Pasca Serangan Harimau, Tim WRU Pantau Lokasi di Hutan Kerumutan, Pelalawan
- calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
- print Cetak

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BBKSDA Riau memeriksa lokasi insiden serangan harimau di kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Senin (19/8/2024)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Pelalawan – Pasca serangan harimau Sumatera yang menimpa seorang pekerja di kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bertindak cepat.
Kepala BBKSDA Riau, Genman S Hasibuan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi kejadian untuk memastikan situasi terkendali.
“Tim sudah dalam perjalanan ke lokasi kejadian,” ujar Genman, Senin (19/8/2024).
Tindakan ini diambil setelah Jali (40), seorang pekerja pembibitan akasia, diterkam harimau Sumatera saat tidur di camp area tanaman akasia petak 162, Distrik Merawang, Desa Pulau Muda, pada Sabtu (17/8/2024) dini hari. Meski korban berhasil selamat, kepalanya mengalami luka robek parah akibat serangan tersebut.
Genman menegaskan bahwa lokasi serangan berada di dalam kantong habitat harimau Kerumutan, yang juga merupakan kawasan hutan produksi. Dengan kondisi ini, tim WRU memiliki tugas penting untuk melakukan monitoring dan observasi di sekitar lokasi kejadian. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman bagi para pekerja yang masih beraktivitas di area tersebut.
“Kantong habitat harimau Kerumutan ini memang rawan karena merupakan area perlintasan satwa liar, termasuk harimau Sumatera. Kita perlu memastikan bahwa tidak ada ancaman lebih lanjut bagi manusia di sana,” jelas Genman.
Selain BBKSDA, pihak kepolisian setempat juga telah bergerak cepat dengan menurunkan personel dari Polres Pelalawan dan Brimob untuk mengecek lokasi sekitar tenda korban serta pekerja lainnya tidur. Berdasarkan hasil pengecekan, ditemukan sejumlah jejak atau tapak harimau yang diduga masih berusia remaja.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengungkapkan bahwa Jali saat ini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, Pangkalan Kerinci. Anom menyebutkan bahwa korban selamat karena harimau yang menerkamnya masih remaja. Namun, kepala bagian kanan korban mengalami luka robek cukup parah akibat serangan tersebut.
“Korban sadar setelah darah mengalir dari kepalanya, merasakan sakit,” kata Anom. Setelah diserang, Jali membangunkan teman-temannya yang kemudian segera membawanya ke puskesmas setempat dengan menggunakan pompong. Dari sana, korban dirujuk ke RSUD Selasih untuk perawatan lebih lanjut.
Polisi yang tiba di lokasi menemukan jejak-jejak harimau di sekitar tenda korban dan pekerja lainnya tidur. Berdasarkan ukuran tapak yang ditemukan, harimau yang menyerang diduga masih berusia remaja.(cakaplah/red/isa)
- Penulis: Redaksi






