Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Kurir Sabu Asal Aceh Terima Rp 65 Juta per Trip, Akhirnya Ditangkap di Pekanbaru

Kurir Sabu Asal Aceh Terima Rp 65 Juta per Trip, Akhirnya Ditangkap di Pekanbaru

  • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengungkapan mengejutkan datang dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Seorang kurir narkoba berinisial MNA (19), warga Aceh, berhasil ditangkap setelah berkali-kali lolos menyelundupkan sabu melalui Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

MNA, yang sudah delapan kali berhasil menjalankan aksinya, akhirnya tertangkap basah pada Minggu (04/08/24) oleh tim Opsnal Subdit II Reserse Narkoba Polda Riau. Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti mengungkapkan, MNA menggunakan trik khusus untuk mengelabui petugas keamanan bandara dan mesin X-Ray.

“MNA membagi 1 kilogram sabu menjadi lima bungkus, kemudian diselipkan ke dalam lipatan celana. Selanjutnya, sabu tersebut dimasukkan ke dalam koper yang kemudian dimasukkan ke bagasi pesawat agar tidak terdeteksi,” jelas Manang.

Upah yang diterima MNA pun tidak main-main. Setiap kali berhasil mengantarkan 1 kilogram sabu, ia menerima Rp 65 juta. Kombes Manang menambahkan bahwa MNA sudah sering menjemput sabu untuk diantar ke berbagai daerah sesuai arahan pengendalinya. “Pengakuannya, sudah sekitar delapan kali ia melakukan ini,” katanya.

Penangkapan MNA bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya transaksi narkoba di sebuah hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Tim yang dipimpin oleh Kasubdit II Reserse Narkoba Polda Riau, Kompol Ryan Fajri, segera melakukan pengintaian di lokasi tersebut. Sekitar pukul 20.00 WIB, tim melihat seorang lelaki yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang diterima masuk ke hotel.

“Tim melakukan penggerebekan di kamar tersebut. Saat digeledah, ditemukan narkoba jenis sabu yang disimpan dalam plastik bening dengan berat sekitar 1 kilogram,” ungkap Manang.

Dalam pengakuannya, MNA menyebut bahwa ia disuruh oleh dua orang bernama Si Tek dan Leman dari Aceh untuk menjemput sabu di hotel Pekanbaru dan membawanya ke Lombok. MNA mengaku ini bukan pertama kalinya ia menjalankan tugas ini, dan telah berhasil melakukannya beberapa kali dengan upah yang menggiurkan.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Rohil Buka Puasa Bersama Insan Pers dan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi Ramadhan 1447 H

    Kapolres Rohil Buka Puasa Bersama Insan Pers dan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral– Dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas dengan insan pers serta masyarakat, Polres Rokan Hilir menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers dan anak yatim, Rabu (25/2/2026) sekira pukul 17.00 WIB di Aula Patriatama Polres Rokan Hilir. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh […]

  • OTT Abdul Wahid Ungkap Praktik Suap Berulang di Proyek Infrastruktur Riau

    OTT Abdul Wahid Ungkap Praktik Suap Berulang di Proyek Infrastruktur Riau

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – KPK melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid yang terkait suap dan gratifikasi proyek infrastruktur. Stranas PK dan mantan penyidik KPK menyoroti rawannya sektor pengadaan barang dan jasa serta pola korupsi berulang yang merugikan negara dan masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan dugaan korupsi yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul […]

  • Pria 23 Tahun Cabuli Anak di Bawah Umur di Mandau, Iming-Imingi Rp50 Ribu

    Pria 23 Tahun Cabuli Anak di Bawah Umur di Mandau, Iming-Imingi Rp50 Ribu

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • 0Komentar

    MANDAU, KABARVIRAL – Polsek Mandau menangkap R (23) atas kasus pencabulan anak. Pelaku mencabuli RA (13), seorang pelajar, dengan iming-iming uang Rp50 ribu. Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Mandau. Polisi segera bertindak dan meringkus pelaku pada Rabu (15/1/2025). “Pelaku mengakui perbuatannya,” tegas Kapolsek Mandau, AKP Primadona, pada Jumat (17/1/2025). Kejadian bermula pada Minggu […]

  • Disdik Riau Tegaskan Sekolah Dilarang Tahan Ijazah Siswa

    Disdik Riau Tegaskan Sekolah Dilarang Tahan Ijazah Siswa

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    PEKANBARU (KABARVIRAL.CO) – Dinas Pendidikan Riau menegaskan sekolah negeri dan swasta dilarang menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun. Disdik Riau siap memfasilitasi penyelesaian tunggakan pendidikan. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau kembali menegaskan larangan bagi sekolah SMA/SMK negeri maupun swasta untuk menahan ijazah siswa dengan alasan apa pun. Penegasan itu disampaikan langsung Kepala Disdik Riau, […]

  • Ketua Umum MKA LAM Riau, Raja Marjohan Yusuf (tengah) mengkhawatirkan bahaya judi online dan Pinjol yang mengancam generasi muda.

    LAM Riau Siapkan Warkah Bahaya Judi Online dan Pinjol untuk Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2024
    • 0Komentar

    Bahaya judi online (Judol) dan pinjaman online (Pinjol) kini mengancam generasi muda, terutama kaum milenial di Provinsi Riau. Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau berencana mengeluarkan warkah atau imbauan mengenai bahaya Judol dan Pinjol. KETUA DPH LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengungkapkan bahwa tim sedang menyusun warkah tersebut. […]

  • Sate Minang Saiyo Dagang Berkeliling, Kini Punya Kios Berkat Menjadi Mitra Apical

    Sate Minang Saiyo Dagang Berkeliling, Kini Punya Kios Berkat Menjadi Mitra Apical

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Perwakilan manajemen Apical mengunjungi salah satu mitra UMKM binaan Apical yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau yakni Sate Padang Minang Saiyo untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan pemilik Sate Padang Minang Saiyo, Ikrar Muliadi. Sejak tahun 2002, Ikrar memutuskan untuk merantau dari kampungnya di Pariaman ke beberapa […]

expand_less