Empat Pengedar Ditangkap, Sabu Disembunyikan di Balik Wallpaper
- calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
- print Cetak

Empat pengedar narkoba di Pekanbaru ditangkap polisi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Pekanbaru – Aparat Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggerebek sebuah kedai kosong di Gang Salam, Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, yang diduga menjadi sarang transaksi narkoba. Dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (2/8/2024), empat orang pengedar narkoba berhasil ditangkap.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti mengungkapkan bahwa kedai tersebut memang sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba jenis sabu. “Dari pengungkapan itu, tim berhasil mengamankan empat orang,” kata Manang pada Senin (12/8/2024).
Penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas mencurigakan di kedai tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, polisi menemukan seorang perempuan dan seorang laki-laki di dalam kedai kosong dengan ciri-ciri yang sesuai dengan laporan. Keduanya kemudian ditangkap.
“Kedua pelaku masing-masing berinisial RS (19) dan Fe (18). RS berperan sebagai pemilik barang, sementara Fe sebagai pengedar,” jelas Manang.
Saat penggeledahan yang disaksikan oleh ketua RT setempat, polisi menemukan sabu yang disembunyikan di balik wallpaper yang ditempel di dinding, hanya satu meter dari posisi kedua pelaku. Sebanyak 25 paket kecil sabu dengan berat kotor 5,88 gram berhasil disita.
Menurut pengakuan RS, barang haram tersebut didapat dari seseorang berinisial Ra. Awalnya, RS menerima 35 paket, namun 10 di antaranya sudah diserahkan kepada Fe untuk diedarkan. Dari aktivitas ilegal ini, RS mendapatkan upah antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per hari, sedangkan Fe menerima upah Rp200 ribu dari setiap paket yang dijual.
Polisi juga berhasil menangkap seorang wanita berinisial Do, yang diduga sebagai pemilik seluruh barang bukti narkoba yang dipegang oleh ketiga pelaku. Do ditangkap pada hari yang sama di sebuah hotel di Pekanbaru. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak berwajib untuk menangkap pelaku lainnya.**
- Penulis: Redaksi






