ke Kejati dengan terbitnya surat perintah penyidikan (Sprindik), kami sudah dipanggil sebagai saksi dan siap membongkar semuanya. Untuk pelaku dalam kasus ini, tangan mencincang bahu memikul,” tegasnya lagi.
Kasus yang membelit PT SPRH ini disebut merugikan keuangan daerah dalam jumlah besar. Bupati Bistamam sendiri disebut mengambil langkah tegas demi menyelamatkan aset daerah dan memulihkan kepercayaan publik terhadap BUMD milik Pemkab Rohil tersebut.
Bupati Rohil H. Bistamam copot empat pejabat PT SPRH secara tidak hormat. Plt Dirut Rahmad Hidayat sebut kasus yang terjadi bukan lagi korupsi, tapi perampokan besar-besaran.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






