Banjir Rob Kembali Rendam Dumai, BPBD Peringatkan Puncak Pasang 6–9 Januari
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral — Memasuki awal tahun 2026, banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kota Dumai, Riau. Sejumlah ruas jalan protokol hingga permukiman warga di Kecamatan Dumai Kota tergenang air laut pasang sejak Minggu (4/1/2026).
Pantauan di lapangan, genangan air terlihat di Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Pattimura, hingga Jalan Cempedak. Air laut pasang mengganggu aktivitas warga dan mulai memasuki halaman serta rumah penduduk di kawasan dataran rendah.
Banjir rob merupakan peristiwa naiknya muka air laut ke daratan saat pasang maksimum. Kota Dumai dikenal sebagai daerah langganan pasang keling, terutama saat bertepatan dengan curah hujan tinggi seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kalaksa BPBD Dumai melalui Kabid Penanggulangan Bencana, Joko, membenarkan banjir rob mulai terdeteksi sejak Minggu dan berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Diprediksi beberapa hari ke depan banjir rob atau pasang keling akan melanda Dumai dengan ketinggian yang lebih besar. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 6 hingga 9 Januari 2026, sehingga harus diwaspadai bersama,” ujar Joko.
Menurutnya, wilayah Dumai Kota menjadi salah satu titik terdampak paling awal karena memiliki topografi rendah dan berada dekat garis pantai. Kondisi ini semakin diperparah oleh hujan deras yang terjadi secara beruntun.
“Hari ini genangan sudah terjadi di sejumlah jalan protokol dan permukiman. Besok diprediksi air akan lebih tinggi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan sebisa mungkin menghindari ruas jalan yang kerap terendam,” jelasnya.
BPBD Dumai juga mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir, termasuk Rimba Sekampung dan sekitarnya, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pasang laut maksimum.
Koordinasi dengan perangkat kelurahan, kecamatan, hingga BPBD diminta segera dilakukan apabila warga membutuhkan bantuan darurat.
Selain risiko genangan, masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lanjutan saat banjir rob, seperti munculnya hewan melata.
“Saat banjir rob, waspadai juga hewan melata seperti ular. Untuk barang elektronik dan dokumen penting, sebaiknya diletakkan di tempat yang lebih tinggi,” pungkas Joko.
Sementara itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan pasang laut dan kondisi cuaca, serta mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini demi meminimalkan dampak dan potensi kerugian akibat banjir rob.**
Sumber: tribunepekanbaru.com
- Penulis: Redaksi






