Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Dugaan Korupsi SPPD Fiktif: Moge Harley Davidson Ikut Disita Penyidik

Dugaan Korupsi SPPD Fiktif: Moge Harley Davidson Ikut Disita Penyidik

  • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, KABARVIRAL – Harley Davidson tipe XG500 Street 500 keluaran 2015 bernilai lebih dari Rp200 juta menjadi salah satu barang bukti yang disita penyidik Polda Riau dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau. Motor berpelat BM 3185 ABY ini disita dari seorang pria berinisial IS pada 30 Oktober 2024.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi mengungkapkan, motor gede (moge) tersebut hanyalah satu dari sekian banyak aset yang disita dalam kasus ini. “Ada Harley Davidson yang disita,” ujarnya, Rabu (25/12/2024).

Selain Harley Davidson, penyidik turut menyita aset tidak bergerak senilai lebih dari Rp6,4 miliar, termasuk rumah, apartemen, homestay, dan barang-barang mewah seperti sepatu, tas, sandal, serta dokumen.

Empat unit apartemen di Kompleks Nayoga City Walk, Batam, senilai Rp2,1 miliar, dan 11 unit homestay di Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, bernilai Rp2 miliar, juga diamankan. Tak ketinggalan, satu unit rumah di Jalan Banda Aceh, Pekanbaru, turut disita.

Ribuan Transaksi Fiktif
Penyidikan mengungkap adanya ribuan transaksi fiktif terkait hotel dan tiket penerbangan. Berdasarkan verifikasi yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, ditemukan 4.744 transaksi menginap di 66 hotel di berbagai wilayah Indonesia. Namun, hanya 33 transaksi yang nyata, sedangkan sisanya diduga fiktif.

Tidak hanya itu, ribuan tiket penerbangan dari maskapai Lion Group, Citilink, dan Garuda Indonesia juga terungkap sebagai transaksi fiktif. Pada 2020, saat pandemi melumpuhkan penerbangan, justru muncul klaim perjalanan dinas seolah-olah ada kegiatan.

Kerugian Negara Capai Rp130 Miliar
Dalam dua tahun anggaran, 2020 dan 2021, Sekretariat DPRD Riau mencairkan dana perjalanan dinas hingga Rp206 miliar. Namun, hasil audit BPKP menemukan kerugian negara mencapai Rp130 miliar akibat penyimpangan yang dilakukan sejumlah oknum. Jumlah tersebut diyakini masih akan bertambah seiring proses penyidikan.

Polda Riau menegaskan akan terus mendalami kasus ini hingga tuntas. “Proses penyidikan masih berlangsung, dan tim auditor terus menyesuaikan data dengan keterangan saksi-saksi,” kata Nasriadi.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisdik Bengkalis Adi Prasetyo melalui Kabid Pembinaan SD Dirhamsyah saat memimpin rapat pelaksanaan DAK di Bengkalis, Rabu.

    Ratusan Sekolah Rusak, Hanya Tiga Dapat Bantuan DAK di Kabupaten Bengkalis

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • 0Komentar

    Pada tahun 2024, hanya tiga sekolah di Kabupaten Bengkalis yang menerima bantuan perbaikan bangunan meskipun sebenarnya terdapat lebih dari seratus sekolah yang mengalami kerusakan yang tersebar di 11 kecamatan. SEKOLAH-sekolah yang beruntung mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah SDN 2 Pinggir, SDN 32 Rupat, dan SDN 11 Rupat Utara. Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis […]

  • Empat Pengedar Ditangkap, Sabu Disembunyikan di Balik Wallpaper

    Empat Pengedar Ditangkap, Sabu Disembunyikan di Balik Wallpaper

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Pekanbaru  – Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggerebek sebuah kedai kosong di Gang Salam, Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, yang diduga menjadi sarang transaksi narkoba. Dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (2/8/2024), empat orang pengedar narkoba berhasil ditangkap. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti mengungkapkan bahwa kedai tersebut […]

  • Tahanan Kasus Pencurian Kabur dari Polres Rokan Hilir, Polisi Lakukan Pencarian

    Tahanan Kasus Pencurian Kabur dari Polres Rokan Hilir, Polisi Lakukan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Seorang tahanan Polres Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, dilaporkan melarikan diri saat berada di lingkungan Mapolres. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tahanan yang melarikan diri berinisial H dan merupakan tersangka kasus pencurian dengan […]

  • Erwin Sitompul: “Zalim Jika Hak Guru Tak Dibayarkan”

    Erwin Sitompul: “Zalim Jika Hak Guru Tak Dibayarkan”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    KABARVIRAL, PEKANBARU – Terkait permasalahan pembayaran gaji guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Provinsi Riau yang belum dibayarkan, aktivis 98 Erwin Sitompul, S.Pd., meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memecat Gubernur Riau serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya. Permintaan tegas tersebut disampaikan Erwin karena dinilai […]

  • Majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru membacakan putusan terhadap Hendra alias Hendra Ong, mantan Manajer KTV D’Poin, dalam sidang vonis kasus 1.005 pil ekstasi, Rabu (4/2/2026).

    Kasus 1.005 Pil Ekstasi di KTV D’Poin, Hendra Ong Dihukum Lebih Ringan dari Anak Buah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Vonis kasus ekstasi KTV D’Poin Pekanbaru menuai sorotan, Hendra Ong dihukum lebih ringan dibanding anak buahnya. Hendra alias Hendra Ong (45), mantan Manajer KTV D’Poin Apartemen The Peak Pekanbaru divonis lebih rendah dari anak buahnya. Didakwa atas kepemilikan 1.005 butir pil ekstasi, ia divonis divonis 7 tahun 5 bulan penjara. Pada aidang vonis […]

  • Dugaan Pungli di Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya Rohil Mencuat, APH Jangan melemah

    Dugaan Pungli di Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya Rohil Mencuat, APH Jangan melemah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – praktik dugaan pungutan liar (pungli) di Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya Kecamatan kubu, Kabupaten Rokan Hilir, kian menjadi sorotan publik. Kasus ini dinilai mencederai kepercayaan masyarakat sekaligus mencoreng tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Isu tersebut mencuat seiring keluhan masyarakat terkait pengurusan Surat Keterangan Riwayat Tanah (SKRT) dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) yang […]

expand_less