Pengunjung Tewas Dikeroyok OTK Usai Cekcok dengan Karyawati THM Pekanbaru
- calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
- print Cetak

Ilustrasi Tempat Hiburan Malam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Seorang pengunjung Pub Boy Bistro di Pekanbaru, Ridwan Hutasoit (42), tewas dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) setelah terlibat cekcok dengan seorang karyawati tempat hiburan malam (THM) tersebut.
INSIDEN tragis ini terjadi pada Jumat (26/07/24) dini hari di Boy Bistro Pub and Karaoke, Jalan Kuantan, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru.
Ridwan, warga Jalan Sentosa, Pekanbaru, awalnya terlibat adu mulut dengan karyawati yang bertugas sebagai Public Relations (PR) di pub tersebut. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karbianto mengatakan bahwa satu tersangka telah diamankan terkait kasus ini, namun penyelidikan masih terus berlanjut.
“Terkait tersangka, sudah diamankan 1 orang dan sedang dikembangkan,” kata Kombes Pol Anom pada Kamis (01/08/24).
Polresta Pekanbaru yang menangani kasus ini masih melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan. Kombes Pol Anom mengarahkan agar informasi lebih lanjut dapat ditanyakan kepada Kapolresta atau Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana belum memberikan keterangan lebih lanjut meski telah dihubungi beberapa kali oleh media.
Kejadian bermula saat Boy Bistro mengadakan acara Ladies Party pada malam Jumat tersebut. Karyawati pub melempar botol minuman keras yang pecah dan melukai kaki salah satu pengunjung yang juga teman Ridwan. Tidak terima dengan tindakan tersebut, Ridwan menghardik karyawati tersebut yang berujung pada cekcok mulut.
Keributan sempat dilerai oleh pihak keamanan pub yang kemudian mengeluarkan kedua pihak yang bertikai ke halaman luar. Namun, emosi yang masih memuncak memicu baku hantam di luar pub, yang berujung pada pengeroyokan Ridwan oleh sekelompok OTK.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra membenarkan peristiwa tersebut. “Peristiwa itu benar, korban sempat dirawat selama 5 jam dan dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan,” ucap Kompol Bery pada Jumat (26/07/24). Jenazah korban kemudian di visum dan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto menegaskan bahwa tidak ada anggota Polri yang terlibat dalam penganiayaan atau pengeroyokan terhadap korban. “Sampai saat ini dipastikan tidak ada keterlibatan anggota Polri dalam hal melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap korban,” sebut AKBP Henky.
Polresta Pekanbaru terus menangani kasus ini dan meminta masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung dan polisi berupaya mengungkap pelaku lain yang terlibat dalam insiden tragis tersebut. (red/oketimes)
- Penulis: Redaksi






