Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Kericuhan di SDN 021 Tarai Bangun: Dugaan Pungli Terkuak, Kepsek Dicopot dan Dua Guru Dipecat

Kericuhan di SDN 021 Tarai Bangun: Dugaan Pungli Terkuak, Kepsek Dicopot dan Dua Guru Dipecat

  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral – Kericuhan di SDN 021 Tarai Bangun, Kampar, memicu terbongkarnya dugaan pungutan liar yang dikeluhkan ratusan wali murid. Insiden guru membanting nasi kotak berujung pada pencopotan kepala sekolah dan pemberhentian dua guru honorer, setelah orang tua memprotes iuran tak transparan, potongan PIP, hingga biaya seragam yang dinilai memberatkan.

Kericuhan di SD Negeri 021 Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, membuka tabir dugaan pungutan liar yang selama ini dikeluhkan orang tua siswa. Situasi memanas bermula dari aksi seorang guru honorer, YH, yang viral karena melempar nasi kotak di halaman sekolah, Senin (10/11/2025).

Insiden itu terjadi sesaat setelah kegiatan sosialisasi anti-perundungan yang digelar Kejaksaan Negeri Kampar bersama Dinas Pendidikan setempat. Dalam video yang beredar, suasana belajar mendadak terganggu ketika kotak makanan melayang di hadapan guru dan murid.

“Nasi ini bukan nasi MBG. Tapi hadiah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, setelah sosialisasi bullying,” kata YH, dikutip dari Kompas.com. Ia menjelaskan, aksi itu dipicu perbedaan pendapat soal pembagian nasi kotak. YH mengusulkan agar distribusi dilakukan di dalam kelas supaya lebih tertib, sementara beberapa guru meminta agar langsung dibagikan saat itu juga.

“Alasan kami membanting karena para guru meminta agar diberikan cepat. Setelah saya banting itu, guru tidak terima dengan sikap saya,” ujarnya.

Saat video tersebut viral, pihak sekolah belum menyampaikan penjelasan resmi. Namun dua hari kemudian, Rabu (12/11/2025), gelombang protes justru datang dari ratusan orang tua dan siswa yang mendatangi sekolah. Awalnya mereka menuntut penanganan perilaku YH, tetapi aksi itu berubah menjadi wadah curahan dugaan pungutan liar.

Dalam forum terbuka di halaman sekolah, para wali murid menyebut sejumlah pungutan yang mereka nilai membebani, mulai dari iuran tanah timbun Rp50.000, iuran penghijauan Rp35.000 per siswa, potongan Program Indonesia Pintar (PIP) Rp50.000, pembelian buku Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga uang masuk tanpa kwitansi dengan nominal berbeda tiap anak. Biaya seragam siswa baru disebut bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta.

“Jumlah siswa banyak di sini, ada 1.000. Jadi kalau dikumpulkan semua bisa ratusan juta,” ungkap seorang wali murid. Wali murid lain, Elnawati, juga menyoroti tak adanya mekanisme yang jelas. “Tidak ada pertanggungjawaban. Rapat hanya formalitas saja,” urainya.

Tekanan orang tua membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar turun tangan. Kepala Disdik Kampar, Siti, menyampaikan keputusan administratif terhadap Kepala Sekolah Aspinawati Harahap. Ia resmi dicopot dari jabatan karena dinilai tak menjalankan kepemimpinan yang transparan.

“Kepala sekolah yang mengadu ke kami diintimidasi. Mau tidak mau, dengan berat hati saya sampaikan bahwa kepala sekolah dicopot dari jabatannya,” jelasnya.

Selain itu, dua guru honorer juga diberhentikan: Yon Hendri yang viral karena membanting nasi kotak, serta Reza Arya Putra yang turut terseret dalam persoalan internal. “Kami mendapat banyak keluhan dari wali murid terhadap kedua tenaga pendidik tersebut,” tambahnya.

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN 021 Tarai Bangun memiliki 995 siswa, terdiri dari 505 laki-laki dan 490 perempuan. Tahun 2025 terdapat 226 penerima PIP dengan total dana Rp75.825.000, menurun dari tahun sebelumnya yang berjumlah 267 penerima dengan anggaran Rp117.900.000.

Akar persoalan yang mencuat dari sekolah ini menggambarkan keresahan orang tua terkait tata kelola pendidikan yang mereka anggap jauh dari prinsip keterbukaan. Insiden nasi kotak yang memicu keributan justru menjadi titik balik bagi ratusan wali murid untuk menyuarakan tekanan yang telah lama mereka rasakan. ***

 

 

Editor: Isa
Sumber: tribunnews.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transaksi Narkoba di Hotel, Tiga Pemuda Diamankan dengan Sabu 17.83 Gram

    Transaksi Narkoba di Hotel, Tiga Pemuda Diamankan dengan Sabu 17.83 Gram

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL– Tim Satres Narkoba Polres Dumai berhasil menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di sebuah hotel di Jalan Ahmad Yani. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sembilan paket sabu dengan berat kotor sekitar 17,83 gram. Ketiga pria yang diamankan adalah SJ (19), warga Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, HQ (19), warga Jaya […]

  • Pemko Dumai Gelar Rakor Pengumpulan Hewan Qurban Idul Adha 1446 H

    Pemko Dumai Gelar Rakor Pengumpulan Hewan Qurban Idul Adha 1446 H

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL– Pemko Dumai gelar Rakor persiapan pengumpulan hewan qurban Idul Adha 1446 H, dipimpin langsung oleh Wali Kota H. Paisal, SKM, MARS, guna memastikan pelaksanaan qurban berjalan tertib dan bermanfaat. Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H / 2025 M, Pemerintah Kota Dumai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tindak lanjut pengumpulan hewan qurban pada Jumat (9/5). […]

  • Kemenag Pekanbaru Musnahkan Ribuan Blanko Nikah, Ini Alasannya

    Kemenag Pekanbaru Musnahkan Ribuan Blanko Nikah, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Pekanbaru – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru melakukan pemusnahan ribuan blanko nikah yang terdiri dari duplikat buku nikah dan kartu nikah pada Jumat (6/9/2024). Pemusnahan ini dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kemenag Pekanbaru, Rialis, di halaman Kantor Kemenag Pekanbaru. Sebanyak 345 buku nikah cetakan di bawah tahun 2022 dan 3.178 […]

  • Tingkatkan Kenyamanan Ibadah, WOM Finance Revitalisasi Masjid Al Ittihad di Pekanbaru

    Tingkatkan Kenyamanan Ibadah, WOM Finance Revitalisasi Masjid Al Ittihad di Pekanbaru

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL– PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kegiatan ini mengusung tema “Cahaya Idul Fitri Menerangi Kehidupan Bersama” yang bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui revitalisasi Masjid Al Ittihad yang terletak di Perumahan Villa Arjuna, Kelurahan Mentangor, Kec. […]

  • Penyelundupan Sabu di Lapas Bengkalis

    Lapas Bengkalis Gagalkan Penyelundupan Sabu Lewat Jam Tangan Saat Jam Kunjungan

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Lapas Kelas IIA Bengkalis menggagalkan penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam jam tangan saat layanan kunjungan. Dua warga binaan diperiksa polisi. Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang yang diduga narkotika jenis sabu melalui pengunjung, Rabu (31/12/2025). Upaya penyelundupan tersebut terungkap saat layanan kunjungan sedang berlangsung. Seorang pengunjung […]

  • Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Hukum Riau mendesak Kejaksaan Tinggi Riau untuk segera mengusut dugaan mafia lahan seluas 600 hektar di Kepenghuluan Sungai Daun.

    Mahasiswa Minta Kajati Riau Usut Permasalahan Lahan di Kepenghuluan Sungai Daun

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • 0Komentar

    Mahasiswa di Pekanbaru yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Hukum Riau (GPPHR) mendesak Kejaksaan Tinggi Riau untuk mengusut tuntas kasus dugaan perambahan lahan hutan lindung seluas 25 hektar di Kepenghuluan Sungai Daun. KASUS ini melibatkan oknum pengusaha kebun sawit yang diduga tidak memiliki izin usaha perkebunan yang sah dan dikenal dengan inisial BS. Habibul Khoir, […]

expand_less