Produksi Kelapa Anjlok, Gubernur Riau Minta PT Sambu Tetap Beroperasi Meski Terjadi PHK
- calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, KABARVIRAL – Gubernur Riau Abdul Wahid akhirnya angkat bicara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Sambu Grup, perusahaan pengolahan kelapa terbesar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Ditemui usai rapat bersama jajaran dinas, Wahid menjelaskan bahwa PHK ini terjadi akibat penurunan drastis produksi kelapa di Inhil, yang selama ini dikenal sebagai sentra kelapa nasional.
“PHK di PT Sambu di Inhil, saya lihat memang ada penurunan jumlah produksi. Karena memang rata-rata ada trek,” ujar Wahid kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).
Trek yang dimaksud Wahid adalah masa ketika pohon kelapa tidak berbuah. Tahun ini, masa trek tersebut terjadi secara parah di wilayah Inhil. Produksi kelapa turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Biasanya dalam satu hektare itu bisa dapat sekitar 10.000 butir, sekarang tinggal 5.000, bahkan bisa di bawah itu,” terangnya.
El Nino dan Intrusi Air Laut
Penurunan produksi ini tak hanya disebabkan oleh faktor alami, namun juga diperburuk oleh fenomena cuaca ekstrem El Nino. Tak hanya itu, banyaknya tanaman kelapa yang telah berusia tua serta kerusakan lahan akibat intrusi air laut turut memperparah keadaan.
“Cuaca ekstrem membuat tanaman tambah stres, belum lagi intrusi air laut yang merusak lahan,” jelas Wahid.
Lebih jauh, ia menyoroti metode pertanian yang masih tradisional di kalangan petani kelapa. Menurutnya, kurangnya adaptasi terhadap perubahan iklim turut menyulitkan peningkatan produksi.
“Masyarakat juga masih tradisional, perlu ada peremajaan kelapa yang sudah tua,” tegasnya.
Siapkan Program Peremajaan
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan dan instansi terkait lainnya. Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah peremajaan tanaman kelapa.
“Saya sudah bicara dengan Dinas Perkebunan dan dinas terkait, saya minta ada penanggulangan. Kita tidak bisa biarkan petani dan pekerja terkena dampaknya terus menerus,” ujarnya.
Minta PT Sambu Tetap Beroperasi
Di tengah kondisi sulit ini, Gubernur Wahid juga meminta PT Sambu Grup untuk tetap menjalankan operasional perusahaan. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan roda ekonomi daerah.
“Saya minta kepada PT Sambu untuk tetap beroperasi supaya tidak ada pemutusan kerja. Ini penting untuk menjaga ekonomi lokal tetap hidup,” pungkasnya.
Diketahui, PT Sambu Grup merupakan salah satu penggerak utama perekonomian di Inhil, dengan menyerap ribuan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara industri dan pertanian kelapa yang menjadi andalan daerah tersebut.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






