Pelatihan Menjahit hingga Pembuatan Roti, Program Pembinaan Lapas Bagansiapiapi Tuai Apresiasi
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan, Sigit Pramono
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.A Bagansiapiapi terus memperkuat fungsi pemasyarakatan melalui berbagai program pembinaan kemandirian dan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk mantan narapidana.
Kepala Lapas Kelas II.A Bagansiapiapi Agus Imam Taufik melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) sekaligus Humas Lapas, Sigit Pramono, A.Md., IP., S.Sos, menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penghukuman fisik.
“Pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi rehabilitasi dan reintegrasi sosial agar WBP mampu beradaptasi serta diterima kembali oleh masyarakat,” ujar Sigit, Selasa (5/2/2026).
Ia menjelaskan, Lapas Bagansiapiapi melaksanakan pembinaan kemandirian melalui berbagai pelatihan kerja, di antaranya pembuatan roti, las listrik, perkebunan, menjahit, hingga program belajar membaca. Pelatihan tersebut bertujuan membekali WBP dengan keterampilan ekonomi sebagai modal hidup mandiri setelah bebas.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap WBP memiliki keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setelah keluar dari lapas,” jelasnya.
Selain pembinaan kemandirian, Lapas Bagansiapiapi juga memberikan pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Untuk WBP beragama Islam dilakukan pengajian rutin, sementara WBP beragama Kristen mendapat pembinaan rohani di gereja.
“Pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, sekaligus menghapus stigma negatif agar warga binaan yang telah bebas dapat menjalin hubungan sosial yang baik di tengah masyarakat,” tambah Sigit.
Hal tersebut turut dirasakan Darwin, mantan narapidana kasus kriminal Pasal 363–362 KUHP. Ia mengaku mendapat banyak manfaat selama menjalani pembinaan di Lapas Bagansiapiapi, khususnya dari pelatihan menjahit.
“Saya bersyukur mendapat ilmu menjahit selama di dalam lapas. Itu sangat bermanfaat bagi saya setelah bebas,” ujarnya.
Darwin juga menyampaikan apresiasi secara pribadi kepada Humas Lapas, Sigit Pramono. Menurutnya, peran dan sikap petugas pemasyarakatan sangat membantu proses pembinaan warga binaan.
“Pak Sigit orangnya baik, sopan, dan berwibawa. Selama saya mengenal beliau, banyak pengetahuan dan pembelajaran yang saya dapatkan,” ungkapnya.(fad)
- Penulis: Redaksi







