Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » DBD Mengganas di Rohil, Kabid dan Tim P2PPL Dinkes Rohil Disorot

DBD Mengganas di Rohil, Kabid dan Tim P2PPL Dinkes Rohil Disorot

  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral, Rokan Hilir — Sorotan tajam publik kini tertuju kepada Kepala Bidang dan Kepala Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir yang dinilai belum mampu menunjukkan langkah konkret dalam menangani meningkatnya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut memicu kritik keras dari berbagai elemen masyarakat. Penanganan DBD dinilai berjalan lamban, tidak terukur, dan minim edukasi kepada masyarakat. Publik bahkan mempertanyakan efektivitas program pencegahan penyakit yang selama ini dijalankan oleh Dinas Kesehatan Rohil.

Riady, salah satu aktivis muda Rohil, secara tegas meminta Bupati Rokan Hilir untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kabid dan Kepala Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Rohil.

Menurutnya, jabatan strategis di sektor kesehatan harus diisi oleh figur yang benar-benar memiliki kapasitas, keahlian, serta kepekaan terhadap persoalan penyakit menular yang membahayakan masyarakat.

“DBD bukan penyakit biasa dan bukan persoalan sepele. Ini menyangkut keselamatan masyarakat luas. Ketika kasus terus meningkat namun langkah penanganan terkesan lemah dan tidak maksimal, maka publik patut mempertanyakan kemampuan serta keseriusan pihak yang bertanggung jawab,” tegas Riady kepada wartawan.

Ia menilai anggaran yang telah dialokasikan pemerintah melalui program pencegahan dan pengendalian penyakit seharusnya mampu menghasilkan langkah nyata di lapangan. Namun fakta yang terjadi justru menimbulkan keresahan masyarakat karena kasus DBD dinilai semakin meningkat tanpa penanganan yang signifikan.

Tak hanya itu, publik juga mulai mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran penanganan DBD yang selama ini dikucurkan pemerintah pusat ke daerah melalui Dinas Kesehatan. Menurut Riady, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana realisasi anggaran tersebut digunakan untuk upaya pencegahan, penanganan, hingga edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Anggaran sudah ada, program juga terus dibahas setiap tahun. Tetapi masyarakat mempertanyakan hasil konkretnya di lapangan. Jangan sampai anggaran besar hanya habis secara administratif tanpa dampak nyata terhadap penurunan kasus DBD,” ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Riady juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi terkait jumlah korban dan angka kematian akibat DBD di Kabupaten Rokan Hilir. Ia menilai data tersebut seharusnya dipublikasikan secara transparan agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya dan bisa meningkatkan kewaspadaan.

“Yang menjadi pertanyaan publik hari ini, berapa sebenarnya jumlah korban DBD dan apakah ada angka kematian yang tidak pernah dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat? Jangan sampai persoalan serius seperti ini justru ditutup-tutupi,” katanya.

Kritik juga diarahkan terhadap minimnya langkah preventif seperti penyelidikan epidemiologi, fogging, edukasi pola hidup bersih dan sehat, hingga pengawasan lingkungan yang dinilai belum berjalan optimal.

Menurut Riady, lemahnya koordinasi serta kurangnya gerakan cepat dari pihak terkait membuat masyarakat menilai Dinas Kesehatan Rohil seolah kehilangan arah dan tanpa progress dalam membangun sistem penanganan penyakit menular yang cepat, tepat, dan terukur.

“Kalau pejabat di bidang kesehatan tidak mampu berbicara dengan data, tidak mampu membaca situasi wabah, dan tidak mampu menghadirkan solusi konkret, maka Bupati harus mengambil langkah tegas. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan dan penanganan,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi terhadap pejabat kesehatan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat.

Riady meminta Bupati Rohil agar tidak menutup mata terhadap keresahan publik yang kini semakin meluas terkait meningkatnya ancaman DBD di sejumlah kecamatan.

Sementara itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera mengambil langkah serius, transparan, dan profesional dalam menangani persoalan DBD agar kepercayaan publik terhadap sektor kesehatan daerah tidak semakin menurun.(fad)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekerja Rekanan PT Wilmar Tertangkap Basah Curi Kabel, Dua Kali Beraksi

    Pekerja Rekanan PT Wilmar Tertangkap Basah Curi Kabel, Dua Kali Beraksi

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Dumai – Aksi nekat seorang pekerja rekanan PT Wilmar Group berinisial AR (29) berakhir dengan penangkapan oleh pihak keamanan perusahaan. AR tertangkap basah mencuri kabel sepanjang 1,8 meter di Area WWTP PT Wilmar Pelintung, Rabu (14/08/24) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian bermula saat security PT Wilmar melakukan patroli rutin di sekitar area perusahaan. […]

  • Polisi Tangkap Bandar Narkoba dengan 29 Paket Sabu di Rohil

    Polisi Tangkap Bandar Narkoba dengan 29 Paket Sabu di Rohil

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • 0Komentar

    Polda Riau menangkap bandar narkoba berinisial AM dengan 29 paket sabu di Rokan Hilir. Penggerebekan berlangsung dramatis setelah pengembangan kasus sebelumnya. KEPOLISIAN Daerah Riau kembali mencetak prestasi gemilang dalam pemberantasan narkoba. Sebanyak 29 paket sabu berhasil digagalkan peredarannya setelah penangkapan seorang bandar narkoba berinisial AM (32) di Dusun Pondok Cabe, Kepulauan Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung […]

  • 1 ABK Penyelundup 7,5 Ton Pasir Timah Kini Resmi Jadi Tersangka

    Kasus Penyelundupan 7,5 Ton Pasir Timah ke Malaysia, 11 ABK Batam Jadi Tersangka

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Sebanyak 11 ABK asal Kepulauan Riau resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penyelundupan 7,5 ton pasir timah ke Malaysia usai dideportasi dan diperiksa Bareskrim Polri. Pelarian 11 anak buah kapal (ABK) asal Kepulauan Riau yang mencoba menyelundupkan 7,5 ton pasir timah ke Malaysia berakhir di tangan kepolisian. Setelah sempat menjalani hukuman penjara di negeri […]

  • Dua Pria Tanpa Busana Digerebek Warga di Rumah Kontrakan Pekanbaru, Nyaris Diamuk Massa

    Dua Pria Tanpa Busana Digerebek Warga di Rumah Kontrakan Pekanbaru, Nyaris Diamuk Massa

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Pekanbaru — Dua pria diamankan warga setelah diduga melakukan perbuatan asusila di sebuah rumah kontrakan di Jalan Budidaya, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Jumat (27/2/2026) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar. Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat seorang warga yang hendak keluar membeli santap sahur merasa curiga […]

  • Buronan Penggelapan Uang Koperasi Miliaran Rupiah, Serahkan Diri ke Kejari Bengkalis

    Buronan Penggelapan Uang Koperasi Miliaran Rupiah, Serahkan Diri ke Kejari Bengkalis

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Bengkalis – Setelah hampir satu setengah tahun dalam pelarian, Saut Parulian Hutabarat, terpidana kasus penggelapan miliaran rupiah, akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis pada Rabu (14/08/24). Saut, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Koperasi Simpan Pinjam CU 17 Agustus, telah menjadi buronan sejak Januari 2023. Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Bengkalis, Resky […]

  • Hana Hanifah Dicekal ke Luar Negeri, Diduga Kecipratan Duit Korupsi SPPD Fiktif

    Hana Hanifah Dicekal ke Luar Negeri, Diduga Kecipratan Duit Korupsi SPPD Fiktif

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Selebgram sekaligus artis FTV Hana Hanifah resmi dicekal ke luar negeri oleh Ditreskrimsus Polda Riau. Langkah ini diambil menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau. Nama Hana mencuat setelah penyidik menemukan indikasi aliran dana haram senilai Rp900 juta yang mengalir ke rekeningnya. “Pencekalan […]

expand_less