Nasi Kotak Ayam Tepung Berujung Petaka! Ratusan Orang Dirawat Akibat Keracunan
- calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
- print Cetak

ilustrasi ayam goreng tepung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Keracunan massal melanda Desa Sindangkerta, Bandung Barat, dengan 118 orang dirawat akibat mengonsumsi nasi kotak berisi ayam tepung. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat tengah menyelidiki insiden ini.
KERACUNAN massal melanda Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berawal dari gejala keracunan yang dialami beberapa siswa SD Negeri Gandasari, Kampung Bojongmareme. Pada Selasa (25/6/2024) pagi, beberapa siswa mulai merasakan gejala keracunan, yang kemudian menyebar ke ratusan orang lainnya di desa tersebut.
Hingga Rabu pukul 07.00 WIB, jumlah korban keracunan meningkat menjadi 118 orang. Mereka kini dirawat di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. Rinciannya, 99 orang ditangani di Puskesmas Sindangkerta dan 19 lainnya dirawat di klinik. Sebanyak 16 orang di antaranya dirujuk ke RSUD Cililin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Bandung Barat, Rustiyana, mengungkapkan bahwa sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini adalah nasi kotak dengan menu nasi ayam tepung yang diberikan pihak sekolah dalam acara upacara kenaikan kelas atau samen pada hari Senin.
“Jadi kebetulan hari Senin itu upacara kenaikan kelas atau samen. Nah mereka dikasih nasi kotak, tapi kan ada yang dibawa pulang jadi dimakan anggota keluarga yang lain,” jelas Rustiyana, dikutip dari detikjabar, Rabu (26/6/2024).
Berdasarkan pendataan pihak sekolah, total siswa SDN Gandasari yang mengalami keracunan sebanyak 66 orang, terdiri dari siswa kelas 1 sampai kelas 6. “Kalau yang siswa itu hanya 66 orang, sisanya itu keluarga siswa. Kita sudah instruksikan kepala sekolah untuk terus memantau di puskesmas supaya kalau ada yang datang lagi langsung difasilitasi,” kata Rustiyana.
Meskipun mayoritas korban sudah diizinkan pulang, kondisi mereka tetap dipantau secara intensif. Hingga pagi ini, 16 orang masih dirawat di RSUD Cililin, beberapa di antaranya adalah siswa.
Usut Penyebab Keracunan
Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat tengah mengusut penyebab keracunan massal yang menimpa lebih dari 100 siswa dan wali siswa SDN Gandasari, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta.
Sampel yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah diambil.Uji laboratorium sampel makanan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti pemicu keracunan. Tercatat, ada empat sampel makanan yang di bawa ke Laboratorium Kesehatan Provinsi (Labkesprov) Jawa Barat untuk dicek kadar zat kimia dan kandungan mikrobiologinya.
“Kita bawa empat sampel makanan yakni nasi putih, goreng ayam tepung, saus, dan muntahan ke laboratorium supaya nanti tahu apa pemicu keracunannya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bandung Barat, Eriska Hendrayana**
- Penulis: Redaksi







