Pupuk Subsidi dari Sumatera Barat Diselundupkan ke Riau, 10 Ton Diamankan
- calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TELUKKUANTAN, KABARVIRAL – Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berhasil mengungkap sindikat penjualan pupuk subsidi ilegal pada Kamis (20/2/2025). Tiga pelaku berinisial ST, SA, dan MY berhasil diamankan dalam operasi tersebut.
Kapolres Kuansing, AKBP Angga Febrian Herlambang, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan warga mengenai sebuah mobil pengangkut pupuk yang akan melintas di wilayah Kuansing.
“Tim menerima informasi bahwa sindikat pupuk subsidi akan melintas di Kuansing. Tim gabungan lalu melakukan pemeriksaan terhadap truk BM 9931 AX,” ujar AKBP Angga.
Saat dilakukan pemeriksaan, tim mendapati pupuk jenis urea yang disembunyikan di bawah terpal. Sopir truk tidak dapat menunjukkan dokumen resmi terkait muatan tersebut.
Pupuk Berasal dari Sumatera Barat
Dari hasil penyelidikan, pupuk subsidi ini diperoleh dari wilayah Solok, Sumatera Barat. Pupuk tersebut rencananya akan diedarkan di sejumlah daerah di Riau, termasuk Kabupaten Pelalawan dan Kuantan Singingi.
Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP Shilton, menyebut bahwa sindikat ini mendapatkan pupuk subsidi dari petani di Sumatera Barat untuk kemudian dijual kembali di Riau dengan harga yang lebih tinggi.
“Para pelaku sudah menjalankan bisnis ilegal ini selama dua tahun terakhir. Mereka membeli pupuk dengan harga subsidi dan menjualnya mendekati harga pupuk non-subsidi,” ungkap AKP Shilton.
Dalam praktiknya, sindikat ini meraup keuntungan besar dari selisih harga jual. Pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani yang berhak justru diperjualbelikan demi keuntungan pribadi.
Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga menyita 10 ton pupuk subsidi sebagai barang bukti. Saat ini, polisi masih terus mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik barang dan pengepul di Sumatera Barat.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan lengkap sindikat ini,” tutup AKP Shilton.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






