Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Disdik Riau Terkait Penganggaran APBD

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Disdik Riau Terkait Penganggaran APBD

  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah tiga lokasi di Provinsi Riau dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik (BBE) yang diduga berkaitan dengan penganggaran APBD. Penggeledahan berlangsung Kamis (13/11/2025) dan menyasar kantor Dinas Pendidikan serta dua rumah milik pihak terkait.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyebut temuan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Riau nonaktif Abdul Wahid beserta beberapa orang di lingkarannya.

“Dalam lanjutan penggeledahan hari ini tim mengamankan dan menyita dokumen serta BBE dari kantor Dinas Pendidikan dan dua lokasi rumah,” ujarnya.

“Dokumen dan BBE yang disita masih terkait dengan penganggaran,” tambahnya.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (3/11/2025). Dari operasi tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka: Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR PKPP M. Arief Setiawan, dan Tenaga Ahli Gubernur Dani M. Nursalam.

“Menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Untuk kepentingan penyidikan, ketiganya ditahan selama 20 hari. Abdul Wahid ditempatkan di Rutan ACLC KPK, sementara Dani M. Nursalam dan M. Arief Setiawan berada di Rutan Merah Putih KPK.

KPK telah mengungkap konstruksi perkara tersebut. Dugaan praktik jatah preman atau Japrem pertama kali terungkap melalui laporan masyarakat terkait permintaan setoran dari pejabat Dinas PUPR PKPP kepada para Kepala UPT yang disebut sebagai perintah Abdul Wahid.

Dalam penyelidikan, ditemukan adanya kesepakatan pemberian fee sebesar 5 persen dari tambahan anggaran proyek jalan dan jembatan senilai Rp177,4 miliar. Dana itu dikumpulkan secara bertahap oleh Sekretaris Dinas Ferry Yunanda dan diserahkan melalui M. Arief Setiawan kepada Abdul Wahid lewat Dani M. Nursalam.

Sepanjang Juni hingga November 2025, terjadi tiga kali penyerahan uang dengan total Rp4,05 miliar. OTT dilakukan saat penyerahan terakhir di Pekanbaru, dengan barang bukti uang tunai Rp800 juta. Dari rumah pribadi Abdul Wahid di Jakarta Selatan, penyidik juga menyita uang pecahan asing senilai sekitar Rp800 juta.

Ketiganya dijerat pasal tindak pidana korupsi terkait pemerasan dan gratifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

Selain Dinas PUPR, penyidik kini menelusuri dugaan aliran praktik serupa di dinas lain, termasuk yang berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Penggeledahan di Dinas Pendidikan menjadi bagian dari penelusuran tersebut. ***

 

 

Editor: Isa
Sumber: Inilah.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kronologi Lengkap OTT KPK: Dari Rumah Dinas Wali Kota hingga Kos Mahasiswa

    Kronologi Lengkap OTT KPK di Pekanbaru: Dari Rumah Dinas Wali Kota hingga Kos Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • 0Komentar

    JAKARTA, KABARVIRAL –  Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin (2/12) malam, berhasil mengungkap skema dugaan korupsi yang melibatkan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, dan dua pejabat lainnya. Berikut kronologi lengkapnya: Informasi Awal: Transfer Mencurigakan Rp300 Juta OTT ini bermula dari informasi bahwa […]

  • Dua Pelaku Penggelapan Motor di Bukit Kapur Dibekuk, Honda Supra GTR Dijual ke Sibolga

    Dua Pelaku Penggelapan Motor di Bukit Kapur Dibekuk, Honda Supra GTR Dijual ke Sibolga

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • 0Komentar

    Penggelapan motor Honda Supra GTR oleh dua pelaku di Bukit Kapur terungkap setelah karyawan swasta melapor ke polisi. YR dan PS ditangkap di Bathin Solapan dan Tapanuli Tengah, dengan motor dijual seharga Rp 6,1 juta. TIM unit Reskrim Polsek Bukit Kapur telah menangkap dua pelaku penggelapan sepeda motor di Bathin Solapan dan Tapanuli Tengah. Keduanya […]

  • 8 Wanita dan 9 Pria Diamankan Satpol PP, Diduga Mesum di Wisma Saat Ramadan

    8 Wanita dan 9 Pria Diamankan Satpol PP, Diduga Mesum di Wisma Saat Ramadan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Sebanyak 17 orang, terdiri dari 9 pria dan 8 wanita, diamankan dalam razia Cipta Kondisi yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru pada Minggu (16/3) dini hari. Mereka terjaring di sejumlah hotel dan wisma karena kedapatan berada dalam kamar tanpa ikatan pernikahan yang sah, melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang […]

  • Bandar Sabu di Jangkang Bengkalis Diciduk, Satu Rekan Buron

    Bandar Sabu di Jangkang Bengkalis Diciduk, Satu Rekan Buron

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Bengkalis – Satresnarkoba Polres Bengkalis bekuk bandar besar sabu 93,48 gram di Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, Kamis (26/2/2026) malam. Satu pelaku kabur dan kini diburu, jaringan narkotika terus dikembangkan. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Aipda Juliandi Bazrah menyebutkan, tersangka berinisial US (24) tak hanya sebagai pengedar, tetapi termasuk bandar besar […]

  • 12 Personel Polda Riau Dipecat Tidak Hormat

    Terlibat Narkotika hingga Penipuan, 12 Personel Polda Riau Dipecat Tidak Hormat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Polda Riau memecat 12 personel Polri lewat upacara PTDH. Kapolda Riau menegaskan narkotika dan pelanggaran berat jadi garis merah tanpa ampun. Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 12 personel pada Kamis (29/1/2026). Upacara ini dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan serta diikuti oleh sejumlah Pejabat Utama […]

  • 13 Orang Tewas Akibat Serangan Harimau di  Riau, Jikalahari Sebut Deforestasi Jadi Pemicu Utama

    13 Orang Tewas Akibat Serangan Harimau di  Riau, Jikalahari Sebut Deforestasi Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Konflik antara manusia dan harimau di Riau kian memprihatinkan. Dalam kurun waktu 2018 hingga 2024, tercatat 15 serangan harimau yang menewaskan 13 orang dan melukai dua lainnya. Data ini diungkapkan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) dalam rilisnya, Minggu (5/1/2025). Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setiyo, menyebut konflik ini dipicu oleh hilangnya habitat […]

expand_less