Ratusan Warga Kepung THM New Paragon Pekanbaru, Tuntut Disegel Usai Viral Dugaan Pesta Waria
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Ratusan warga, mahasiswa, dan tokoh masyarakat menggelar aksi unjuk rasa menuntut penyegelan tempat hiburan malam New Paragon KTV di Jalan Syarif Kasim, Pekanbaru menyusul viralnya video yang diduga memperlihatkan pesta waria, Senin (2/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Ratusan warga Kota Pekanbaru dari berbagai unsur menggelar aksi unjuk rasa di depan tempat hiburan malam (THM) New Paragon yang berlokasi di Jalan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Senin (2/2/2026) sore. Massa menuntut agar kelab malam tersebut segera disegel menyusul beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan pesta waria di dalam lokasi hiburan tersebut.
Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, hingga sejumlah mantan pejabat daerah. Terlihat hadir dalam barisan massa mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Azlaini Agus, mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati, serta puluhan mahasiswa yang mengenakan jaket almamater Universitas Riau.
Dalam orasinya, Edy Natar Nasution menilai dugaan aktivitas yang terjadi di dalam New Paragon telah mencoreng citra Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau yang dikenal menjunjung tinggi nilai agama, adat, dan norma kesusilaan.
“Ini jelas mencederai wajah Pekanbaru sebagai kota Melayu yang agamis. Pemerintah tidak boleh diam,” tegas Edy Natar di hadapan massa aksi.
Senada dengan itu, Azlaini Agus secara tegas mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera menyegel THM tersebut tanpa penundaan. Ia meminta agar aktivitas di New Paragon dihentikan mulai malam itu juga.
“Kami meminta tempat ini segera disegel, sekarang juga,” ujar Azlaini yang disambut teriakan massa.
Tuntutan massa aksi diarahkan langsung kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Hutasuhut, serta Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso, yang hadir di lokasi aksi. Namun, pernyataan Ingot yang menyebutkan bahwa aspirasi warga akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dinilai terlalu normatif oleh massa.
“Aspirasi ini kami terima dengan baik dan akan menjadi agenda prioritas pemerintah ke depan. Kami akan bertindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” kata Ingot.
Pernyataan tersebut memicu kekecewaan massa. Mereka tetap bersikukuh meminta penyegelan dilakukan saat itu juga. Mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati bahkan menyatakan massa tidak akan membubarkan diri sebelum ada keputusan resmi penutupan sementara New Paragon.
“Kami siap bermalam di sini sampai ada penyegelan resmi,” ujar Ade yang langsung disambut sorak-sorai massa.
Situasi sempat memanas ketika pihak manajemen New Paragon diberi kesempatan untuk berbicara. Namun, baru mengucapkan salam, perwakilan manajemen langsung disela oleh teriakan massa aksi.
Sekdako Pekanbaru kemudian memastikan bahwa New Paragon tidak akan beroperasi. Meski demikian, massa tetap belum puas dan mendesak Ingot untuk menghubungi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang disebut sedang berada di luar kota.
Pengamanan ketat dilakukan aparat kepolisian dan Satpol PP selama aksi berlangsung. Puluhan personel disiagakan di luar dan di halaman New Paragon. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Syarif Kasim sempat lumpuh dan dialihkan oleh petugas sejak sore hari.
Keseriusan massa terlihat ketika sejumlah peserta aksi menggelar Salat Magrib di badan jalan sebagai bentuk protes. Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 19.00 WIB, massa aksi masih bertahan di lokasi sambil menunggu keputusan penyegelan atau pernyataan langsung dari Wali Kota Pekanbaru.***
Sumber: riaupos.co
- Penulis: Redaksi







