Selesaikan Tunda Salur 2025, Bupati Rohil Jemput Bola Koordinasi ke Kemenkeu RI
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir komitmen untuk menyelesaikan persoalan tunda salur (delay line) Tahun Anggaran 2025. Bupati Rokan Hilir H. Bistamam tengah jemput bola guna untuk melakukan koordinasi intens dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia ( Kemenkeu RI).
Perihal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiks) Kabupaten Rokan Hilir melalui Sekretaris Dinas, Juliandra,
“Bapak Bupati saat ini berada di Jakarta untuk mengupayakan percepatan penyelesaian tunda salur (delay line) Langkah ini diambil guna untuk memastikan kewajiban Pemerintah Daerah Rokan Hilir khususnya terhadap pihak ketiga serta kebutuhan internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat segera di selesaikan sesegera mungkin” ujar juliandra
Eksistensi Pemerintah Daerah Rokan Hilir sungguh amat nyata dalam kunjungan kerja melakukan koordinasi dengan kementerian keuangan pusat, Bupati H. Bistaman didampingi oleh sejumlah pejabat teknis guna memastikan sinkronisasi data serta membahas persoalan anggaran lebih optimal di tingkat pusat. Pejabat yang turut serta antara lain H. Sarman Syahroni selaku Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Khoirul Fahmi selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Aulia Putra selaku Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Benny Martedi selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Mursal selaku Kepala Diskominfotiks Rohil.
Juliandra menyampaikan dan juga menjelaskan , koordinasi yang di lakuka langsung oleh pemerintah daerah kabupaten Rokan Hilir dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menunjuk komitmen Daerah untuk menyelesaikan persoalan yang saat ini mengalami Tunda salur (delay line) dengan cara jemput bola agar persoalan tunda salur sesegera mungkin bisa di selesaikan,”ujar juliandra.
“Pemerintah daerah kabupaten Rokan Hilir sangat memahami akan kondisi di lapangan. Oleh karena itu, Bapak Bupati H. Bistamam bersama tim teknis turun langsung ke pusat agar persoalan tunda salur (delay line) ini mendapatkan jalan keluarnya dari pemerintah pusat, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun operasional pelayanan publik,” imbuhnya.(fad)
- Penulis: Redaksi







