Duh! 764 Keluarga Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Judi Online
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SELATPANJANG (KABARVIRAL.CO) — Sebanyak 764 KPM PKH di Kepulauan Meranti terdeteksi memiliki keterkaitan dengan judi online. Dinsos kini melakukan verifikasi dan perbaikan data.
Sebanyak 764 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kepulauan Meranti terdeteksi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) kini melakukan verifikasi terhadap data tersebut.
Kepala Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Rokhaizal, mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui proses pencocokan data penerima bantuan dengan informasi terkait aktivitas judi online.
“Data yang terdeteksi ada 764 KK. Saat ini 31 KK sudah masuk dalam proses perbaikan data,” kata Rokhaizal kepada Riau Pos, Selasa (1/9/2026).
Namun, temuan tersebut belum otomatis membuat seluruh penerima masuk daftar penghapusan bantuan. Dinsos terlebih dahulu melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi dan status masing-masing keluarga.
Menurut Rokhaizal, proses perbaikan data dilakukan secara bertahap dengan mencermati kembali data penerima bantuan. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan sosial tetap diberikan kepada keluarga yang memenuhi ketentuan dan benar-benar membutuhkan.
“Data yang terdeteksi ada 764 KK. Saat ini 31 KK sudah masuk dalam proses perbaikan data,” ujarnya.
Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemutakhiran data penerima bantuan sosial di Meranti. Dinsos memastikan proses verifikasi dilakukan sebelum menentukan tindak lanjut terhadap masing-masing penerima.
Jumlah penerima PKH di Kepulauan Meranti sendiri pada 2026 tercatat 19.481 KK, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 18.904 KK.
Rokhaizal menegaskan pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pemerintah daerah akan terus melakukan verifikasi terhadap data penerima agar bantuan tidak salah sasaran.
“Saat ini, kami terus melakukan perbaikan data supaya bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi penerima,” ujarnya.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






