Breaking News
light_mode
Beranda » Rohil » Nelayan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Rokan, Warga Diminta Waspada

Nelayan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Rokan, Warga Diminta Waspada

  • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabarviral, Rohil – Seorang nelayan bernama Hariono (34), warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, tewas tragis setelah diterkam buaya di perairan Sungai Rokan, tepatnya di Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Selasa (8/10). Insiden ini kembali mengingatkan warga akan bahaya buaya di kawasan tersebut.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, melalui Kasi Humas Ipda Edi Purnomo, membenarkan kejadian tersebut dan menghimbau masyarakat, terutama para nelayan, petani, dan penghobi memancing yang mencari penghasilan di Sungai Rokan, agar selalu waspada. Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk memasang spanduk peringatan berisi larangan atau himbauan “Ada Buaya Ganas” di area-area berisiko tinggi.

“Kami minta masyarakat berhati-hati dan segera mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk memasang peringatan di lokasi-lokasi yang diketahui sebagai habitat buaya,” ujar Ipda Edi Purnomo.

Kejadian nahas ini bermula pada Selasa dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB, ketika korban berangkat mencari ikan bersama adiknya, Amat Nasib (31). Amat mengantarkan Hariono ke tepian Sungai Rokan di Kelurahan Rimba Melintang, di mana korban kemudian berlayar menggunakan sampan menuju perairan Desa Jumrah. Di sana, korban bertemu dengan saksi Dedi Kurniawan (39) serta beberapa nelayan lain untuk memulai aktivitas mencari ikan bersama.

Namun, sekitar pukul 05.00 WIB, Dedi dan nelayan lainnya menyadari bahwa Hariono tidak lagi terlihat di atas sampannya. Mereka segera menghubungi adik korban, Amat Nasib, untuk memberitahukan bahwa kakaknya hilang. Pencarian dilakukan, hingga pada pukul 06.00 WIB para saksi melihat Hariono diseret buaya ke tengah aliran Sungai Rokan.

Tak lama kemudian, buaya melepaskan tubuh korban, dan para nelayan bergegas mengevakuasi Hariono ke atas perahu. Sayangnya, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan luka bekas gigitan di tangan, perut, kaki, dan cakaran di wajah.

Setelah itu, para nelayan menghubungi pihak kepolisian Polsek Rimba Melintang dan membawa korban ke Tangkahan Jembatan Jumrah untuk dievakuasi menggunakan ambulans. Sekitar pukul 07.00 WIB, jasad Hariono dibawa ke rumah duka di Jalan Pendidikan, Kelurahan Rimba Melintang.

“Korban meninggal dunia dengan luka serius akibat gigitan dan cakaran buaya. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang merupakan habitat buaya,” tutup Ipda Edi Purnomo.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Haji Dumai Menuju Arafah, Sudarmanto: Alhamdulillah Semua Sehat

    Jamaah Haji Dumai Menuju Arafah, Sudarmanto: Alhamdulillah Semua Sehat

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Sebanyak 269 Jamaah Haji asal Kota Dumai yang tergabung dalam Kloter 12 hari ini, Rabu (4/6), secara resmi bergerak menuju Arafah untuk menjalani  ibadah Wukuf yang akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025. Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Seluruh jamaah dalam kondisi sehat walafiat, meski sempat ada satu orang jamaah yang […]

  • Ledakan Pipa Gas PT TGI di Inhu Rusak 5 Rumah Warga

    Lima Rumah Warga Rusak Akibat Ledakan Pipa Gas di Inhu  

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengakibatkan lima unit rumah warga mengalami kerusakan di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Jumat (9/1/2026) dini hari. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, ledakan pipa gas di dalam tanah itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. […]

  • Wacana Jembatan Dumai-Melaka

    Wacana Jembatan Dumai-Melaka Sepanjang 47 Km Mencuat, Oposisi Malaysia Sebut Tak Realistis

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Rencana pembangunan jembatan Melaka–Riau sepanjang 47 km menuai kritik oposisi. Proyek dinilai tak realistis dan berisiko membebani keuangan negara bagian. Pemerintah Negara Bagian Melaka, Malaysia, secara resmi mengumumkan rencana strategis pembangunan jembatan raksasa yang akan menghubungkan Melaka dengan Provinsi Riau, Indonesia. Proyek ambisius ini digadang-gadang memiliki bentang panjang lebih dari 47 kilometer dan […]

  • Banjir Rob Kembali Rendam Dumai, BPBD Peringatkan Puncak Pasang 6–9 Januari

    Banjir Rob Kembali Rendam Dumai, BPBD Peringatkan Puncak Pasang 6–9 Januari

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral — Memasuki awal tahun 2026, banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kota Dumai, Riau. Sejumlah ruas jalan protokol hingga permukiman warga di Kecamatan Dumai Kota tergenang air laut pasang sejak Minggu (4/1/2026). Pantauan di lapangan, genangan air terlihat di Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Pattimura, hingga Jalan Cempedak. […]

  • Kadishub Said Effendi Sambut 15 Taruna Transportasi, Ajak Kolaborasi Perkuat Data dan Pelayanan

    Kadishub Said Effendi Sambut 15 Taruna Transportasi, Ajak Kolaborasi Perkuat Data dan Pelayanan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai menerima kunjungan tim PKL Taruna Transportasi 2025. Kadishub Said Effendi dorong taruna berkontribusi dalam peningkatan pelayanan transportasi di Dumai. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai, Said Effendi, S.E., M.M. beserta jajaran pejabat struktural (Kabid dan Kasi), menerima kunjungan tim Praktik Kerja Lapangan (PKL) Taruna Transportasi Kota Dumai […]

  • Emak-Emak Sakit Ditolak Puskesmas Dayun karena Tak Punya KTP? Begini Faktanya

    Emak-Emak Sakit Ditolak Puskesmas Dayun karena Tak Punya KTP? Begini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • 0Komentar

    SIAK, KABARVIRAL – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang emak-emak yang sedang sakit mengerang kesakitan, namun diduga ditolak oleh pihak Puskesmas Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, lantaran tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Video berdurasi 1 menit 43 detik itu pertama kali beredar di platform TikTok dan dengan cepat menjadi perbincangan hangat di […]

expand_less