Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » KPK Geledah Rumah Mewah Abdul Wahid di Cilandak, Sita Uang dan Barang Bukti dari Brankas

KPK Geledah Rumah Mewah Abdul Wahid di Cilandak, Sita Uang dan Barang Bukti dari Brankas

  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL.CO – Penyidik KPK menggeledah rumah Gubernur Riau Abdul Wahid di kompleks elit Harewood House, Cilandak, Jakarta Selatan, terkait kasus dugaan pemerasan proyek jalan Rp106 miliar. Penggeledahan disaksikan ART dan warga sekitar, sementara Abdul Wahid kini ditahan bersama dua bawahannya.

Asisten rumah tangga (ART) yang bertugas di rumah tersebut, sebut saja Irene, menjadi saksi langsung saat penyidik KPK memasuki rumah pada Senin (3/11/2025) sore. “Mereka datang sopan, lima orang semua. Begitu masuk, langsung tanya di mana kamar Bapak (Abdul Wahid),” ujar Irene, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, empat penyidik langsung menuju lantai tiga—tempat kamar pribadi Abdul Wahid berada. Penggeledahan dimulai dengan membuka lemari pakaian dan memeriksa setiap sudut ruangan. “Saya yang bantu buka lemarinya, tapi enggak ada yang ditemukan,” tutur Irene.

Situasi mulai tegang saat penyidik beralih ke brankas di kamar tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Abdul Wahid lewat sambungan telepon, brankas pun dibuka. “Mereka bilang langsung telepon Bapak di Pekanbaru, lalu disuruh buka. Di dalamnya ada uang dan handphone,” ungkap Irene.

Setelah barang disita, kamar pribadi itu disegel. Para penyidik kemudian turun ke lantai satu untuk memeriksa empat mobil di garasi — dua Alphard, satu CR-V, dan satu mobil listrik. “Setelah itu, mereka foto-foto mobil lalu pergi. Enggak ada yang kasar, semua berjalan tenang,” jelasnya.

Namun, suasana kompleks elit itu mendadak jadi bahan pembicaraan. Salah satu petugas keamanan, Darma, mengaku tidak tahu-menahu soal kedatangan KPK. “Saya lagi enggak jaga waktu itu, mungkin shift lain yang buka gerbang,” ujarnya di pos keamanan perumahan.

Menurut Darma, pihak keamanan memang sudah sempat diberi peringatan sebelumnya tentang kemungkinan datangnya KPK. “Komandan sempat bilang kalau ada KPK datang, kabari dia dulu. Tapi sampai sekarang belum ada laporan resmi,” katanya.

Kabar penggeledahan itu langsung mengguncang lingkungan sekitar. Sejumlah tetangga yang mengenal Abdul Wahid mengaku kaget mendengar kasus yang menjerat gubernur asal Riau itu. Salah satunya adalah Yadi, warga kompleks yang kerap berinteraksi dengan Wahid.

“Saya kaget banget pas lihat berita. Beliau orangnya baik, enggak pernah sombong. Suka berbagi makanan kalau habis dinas ke luar kota,” kata Yadi saat ditemui di depan rumahnya.

Yadi menyebut, Abdul Wahid sudah tinggal di kompleks tersebut sejak masih menjadi anggota DPR RI. “Dulu sering jalan pagi, hampir tiap hari ketemu. Setelah jadi Gubernur, memang jarang kelihatan,” ujarnya.

Menurut Yadi, tetangga di komplek sempat bangga ketika Wahid terpilih sebagai Gubernur Riau. Namun, ia mengaku sempat khawatir karena tiga gubernur sebelumnya juga tersandung kasus korupsi. “Sebenarnya pengin saya bilangin waktu itu, hati-hati, di Riau banyak pejabat jatuh karena korupsi. Tapi enggak enak mau ngomong,” ucapnya lirih.

Bagi Darma, sekuriti yang sempat beberapa kali membuka pintu untuk mobil dinas Wahid, sosok sang gubernur dikenal ramah. “Kalau lewat pasti senyum. Waktu lebaran juga sempat kasih THR ke sekuriti,” kenangnya.

Kini, rumah yang dulu ramai oleh aktivitas keluarga pejabat itu tampak sepi dengan segel KPK di lantai tiga. Sang pemilik sedang menjalani penahanan bersama dua bawahannya — Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, M Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur, Dani M Nursalam — di Rutan KPK Jakarta.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait penambahan anggaran proyek jalan senilai Rp106 miliar. KPK menduga Wahid menerima “jatah preman” sebesar Rp2,25 miliar dalam tiga tahap.

Kasus ini menambah daftar panjang pejabat tinggi Riau yang terjerat korupsi. Namun bagi warga kompleks yang mengenalnya, Abdul Wahid tetap dikenang sebagai tetangga yang santun — meski kini sedang menghadapi masa paling berat dalam hidupnya. ***

Editor: Isa
Sumber: tribunnews.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JPU Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Dua Mantan Direktur RSUD Bangkinang

    JPU Ajukan Kasasi atas Vonis Bebas Dua Mantan Direktur RSUD Bangkinang

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan kasasi atas vonis bebas yang dijatuhkan kepada dua mantan Direktur RSUD Bangkinang, Wira Dharma dan Andri Justin, dalam kasus dugaan korupsi dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebesar Rp6,9 miliar. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru sebelumnya menyatakan kedua terdakwa tidak […]

  • Dua tersangka kasus narkotika jenis sabu seberat sekitar 1 kilogram yang diamankan Satresnarkoba Polres Dumai, bersama barang bukti

    Sempat Dibuang ke Kebun Sawit, Sabu 1 Kg dan Dua Tersangka Diamankan Polres Dumai

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Dumai kembali mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat sekitar 1 kilogram. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan, sementara beberapa pelaku lainnya sempat melarikan diri. Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang S.I.K., S.H. melalui Kasat Narkoba Polres Dumai AKP Riza Effyandi […]

  • Andalkan GPS, Pemuda Pekanbaru Ini Malah Tersesat 5 Jam di Kebun Sawit Hingga Tengah Malam

    Andalkan GPS, Pemuda Pekanbaru Ini Malah Tersesat 5 Jam di Kebun Sawit Hingga Tengah Malam

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • 0Komentar

    SIAK, KABARVIRAL – Seorang pemuda asal Pekanbaru, Sendi Juliandika (21), mengalami pengalaman menegangkan setelah tersesat selama lima jam di areal perkebunan sawit milik PT SIR di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Beruntung, ia akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah dijemput oleh pihak kepolisian dan warga setempat. Peristiwa ini terjadi saat Sendi mengendarai motor Honda PCX […]

  • AM Gasak Kotak Infaq Tiga Masjid, Uangnya Dipakai untuk Sabu dan Judi Online

    AM Gasak Kotak Infaq Tiga Masjid, Uangnya Dipakai untuk Sabu dan Judi Online

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Seorang pria di Kuansing berinisial AM (20) ditangkap polisi setelah membobol kotak infaq di tiga masjid demi membeli sabu dan bermain judi online. Rekaman CCTV mengungkap aksinya, sementara polisi menduga ia terlibat kasus serupa di masjid lain. Pelaku kini dijerat Pasal 363 dengan ancaman 7 tahun penjara. Dalam sehari pelaku menjalankan aksinya di […]

  • Tingkatkan Keamanan Obvitnas, Apical dan Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja Teknis 2025

    Tingkatkan Keamanan Obvitnas, Apical dan Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja Teknis 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • 0Komentar

    KABARVIRAL.CO – Apical, perusahaan pengolah minyak nabati terkemuka, melalui perwakilannya, Muslim Ibrahim selaku Head of Social Security and License (SSL) wilayah operasional Dumai, resmi menandatangani Pedoman Kerja Teknis (PKT) Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dengan Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau). Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Pengamanan Obvitnas Polda Riau, Kombes Pol Jonner M.H. Samosir, S.I.K., dan […]

  • Mutasi Besar-Besaran di Pemko Dumai, Ini Pernyataan Wako Paisal

    Mutasi Besar-Besaran di Pemko Dumai, Ini Pernyataan Wako Paisal

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Wali Kota Dumai H Paisal mendapat persetujuan Kemendagri untuk mutasi pejabat. Rolling digelar bulan ini, sejumlah jabatan strategis segera diisi. Wali Kota Dumai H Paisal mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kota Dumai telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan mutasi dan rotasi pejabat pasca Pilkada. Penyegaran jajaran struktural ini disebut-sebut bakal […]

expand_less