Kabarviral, Rohil – Seorang nelayan bernama Hariono (34), warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, tewas tragis setelah diterkam buaya di perairan Sungai Rokan, tepatnya di Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Selasa (8/10). Insiden ini kembali mengingatkan warga akan bahaya buaya di kawasan tersebut.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, melalui Kasi Humas Ipda Edi Purnomo, membenarkan kejadian tersebut dan menghimbau masyarakat, terutama para nelayan, petani, dan penghobi memancing yang mencari penghasilan di Sungai Rokan, agar selalu waspada. Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk memasang spanduk peringatan berisi larangan atau himbauan “Ada Buaya Ganas” di area-area berisiko tinggi.
“Kami minta masyarakat berhati-hati dan segera mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memasang peringatan di lokasi-lokasi yang diketahui sebagai habitat buaya,” ujar Ipda Edi Purnomo.
Kejadian nahas ini bermula pada Selasa dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB, ketika korban berangkat mencari ikan bersama adiknya, Amat Nasib (31). Amat mengantarkan Hariono ke tepian Sungai Rokan di Kelurahan Rimba Melintang, di mana korban kemudian berlayar menggunakan sampan menuju perairan Desa Jumrah. Di sana, korban bertemu dengan saksi Dedi Kurniawan (39) serta beberapa nelayan lain untuk memulai aktivitas mencari ikan bersama.
Namun, sekitar pukul 05.00 WIB, Dedi dan nelayan lainnya menyadari bahwa Hariono tidak lagi terlihat di atas sampannya. Mereka segera menghubungi adik korban, Amat Nasib, untuk memberitahukan bahwa kakaknya hilang. Pencarian dilakukan, hingga pada pukul 06.00 WIB para saksi melihat Hariono diseret buaya ke tengah aliran Sungai Rokan.
Tak lama kemudian, buaya melepaskan tubuh korban, dan para nelayan bergegas mengevakuasi Hariono ke atas perahu. Sayangnya, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan luka bekas gigitan di tangan, perut, kaki, dan cakaran di wajah.
Setelah itu, para nelayan menghubungi pihak kepolisian Polsek Rimba Melintang dan membawa korban ke Tangkahan Jembatan Jumrah untuk dievakuasi menggunakan ambulans. Sekitar pukul 07.00 WIB, jasad Hariono dibawa ke rumah duka di Jalan Pendidikan, Kelurahan Rimba Melintang.
“Korban meninggal dunia dengan luka serius akibat gigitan dan cakaran buaya. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang merupakan habitat buaya,” tutup Ipda Edi Purnomo.(red/isa)


















