Ombak Besar Karamkan Kapal Sembako, Muatan Berserakan di Pantai Sepahat
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- print Cetak

KLM Prima Setia karam di perairan Sepahat Bengkalis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KLM Prima Setia karam di perairan Sepahat Bengkalis akibat cuaca ekstrem. Muatan sembako berserakan ke pantai, tujuh awak kapal selamat.
kabarViral, Bengkalis – Kecelakaan laut menimpa Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia No.1033/Ia GT 170 di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/1/2026). Kapal pengangkut sembako tersebut dilaporkan karam akibat dihantam ombak besar.
Akibat kejadian itu, muatan kapal berupa bahan pokok dan barang kelontong berserakan di perairan hingga terdampar ke bibir Pantai Sepahat. Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian menerima laporan kejadian sekitar pukul 11.00 WIB.
“Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem. Ombak tinggi menyebabkan lambung bagian bawah kapal pecah hingga akhirnya karam,” ujar Fahrian, Jumat.
Meski kapal mengalami kerusakan berat, seluruh awak kapal dilaporkan selamat. Total terdapat tujuh orang di atas kapal yang berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat.
Identitas kru kapal yakni nakhoda bernama Wardi (59), warga Kepulauan Meranti, serta enam ABK masing-masing bernama Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi, dan Candra. Seluruhnya dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka serius.
Kronologis kejadian bermula pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, KLM Prima Setia berangkat dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan dengan tujuan Selatpanjang membawa muatan sembako dan kebutuhan rumah tangga.
Namun ketika melintas di perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat, cuaca buruk mulai melanda. Ombak tinggi disertai angin kencang terus menghantam badan kapal.
Sekitar pukul 21.00 WIB, lambung bagian bawah kapal dilaporkan pecah dan air laut masuk dengan cepat ke dalam kapal. Nakhoda sempat menghubungi pihak Angkatan Laut dan Basarnas Bengkalis melalui radio komunikasi untuk meminta bantuan.
“Tidak lama setelah itu mesin kapal mati total, sehingga komunikasi terputus dan posisi kapal tidak bisa terpantau,” jelas Fahrian.
Para awak kapal terpaksa bertahan dan mengapung di laut selama beberapa jam sebelum akhirnya kapal terdampar di perairan Desa Sepahat pada Jumat siang. Saat ditemukan, kondisi kapal sudah tenggelam sebagian dengan dek dan lambung terpisah.
Ribuan paket sembako dan barang kelontong hanyut terbawa arus hingga ke pantai. Warga setempat yang melihat kejadian tersebut turut membantu evakuasi kru kapal.
Bhabinkamtibmas Desa Sepahat Aipda Rully Salemba sempat mengimbau warga agar tidak menjarah barang muatan kapal. Namun pihak pengurus kapal melalui nakhoda memperbolehkan warga mengambil barang tersebut sebagai bentuk terima kasih atas pertolongan.
Hingga kini, ketujuh awak kapal masih berada di Desa Sepahat untuk beristirahat sambil menunggu penjemputan dari pihak pengurus kapal yang datang dari Selatpanjang. Polisi tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi aman dan kondusif.(red/isa)
- Penulis: Redaksi







