Tim SAR Gabungan Cari Dua Nelayan Hilang di Selat Melaka
- calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
- print Cetak

Tim SAR gabungan berusaha mencari dua nelayan yang hilang di perairan Selat Melaka setelah kapal mereka ditemukan tanpa awak.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tim SAR gabungan terus mencari dua nelayan asal Kepulauan Meranti yang hilang di perairan Selat Melaka, tepatnya di Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir. Bacok (42), warga Tanah Merah, dan iparnya, Wandi (37), warga Bengkalis, hilang setelah pergi menangkap ikan pada Kamis (20/6) malam lalu.
PADA Jumat (21/6) dini hari, badai melanda laut, diduga membuat Bacok dan Wandi tercebur ke laut. Keesokan paginya, nelayan lain menemukan kapal motor milik mereka di tengah laut dengan muatan ikan, tetapi Bacok dan Wandi tidak ada di kapal.
Mendengar kabar ini, nelayan dan aparat setempat segera melakukan pencarian, namun hingga kini belum menemukan kedua korban. Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, menyatakan timnya langsung menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Lokasi kejadian berjarak sekitar 30,31 Nautical Miles (Nm) dari Unit Siaga SAR Meranti.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari empat personel rescuer Unit Siaga SAR Meranti, TNI Angkatan Laut, Polairud, BPBD, dan nelayan setempat, kini sedang melakukan upaya pencarian. Prima Herrie menjelaskan bahwa Kepala Desa Tanah Merah melaporkan kecelakaan dua nelayan di perairan Tanjung Kedabu pada titik koordinat 1°15’17” U – 102°51’40” E.
“Saat ini, kami masih melakukan upaya pencarian dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kami akan terus mencari dengan harapan kedua nelayan dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Dalam perkembangan terbaru, satu dari dua korban dilaporkan selamat. Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel M.Tr. Hanla MM, melalui Danposal Selatpanjang Kapten Laut (E) Saidul Arifin, membenarkan kabar tersebut. Bacok selamat setelah melompat ke tongkang dari kapal tugboat bernama TB Terus Jaya 19 pada pukul 11:00 WIB tadi.
“Kapten kapal tugboat menjelaskan bahwa Bacok melompat ke tongkang saat mereka memasang jaring. Bacok ditemukan di tongkang milik mereka yang memuat kontainer,” katanya.
Kapten kapal tugboat tidak tahu kapan dan di mana tepatnya kejadian tersebut terjadi. “Kami belum mendapatkan keterangan lebih lanjut. Kami sudah koordinasi dengan Posal Bengkalis karena kapal tugboat menuju ke sana. Kapal tugboat tersebut berlayar dari Singapura menuju pelabuhan,” jelasnya.**
- Penulis: Redaksi






