Warga Ngamuk Sabu Merajalela, Emak-emak di Rohul Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

Ratusan emak-emak, pemuda dan remaja di Desa Bonai nekat geruduk dan rusak salah satu rumah tak terduga Bandar Narkoba, Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rohul, Sabtu (9/5/2026) malam. (Foto Warga Bonai)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PASIRPENGARAIAN (KABARVIRAL.CO) – Ratusan emak-emak, pemuda dan remaja di Desa Bonai Darussalam, Rohul, geruduk dua rumah diduga milik bandar narkoba. Aksi viral ini dipicu keresahan warga akibat maraknya sabu dan pencurian sawit.
Aksi masyarakat meningkatkan peredaran narkoba kembali terjadi di Provinsi Riau. Setelah sebelumnya viral aksi warga di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kini ratusan emak-emak bersama para pemuda dan remaja di Desa Bonai Darussalam, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), nekat menggeruduk dua titik lokasi rumah yang diduga milik bandar narkoba.
Video aksi warga tersebut viral di media sosial sejak Sabtu (9/5/2026) petang hingga malam di dua pondok rumah di Dusun I Jurong Desa Bonai. Dalam video berdurasi beberapa menit itu tampak ratusan warga yang didominasi kaum ibu dan remaja mendatangi dua titik rumah yang disebut-sebut kerap menjadi lokasi transaksi narkoba jenis Sabu.
Aksi nekat masyarakat turun langsung memberantas narkoba ini menjadi sinyal kuat, peredaran barang haram tersebut telah menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat Desa Bonai. Karena warga datang secara beramai-ramai sambil berteriak meminta aktivitas peredaran narkotika dihentikan. Bahkan beberapa warga terlihat membawa kayu dan alat seadanya sempat merusak sejumlah bangunan rumah tak terduga bandar Narkoba di Desa Bonai, sebagai bentuk protes terhadap maraknya dugaan merujuk narkoba di lingkungan mereka yang terkesan tidak diketahui oleh aparat kepolisian.
Dalam aksi kemarahan warga itu, terlihat dilapangan Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Abdau Wardiyoso beserta unit reskrim, Babinsa serta Sekdes Bonai Zulkfli tidak bisa menahan amarah dari ratusan warga saat menerobos rumah dan melakukan pengrusakan dengan menggunakan kayu. Beruntung dari aksi tersebut, warga tidak ada membakar rumah tak terduga bandar Narkoba.
Aparat keamanan yang hadir dilapangan mendapat informasi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan menenangkan massa. Aksi spontan masyarakat tersebut memicu keresahan warga yang menilai beredarnya narkoba di wilayah mereka semakin meresahkan dan berdampak pada generasi muda.
Tak hanya itu, dampak penggunaan narkoba, kebun sawit milik masyarakat di Desa Bonai di panen dan dicuri oleh para pelaku pencandu narkoba.
“Sudah sangat meresahkan, anak-anak muda di Desa Bonai banyak yang mempengaruhi narkoba. Akibat tidak ada uang membeli narkoba, mereka nekat mencuri dengan mencuri tandan buah segar (TBS) sawit. Karena itu masyarakat bergerak sendiri, untuk menangkap bandar Sabu, tapi saat datangi warga, rumah dalam keadaan” ujar Sanan, salah satu warga Desa Bonai dilansir dari Riaupos.co, Ahad (10/5/2026), terkait aksi ratusan emak-emak dan remaja geruduk rumah kosong tiba-tiba bandar Narkoba di Desa Bonai.
Saat aksi berlangsung, warga mendatangi dua rumah berbeda yang diduga menjadi tempat aktivitas transaksi narkoba. Namun belum diketahui pasti apakah terdapat penghuni di dalam rumah saat massa datang. ”Kita berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan segera menangkap para pelaku bandar Narkoba, agar generasi muda di Kecamatan Bonai Darussalam khususnya Desa Bonai tidak semakin terjerumus dalam perlindungan narkotika,” ujarnya. Sementara itu, berbeda dalam realese berita di grup Humas Polres Rohul, Ahad (10/5/2026), bahwa video viral di Medsos, emak-emak dan remaja, pemuda yang mendatangi dua titik rumah tak terduga Narkoba di Desa Bonai melibatkan Polsek Bonai Darussalam, Babinsa dan Pemerintah Desa Bonai, Tokoh Adat sebagai bentuk kegiatan patroli skala besar sejumlah titik yang menjadi lokasi rawan kecelakaan.
Patroli dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas aspirasi dan pengaduan masyarakat terkait maraknya dugaan aktivitas peredaran narkotika di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam. Rangkaian kegiatan diawali dengan apel kesiapan, Sabtu (9/5/2026), pukul 13.00 WIB yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bonai Darussalam. Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB dilaksanakan sosialisasi di Aula Kantor Desa Bonai yang dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh adat serta masyarakat. Kapolsek Iptu Abdau Wardiyoso menegaskan Polsek Bonai Darussalam berkomitmen penuh untuk menindak tegas pelaku peredaran narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah kepolisian dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami bertekad membersihkan Desa Bonai dari narkoba. Dukungan pemerintah desa, ninik mamak dan seluruh masyarakat sangat penting agar pemberantasan narkotika dapat berjalan efektif dan tetap sesuai aturan hukum,” ujar Kapolsek.
Sekretaris Desa Bonai Zulkifli bersama para ninik mamak menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas kepolisian. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan pembinaan kepada generasi muda agar menjauhi narkoba dan mendukung setiap upaya penegakan hukum.
Menggunakan sosialisasi, patroli gabungan bergerak menuju sejumlah lokasi yang diduga sering dijadikan tempat membahas narkoba. Di dua pondok kosong sekitar Kilang Ahok, Dusun II Kasang Salak, petugas menemukan satu kotak rokok Dji Sam Soe berisi satu lembar plastik bening bekas dan dua potongan pipet yang diduga terkait aktivitas pelindung narkotika.
Patroli kemudian dilanjutkan ke Dusun I Jurong, tepatnya ke dua rumah milik warga yang diduga terkait dengan aktivitas peredaran sabu. ”Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan aparat kepolisian, dan situasi yang sempat memanas berhasil dikendalikan sehingga tetap aman dan tertib, katanya.
Setelah patroli selesai dilaksanakan konsolidasi di Kantor Desa Bonai. Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah lanjutan, antara lain pelaksanaan sistem pendingin, pertemuan dengan masyarakat tokoh. Dalam kegiatan ini, penyelidikan lanjutan akan dilakukan oleh Satresnarkoba Polres Rohul serta terlibat dalam program Kampung Masyarakat Tangguh Anti Narkoba. Sekitar pukul 22.30 WIB, masyarakat Desa Bonai kembali ke rumah masing-masing dengan tekad bersama untuk menjaga Desa Bonai tetap bersih dari narkoba. (epp/rpg/red/isa)
- Penulis: Redaksi






