Kapal Dihantam Gelombang Besar di Perairan Kuala Kampar, Satu Orang Tewas
- calendar_month Senin, 9 Sep 2024
- print Cetak

Jenazah Nasrul Cahya, korban meninggal dunia dalam kejadian kecelakaan laut diserahkan kepada pihak keluarga, Sabtu (7/9).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Pelalawan – Tragedi kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Tanjung Selukup, Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan pada Sabtu (07/09/2024). Sebuah kapal bermuatan 2 ton beras tenggelam dihantam gelombang besar, mengakibatkan satu korban jiwa. Korban yang meninggal dunia adalah Nasrul Cahaya (27), warga Desa Teluk Bakau.
Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri, S.I.K melalui Kapolsek Kuala Kampar AKP Rhino Handoyo, S.H mengungkapkan bahwa kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Parit Panjang, Desa Teluk Bakau, pada pukul 13.00 WIB dengan tujuan Desa Labuhan Bilik, Kecamatan Teluk Meranti. Nasrul Cahaya menjadi nakhoda kapal, dengan empat Anak Buah Kapal (ABK) lainnya, yakni Arman (42), Irfan Ilham (13), Fajar Hidayat (16), dan Putra Darman (18), yang semuanya warga Desa Teluk Bakau.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kapal mengalami musibah ketika dihantam gelombang besar di tengah perjalanan. Muatan kapal, berupa beras seberat 2 ton, ikut tenggelam bersama kapal. Saksi mata, Usman, melihat korban melambaikan tangan meminta pertolongan. Usman segera memberikan bantuan dengan melemparkan tali dan mengevakuasi para korban.
Namun, rekan-rekan korban kemudian menyadari bahwa Nasrul Cahaya tidak terlihat lagi. Tak lama setelah itu, Nasrul ditemukan telah meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya dievakuasi menggunakan kapal milik Usman menuju pelabuhan Kecamatan Kuala Kampar dan langsung dibawa ke Puskesmas Kuala Kampar untuk dilakukan visum.
Jenazah Nasrul Cahaya diserahkan kepada pihak keluarga sekitar pukul 18.00 WIB untuk dibawa ke rumah duka di Desa Teluk Bakau menggunakan ambulans Puskesmas Kuala Kampar.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






