Purbaya Ultimatum Bea Cukai: Setahun Berbenah atau Dibekukan!
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi ultimatum kepada Bea Cukai: perbaikan kinerja harus tercapai dalam satu tahun atau lembaga akan dibekukan dan digantikan Societe Generale de Surveillance (SGS), perusahaan inspeksi asal Swiss seperti era 1985. Sebanyak 16.000 pegawai DJBC terancam terdampak jika reformasi gagal.
Purbaya mengungkapkan telah meminta waktu khusus kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada pembenahan DJBC tanpa gangguan. Ia menilai citra lembaga tersebut masih buruk, baik di mata publik maupun pimpinan pemerintahan. “Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk nggak diganggu dulu. Saya biarkan, biarkan saya beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius,” jelasnya seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan bahwa kegagalan memperbaiki kinerja akan membuat DJBC digantikan oleh SGS, seperti yang pernah dilakukan pemerintah pada 1985. “Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi,” katanya.
Purbaya mengingatkan bahwa 16.000 pegawai DJBC berada dalam situasi genting apabila tidak terjadi perbaikan. Ia menyebut pegawai memiliki kemampuan dan harus menunjukkan kesungguhan untuk berubah. “Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan,” ujarnya.
Menurutnya, pegawai DJBC telah memahami risiko tersebut dan mulai mempercepat perubahan. Penguatan sistem digital menjadi salah satu langkah yang kini dijalankan untuk menutup celah penyelewengan. “Kita sudah mulai terapkan AI-AI di stasiun-stasiun Bea Cukai, jadi nanti under invoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain,” ucapnya.
Purbaya optimistis bahwa perbaikan besar dapat terlihat pada tahun depan dan DJBC dapat bekerja lebih profesional.
Sebagai catatan, pada masa pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto, DJBC pernah dibekukan selama satu dekade akibat maraknya pungli dan penyelundupan. Pembekuan itu berlangsung dari 1985 hingga 1995. ***
Editor: Isa
Sumber: detik.com
- Penulis: Redaksi






