Lonjakan Kasus ‘Super Flu’ di AS Mengkhawatirkan, Ribuan Orang Meninggal Dunia
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Kasus super flu Influenza A subclade K melonjak di Amerika Serikat. CDC mencatat 7,5 juta terinfeksi, 81 ribu dirawat, dan lebih dari 3.100 orang meninggal dunia.
Lonjakan kasus influenza di Amerika Serikat kian mengkhawatirkan seiring merebaknya varian baru yang dijuluki ‘super flu’, yakni Influenza A subclade K. Meski musim flu baru dimulai, eskalasi kasus terjadi sangat cepat dan memicu ribuan kematian.
Data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan, hingga 20 Desember, sedikitnya 7,5 juta orang di AS telah terinfeksi influenza. Dari jumlah tersebut, sekitar 81 ribu pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Tak hanya itu, lebih dari 3.100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat flu musim ini. Korban meninggal juga mencakup anak-anak, dengan sedikitnya delapan anak dilaporkan wafat.
Sejumlah negara bagian kini mencatat tingkat penyebaran influenza yang sangat tinggi. Wilayah dengan prevalensi tertinggi antara lain Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina.
CDC juga melaporkan seluruh indikator pemantauan utama menunjukkan tren peningkatan signifikan, mulai dari hasil pemeriksaan laboratorium, kunjungan rawat jalan, angka rawat inap, hingga kematian akibat influenza.
Dalam satu pekan terakhir, lonjakan kasus rawat inap terjadi sangat tajam. Lebih dari 19 ribu pasien dirawat di rumah sakit akibat influenza, hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sekitar 9.900 pasien.
“Musim flu sebenarnya baru dimulai, tetapi peningkatan kasusnya terjadi sangat cepat,” ujar Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Dr. Michael Osterholm.
Menurut Osterholm, laju penyebaran yang agresif membuat dampak musim flu tahun ini sulit diprediksi dan berpotensi lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Lonjakan kasus ini didorong oleh dominasi virus Influenza A (H3N2) dengan varian baru subclade K, yang sebelumnya juga memicu lonjakan kasus di sejumlah negara. Varian ini kemudian dijuluki ‘super flu’ karena daya sebar dan dampaknya yang signifikan.
Osterholm menjelaskan, varian subclade K cukup berbeda dari strain influenza sebelumnya sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang telah terbentuk pada sebagian masyarakat.
Meski varian subclade K belum masuk dalam komposisi vaksin flu musim ini, CDC menyatakan vaksin yang tersedia masih mampu melawan strain serupa dan dinilai efektif dalam menurunkan risiko sakit berat serta kematian.
Namun, tantangan lain muncul dari menurunnya tingkat vaksinasi di Amerika Serikat. Hingga akhir November, baru sekitar 17 persen anak-anak dan 23 persen orang dewasa yang telah menerima vaksin flu musiman.
Jumlah distribusi vaksin flu tahun ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
CDC kembali mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, mengingat aktivitas influenza diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
“Belum terlambat untuk mendapatkan vaksin flu,” tegas Osterholm.
Ia menekankan bahwa vaksin memang tidak sepenuhnya mencegah infeksi, namun sangat efektif dalam menurunkan risiko sakit parah dan kematian.
Dengan eskalasi kasus yang cepat serta cakupan vaksinasi yang menurun, para pakar kesehatan menilai musim flu tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang paling menantang dalam beberapa tahun terakhir.***
Sumber: detik.com
- Penulis: Redaksi






