Petani Tewas Diserang Buaya di Rohil, Korban Diseret dari Parit Bekas Galian
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Serangan buaya kembali terjadi di Rokan Hilir. Seorang petani bernama Darmen (30) tewas diseret buaya saat merendam sawit di parit bekas galian di Kepenghuluan Labuhan Papan.
“Kejadiannya di daerah Pertanahan, wilayah perkampungan trans di Kepenghuluan Labuhan Papan,” kata seorang warga TPTM, Rahmad, Kamis (11/12).
Kejadian yang menimpa korban diketahui dari rekan korban yang saat kejadian, Selasa (9/12) sore, sama-sama berada di lokasi. Saat itu korban bersama temannya Azid dan Riki baru saja memanen sawit di kebun milik Nababan sampai tiba-tiba Darmen mengalami serangan secara mendadak.
Kapolsek TPTM Ipda Boni Sagala melalui Kanit Reskrim Aipda Joan Kurniawan SH menyebutkan kejadian yang menimpa korban berlangsung setelah memanen sawit. “Setelah memanen mereka masuk ke parit untuk merendam berondolan TBS sawit,” ujar Aipda Joan, Kamis (11/12).
Saat merendam itu, tak disangka ada buaya di dalam parit bekas galian alat berat atau parit bekoan itu. Menurut Aipda Joan, tak lama setelah masuk parit, tiba-tiba korban tak terlihat lagi. “Kedua rekannya berusaha mencari namun tak menemukan korban di parit,” kata Aipda Joan.
Tak berapa lama, mereka justru melihat korban sudah berada di seberang parit diseret seekor buaya berukuran besar. Melihat itu, keduanya mengejar dan berusaha menarik tubuh korban tapi tak bisa mengalahkan kekuatan buaya yang menyeret korban ke dalam air dan menghilang.
Kejadian itu dilaporkan ke pihak keluarga dan pihak terkait. Selanjutnya dilakukan pencarian melibatkan berbagai pihak, sampai akhirnya korban ditemukan dalam keadaan tewas, Rabu (10/12) malam. “Sekitar pukul 21.30 WIB, warga yang masih melakukan penyisiran menemukan jasad korban tak jauh dari lokasi awal kejadian,” kata Aipda Joan.
Kondisi tubuh korban didapati luka-luka akibat gigitan buaya di bagian paha, perut serta kepala. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan boat ke kawasan Pertanahan, dekat rumah duka.
Terkait kejadian itu, Kanitreskrim mengatakan pipak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima bahwa korban meninggal akibat serangan buaya. Korban selanjutnya dibawa untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kisaran, Sumut.
Kasus serangan buaya yang berujung dengan tewasnya korban ini, menambah panjang kejadian serupa di Rohil pada tahun 2025 ini. Berdasarkan catatan Riau Pos, terdapat sejumlah kasus serangan buaya, dengan tingkat fatalitas berbeda mulai dari luka hingga berujung dengan kematian.
Di antaranya satu kasus menimpa seorang warga Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Bangko bernama Tarmisi (39) hilang diduga diserang buaya. Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan tak membuahkan hasil. Korban diserang di sebuah tangkahan daerah Batu Enam, Bagansiapiapi.
Selain itu ada kasus serangan dengan korban tewas yakni Supriadi. Ini terjadi pada Maret 2025. Selanjutnya seorang korban tewas Anuar (70) di daerah Bangko Kiri Kecamatan Bangko Pusako pada April 2025. Kejadian lain di Kecamatan Kubu, pada Jumat (21/3) dengan korban seorang anak Fi (10).***
Sumber: riaupos.com
- Penulis: Redaksi






