Breaking News
light_mode
Beranda » Viral » Dua Ledakan dalam Sepekan, Pipa Gas PT TGI Berusia Puluhan Tahun Disorot

Dua Ledakan dalam Sepekan, Pipa Gas PT TGI Berusia Puluhan Tahun Disorot

  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral – Ledakan pipa gas kembali terjadi di Riau. Kali ini, pipa gas yang melintas di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), meledak pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 00.45 WIB.

Dentuman keras disertai suara gemuruh mirip pesawat tempur menggegerkan warga yang tengah terlelap. Ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengakibatkan lima unit rumah warga mengalami kerusakan. Salah satu rumah bahkan rusak cukup parah karena lokasinya sangat dekat dengan jalur pipa gas.

Peristiwa ini menambah daftar insiden ledakan pipa gas di Riau. Tepat sepekan sebelumnya, ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (2/1/2026) sore. Insiden tersebut mengakibatkan empat unit rumah warga dan lima sepeda motor hangus terbakar.

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Agustiar Ahalik meminta pihak PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengkaji dan meninjau ulang keberadaan pipa gas yang ada.

Karena usia pipa gas yang melintas sejumlah provinsi dan kabupaten hingga kota, sudah mencapai 30 tahun. “Dua kejadian pipa gas meledak dalam bulan ini, tentunya harus menjadi pelajaran bagi pihak perusahaan,” ujar Agustiar Ahalik, Jumat (9/1/2026) dikutip dari riaupos.co.

Pipa gas itu sambungnya, melintasi jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten hingga jalan desa. Bahkan, jalur pipa gas itu melintasi pemukiman warga.

“Areal yang dibebaskan untuk jalur pipa gas itu diperkirakan hanya 20 meter. Sementara di jalur pipa gas juga terdapat pemukiman warga,” ucap Agustiar Ahalik yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Inhu.

Untuk itu harapnya, agar tidak makan korban lebih banyak dan anak kemenakan terdampak, sudah selayaknya pihak perusahaan mengkaji ulang keberadaan pipa gas tersebut.

“Kebocoran pipa gas itu diawali dari ukuran kecil dan terus membesar. Sementara keberadaan pipa gas bocor tidak diketahui lantaran berada di dalam tanah,” beber Agustiar Ahalik.(red/isa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PWI Dumai Dorong Sinergi Media dan Pemerintah Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    Ketua PWI Dumai Dorong Sinergi Media dan Pemerintah Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dumai, Bambang Prayetno menghadiri perayaan Hari Jadi Kota Dumai yang ke-26 tahun 2025 yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Taman Bukit Gelanggang Jalan HR Subrantas Kota Dumai, Minggu (27/4/2025). Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kemajuan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Dumai, Bambang menyampaikan ucapan […]

  • Sabu dan Ganja yang Disita Polisi Ternyata “Sisa Jualan” Bandar di Siak

    Sabu dan Ganja yang Disita Polisi Ternyata “Sisa Jualan” Bandar di Siak

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Pelarian bandar narkoba MT berakhir setelah Satresnarkoba Polres Siak membekuknya di sebuah hotel di Dumai. Pngungkapan bermula dari penangkapan kurir dengan barang bukti sabu dan ganja sisa edar di wilayah Siak dan Sungai Apit. Pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak mengungkap fakta mengejutkan. Sabu dan ganja yang disita […]

  • Dua Pemuda Tewas dalam Aksi Saling Tikam di Tembilahan, Polisi Tangkap Satu Pelaku

    Dua Pemuda Tewas dalam Aksi Saling Tikam di Tembilahan, Polisi Tangkap Satu Pelaku

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Tembilahan – Insiden baku hantam yang berujung pada aksi saling tikam antar dua kelompok pemuda di Jalan Kapten Mukhtar, Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (4/10/2024) malam, mengakibatkan dua orang tewas. Kedua korban meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Budi Setiawan, melalui Kasat Reskrim AKP Anggi […]

  • Dugaan Korupsi SPPD Fiktif: Moge Harley Davidson Ikut Disita Penyidik

    Dugaan Korupsi SPPD Fiktif: Moge Harley Davidson Ikut Disita Penyidik

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Harley Davidson tipe XG500 Street 500 keluaran 2015 bernilai lebih dari Rp200 juta menjadi salah satu barang bukti yang disita penyidik Polda Riau dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau. Motor berpelat BM 3185 ABY ini disita dari seorang pria berinisial IS pada 30 Oktober […]

  • Imigrasi Dumai Nyatakan Nol Toleransi untuk Calo dan Pungli

    Imigrasi Dumai Nyatakan Nol Toleransi untuk Calo dan Pungli

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Imigrasi Dumai tegaskan nol toleransi terhadap pungli dan calo. Kepala Kantor Imigrasi Ruhiyat M Tolib siap buka diri terhadap audit dan minta masyarakat lapor jika temukan penyimpangan. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Dumai, Ruhiyat M Tolib, menyatakan sikap tegas terhadap praktik percaloan dan pungutan liar (pungli) dalam pelayanan keimigrasian. Ia menegaskan bahwa […]

  • Ketua LPM Soroti Lambannya Penetapan PJs Penghulu, Singgung Intervensi Tak Sehat di Rokan Hilir

    Ketua LPM Soroti Lambannya Penetapan PJs Penghulu, Singgung Intervensi Tak Sehat di Rokan Hilir

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • 0Komentar

    PANIPAHAN, KABARVIRAL – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kepenghuluan Panipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Muhammad, angkat bicara terkait belum adanya keputusan penetapan Penjabat Sementara (PJs) Penghulu di wilayahnya. Ia menyayangkan lambannya proses dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan menilai ada intervensi tidak sehat yang menjadi penghambat. “Kami melihat ini bukan sekadar kelambanan administratif. […]

expand_less