Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Manajemen PT ESM Bungkam Soal Dugaan Limbah, Begini Tanggapan DLH

Manajemen PT ESM Bungkam Soal Dugaan Limbah, Begini Tanggapan DLH

  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Kabarviral, Dumai – Dugaan pencemaran air limbah oleh PT Energi Sejahtera Mas (PT ESM) di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, terus menjadi sorotan publik. Namun, saat dikonfirmasi terkait video yang menunjukkan air limbah berwarna hitam dan putih di sekitar area perusahaan, pihak manajemen PT ESM terkesan enggan memberikan penjelasan yang jelas.

Salah satu pihak manajemen PT ESM, Arief Setiono, saat dikonfirmasi terkait video tersebut malah menyarankan agar bertanya langsung ke Pemerintah Kota Dumai untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

“Kalau mengenai limbah, silahkan bertanya ke Dinas LH Kota Dumai,” jawab Arief, dikutip dari SekilasRiau, Jumat (20/9/2024). Ketika diminta tanggapan lebih lanjut dari perusahaan mengenai masalah ini, Arief hanya menambahkan, “Tanya yang ada di Dumai. Saya sekarang di Jakarta.”

Upaya konfirmasi terus dilakukan wartawan termasuk menghubungi manajemen PT ESM lainnya, Dian Purnama Ayu, namun belum berhasil mendapatkan respon.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai melalui Kabid Pencemaran Lingkungan, Fera, mengakui bahwa PT ESM memang memiliki izin resmi. Fera juga memastikan bahwa perusahaan tersebut rutin membuat laporan mengenai pengelolaan lingkungan.

Meski begitu, Fera meminta agar video yang menampilkan dugaan air limbah berwarna hitam itu segera dikirimkan ke pihaknya untuk ditindaklanjuti. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT ESM terkait tuduhan pencemaran yang dilontarkan oleh warga sekitar.

Warga Sungai Sembilan dan berbagai organisasi peduli lingkungan mendesak pemerintah dan perusahaan untuk segera menyelesaikan dugaan pencemaran ini, mengingat dampaknya yang sudah mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, diresahkan oleh dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Energi Sejahtera Mas (PT ESM). Limbah yang diduga berasal dari perusahaan tersebut kini menjadi sorotan, setelah dua video yang menampilkan kondisi air tercemar viral di masyarakat.

Video pertama berdurasi 37 detik, yang diambil pada 7 September 2024, memperlihatkan air berwarna hitam pekat di sebuah selokan di area perusahaan. Sedangkan video kedua berdurasi 1 menit 19 detik, diambil pada 27 Agustus 2024, menunjukkan air berwarna putih susu. Kedua video ini semakin memperkuat dugaan bahwa limbah tersebut mencemari lingkungan sekitar.

Ketua DPC Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kecamatan Sungai Sembilan, Darwin, membenarkan bahwa kedua video tersebut diambil dari area PT ESM, yang merupakan anak perusahaan Sinarmas CEPSA. Berdasarkan titik koordinat yang tertera, Pekat IB meyakini bahwa limbah tersebut berasal dari perusahaan tersebut.

“Sesuai dengan titik koordinat yang kami dapatkan, video itu memang diambil dari dalam perusahaan. Kami juga sudah mengumpulkan sampel air yang diduga limbah untuk dicek di laboratorium,” ujar Darwin.

Darwin juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera melaporkan temuan ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pekat IB mendesak agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk menangani dugaan pencemaran ini.

“Kami berharap perusahaan dan instansi terkait segera menindaklanjuti masalah ini. Sudah banyak warga yang mengeluh karena ikan yang ditangkap nelayan di sekitar area perusahaan berbau tengik dan tidak layak konsumsi,” tegas Darwin.

Sejumlah warga setempat, khususnya para nelayan, mengaku sudah tidak bisa lagi mengonsumsi ikan hasil tangkapan di sekitar perairan dekat PT ESM. Ikan seperti belukang, sembilang, dan duri yang biasa menjadi sumber penghasilan warga kini berbau busuk dan tidak dapat dimakan.

“Tak bisa lagi makan ikan dari sana, baunya sangat tak enak, apalagi ikan belukang dan sembilang,” keluh salah satu warga.

Pekat IB Kecamatan Sungai Sembilan berharap, dengan adanya langkah hukum dan uji laboratorium, bisa ditemukan penyebab pasti pencemaran tersebut, sehingga masalah ini dapat segera ditangani demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Rohil M. Hotib Tinjau Lokasi Banjir di Bagansiapiapi

    Legislator Rohil M. Hotib Tinjau Lokasi Banjir di Bagansiapiapi

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Bagansiapiapi – Muhammad Hotib, Anggota DPRD Rohil Fraksi Partai Golkar yang baru dilantik meninjau langsung beberapa titik lokasi banjir di Bagansiapiapi. Dalam kunjungannya, Hotib juga memeriksa alat berat yang telah diturunkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil untuk menormalisasi seluruh kanal di Bagansiapiapi. “Hari ini, kita memeriksa seluruh pekerjaan alat berat yang tengah berkerja […]

  • Apical Dumai Berdayakan Petani Lubuk Gaung, Omzet Budi Daya Kambing Capai Rp 475 Juta

    Apical Dumai Berdayakan Petani Lubuk Gaung, Omzet Budi Daya Kambing Capai Rp 475 Juta

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • 0Komentar

    Kabarviral, Dumai – Apical, sebagai salah satu pengolah minyak nabati terkemuka, melalui unit bisnisnya di Dumai, menyediakan program pelatihan budi daya kambing, ayam kampung, serta penyusunan rencana bisnis kepada dua (2) kelompok tani yang berada di rukun tetangga (RT) 5, 6, dan 7, Kelurahan Lubuk Gaung, Sungai Sembilan, Dumai, yakni Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan […]

  • Besok, PWI Dumai dan Unidum Gelar Seminar Jurnalistik dan Donor Darah

    Besok, PWI Dumai dan Unidum Gelar Seminar Jurnalistik dan Donor Darah

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    DUMAI (KABARVIRAL.CO) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai bekerja sama dengan Universitas Dumai (Unidum) akan menggelar Seminar Jurnalistik Mahasiswa pada Selasa (12/5/2026) di Lantai III Kampus Unidum Jalan Soekarno- Hatta, Kota Dumai. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara PWI Dumai dan Unidum dalam upaya membangkitkan minat menulis serta meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dunia jurnalistik […]

  • Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

    Dari Pagar Kantin ke Menara Bor, Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas lewat Vokasi PHR

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • 0Komentar

    DURI (KABARVIRAL.CO) — Bagi Chandra Setiawan, debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran bukanlah pemandangan asing. Selama bertahun-tahun, pemuda asal Balam Km 15, Kabupaten Rokan Hilir ini, menghabiskan hari-harinya berjualan bersama ibunya. Chandra menjajakan makanan dari satu lokasi proyek rig ke lokasi lainnya demi menyambung hidup. Berawal dari menata dagangan di luar pagar area kerja […]

  • 491 Hotspot Terdeteksi di Riau, Terbanyak di Pelalawan

    491 Hotspot Terdeteksi di Riau, Terbanyak di Pelalawan

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • 0Komentar

    PEKANBARU (KABARVIRAL.CO) – Jumlah hotspot di Riau melonjak menjadi 491 titik pada Senin (24/8/2026). Pelalawan dan Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak. Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat 491 hotspot terdeteksi di Riau hingga Senin (24/8/2026). Angka tersebut meningkat […]

  • Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

    Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    DUMAI (KABARVIRAL.CO)– Apical melalui PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) memanfaatkan bungkil inti sawit atau palm kernel expeller (PKE), produk samping dari proses pengolahan inti kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak karena kandungan nutrisi dan seratnya. Melalui program pendampingan usaha peternakan, PKE diberikan sebagai pakan tambahan bagi kelompok peternak kambing binaan yang […]

expand_less