Breaking News
light_mode
Beranda » Viral » Mayat Terapung di Meranti, Ternyata WN Malaysia yang Terjun dari Jembatan Johor Bahru

Mayat Terapung di Meranti, Ternyata WN Malaysia yang Terjun dari Jembatan Johor Bahru

  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral – Identitas mayat pria yang ditemukan terapung di perairan Kepulauan Meranti akhirnya terungkap. Korban diketahui WN Malaysia yang dilaporkan hilang setelah terjun dari Jembatan Second Link Johor Bahru.

Misteri penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang terapung di perairan Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya terungkap.

Korban dipastikan merupakan warga negara Malaysia yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Johor Bahru.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, setelah dilakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan otoritas Maritim Johor Bahru, Malaysia.

“Sejak awal kami membuka komunikasi lintas negara. Kami sampaikan bahwa telah ditemukan satu jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Pulau Rangsang,” ujar Prima Herrie, Sabtu (3/1/2026).

Hasil koordinasi tersebut mengarah pada kecocokan ciri fisik, pakaian, serta sejumlah petunjuk lain yang melekat pada jenazah. Pihak Maritim Johor Bahru kemudian mengonfirmasi bahwa korban identik dengan seorang pria yang sebelumnya dilaporkan terjun ke laut di kawasan Tanjung Piai, Johor Bahru.

Berdasarkan laporan resmi Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Johor Bahru, korban diketahui bernama Teh Kok Keong (33), seorang pria keturunan Tionghoa, warga negara Malaysia.

Korban dilaporkan terjun dari Jembatan Second Link Tuas–Johor, jalur penghubung strategis antara Malaysia dan Singapura. Hingga kini, motif korban terjun ke laut masih belum diketahui.

“Setelah koordinasi intens, akhirnya kami mendapat kepastian bahwa jenazah Mr X merupakan warga negara Malaysia yang sedang dicari otoritas setempat,” jelas Prima Herrie.

Identitas korban semakin kuat setelah petugas menemukan jaket yang dikenakan jenazah bertuliskan Tower Transit, perusahaan operator bus internasional yang beroperasi di Singapura. Diketahui, korban merupakan karyawan perusahaan tersebut dan bekerja di Singapura.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima komunikasi langsung dari seseorang yang mengaku sebagai keluarga korban.

“Pihak keluarga menghubungi BPBD, Polres Kepulauan Meranti, serta Basarnas pada Kamis malam. Mereka mengirimkan foto dan identitas korban yang sesuai dengan jenazah yang ditemukan,” ujar Ardath.

Menurutnya, nomor yang menghubungi berasal dari Singapura dan identitas yang dikirimkan cocok, termasuk logo perusahaan pada pakaian korban. Saat ini, keluarga korban dikabarkan tengah dalam perjalanan menuju Batam dan selanjutnya ke Kabupaten Kepulauan Meranti untuk proses lanjutan.

Diduga kuat, jasad korban hanyut mengikuti arus Selat Malaka hingga akhirnya ditemukan di perairan Pulau Rangsang. Jarak laut antara Johor Bahru dan Pulau Rangsang diperkirakan mencapai 25–35 mil laut atau sekitar 46–65 kilometer.

Sebelumnya, penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga Dusun I, Desa Tanjung Kedabu. Jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 10.15 WIB, Jumat (2/1/2026), di wilayah RT 002/RW 002 saat melintas di perairan setempat.

BPBD Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang, Bhabinkamtibmas Rangsang Pesisir, Basarnas, serta UPT Puskesmas setempat langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi bersama masyarakat.

“Meski kondisi lapangan cukup menantang, proses evakuasi berjalan lancar,” tambah Ardath.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, SH, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan penyelidikan awal masih terus dilakukan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor apabila memiliki informasi tambahan yang dapat membantu proses penanganan serta koordinasi lanjutan dengan pihak keluarga korban.***

Sumber: goriau.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Satpol PP Meranti Temukan Pasangan Mesum di Hotel Melati

    Heboh! Satpol PP Meranti Temukan Pasangan Mesum di Hotel Melati

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • 0Komentar

    Suasana malam di Kabupaten Kepulauan Meranti berubah mencekam saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah tempat hiburan malam dan hotel pada Selasa (30/7/2024). OPERASI ini dipimpin oleh Kabid Operasi dan Perda, Ardath, S.IP, yang menargetkan lokasi-lokasi rawan bermaksiat. Dalam razia yang berlangsung dari pukul 22:00 WIB hingga subuh, […]

  • Kapolda Riau, Irjen Pol M Iqbal dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau, Selasa (18/2/2025).

    Polda Riau Bongkar Jaringan Narkotika Internasional, 87,68 Kg Sabu dan 51.882 Butir Ekstasi Disita

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan narkoba dengan mengungkap jaringan narkotika internasional yang melibatkan penyelundupan barang haram dari Malaysia. Dalam operasi ini, aparat berhasil menyita 87,68 kilogram sabu dan 51.882 butir pil ekstasi. Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, mengapresiasi kerja keras Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, Kasat Narkoba, Iptu Donny Binsar, […]

  • Nelayan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Rokan, Warga Diminta Waspada

    Nelayan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Rokan, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • 0Komentar

    Kabarviral, Rohil – Seorang nelayan bernama Hariono (34), warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, tewas tragis setelah diterkam buaya di perairan Sungai Rokan, tepatnya di Kepenghuluan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Selasa (8/10). Insiden ini kembali mengingatkan warga akan bahaya buaya di kawasan tersebut. Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, melalui Kasi […]

  • Banjir Rob Makin Meluas, Dari Tembilahan Hingga Pesisir Inhil Tergenang

    Banjir Rob Makin Meluas, Dari Tembilahan Hingga Pesisir Inhil Tergenang

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Banjir rob di Indragiri Hilir kian meluas, merendam wilayah dari Tembilahan hingga kecamatan pesisir. BPBD meningkatkan patroli, pemantauan, dan imbauan siaga kepada warga seiring naiknya ketinggian pasang air laut. Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, selain di Ibukota Tembilahan, banjir Rob juga melanda di beberapa kecamatan lainnya. BPBD mengungkapkan banjir rob tahun […]

  • Pelaku Curanmor di Pujud Dibekuk, Rekannya Tewas Diamuk Massa

    Pelaku Curanmor di Pujud Dibekuk, Rekannya Tewas Diamuk Massa

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • 0Komentar

    BAGANSIAPIAPI, KABARVIRAL – Pelaku curanmor di Pujud, MS alias SI, berhasil ditangkap Polsek Pujud. Rekannya, Harik alias Heri, tewas diamuk massa saat kepergok mencuri motor di Sedinginan. Dua unit sepeda motor diamankan sebagai barang bukti. Unit Reskrim Polsek Pujud Polres Rokan Hilir berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang selama ini meresahkan warga. Penangkapan dilakukan […]

  • Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 303 Orang Meninggal Dunia, 279 Masih Hilang

    Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar: 303 Orang Meninggal Dunia, 279 Masih Hilang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar terus bertambah, total 303 meninggal dan 279 masih hilang. BNPB menyebut pencarian ratusan korban berlanjut, sementara banyak daerah masih terisolir sehingga penanganan darurat dilakukan melalui jalur udara. Total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera […]

expand_less