Nelayan Tewas Diterkam Buaya saat Menjaring Ikan di Sungai Rokan
- calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
- print Cetak

Nelayan di Rohil Tewas Diterkam Buaya saat Menjaring Ikan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROKAN HILIR, KABARVIRAL – Seorang nelayan bernama Safri bin Hasan (46), warga Jalan H Annas Maamun, Kepenghuluan Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, tewas mengenaskan setelah diserang buaya di Sungai Rokan. Jenazahnya ditemukan pada Sabtu (16/11/2024) sekitar pukul 11.00 WIB oleh warga setempat.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syaroni, melalui Plh Kasi Humas, Ipda Fahrudin Ahmadi Rambe, membenarkan kejadian tragis ini.
“Korban ditemukan dengan luka cakaran di lengan kanan, luka di bibir, dan darah keluar dari hidungnya. Diduga kuat korban tewas akibat serangan buaya,” ujarnya, Sabtu siang.
Menurut keterangan Dedi bin Hasab Rajab, adik kandung korban, insiden bermula pada Jumat (15/11/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. Safri sedang menjaring ikan di kawasan Kuala Sungai Parit Jawa bersama Dedi. Saat itu, korban tiba-tiba diserang seekor buaya besar.
Pada Sabtu pagi, dua saksi, Mahdar dan Riki, yang bekerja di sekitar Jembatan Parit Jawa, mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai. Mereka segera menyisir lokasi sejauh 150 meter dan menemukan lima orang memegang tubuh Safri di pinggir sungai.
Buaya Besar Terekam di Lokasi
Ketika tim Polsek Bangko dan Polres Rokan Hilir melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), seekor buaya sepanjang sekitar empat meter muncul di sekitar lokasi penemuan jenazah. Keberadaan buaya tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Safri menjadi korban serangan predator sungai itu.
“Lokasi Sungai Parit Jawa memang sering menjadi tempat munculnya buaya, terutama pada sore hingga malam hari. Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai,” kata Ipda Fahrudin.
Setelah dievakuasi, jenazah Safri langsung dibawa ke rumah duka di Sungai Manasib, Kecamatan Bangko Pusako, atas permintaan keluarga. Korban dimakamkan tanpa dilakukan otopsi.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus memantau kawasan tersebut untuk menghindari kejadian serupa. Warga yang tinggal atau beraktivitas di dekat Sungai Rokan diimbau untuk selalu waspada, terutama di area yang dilaporkan sering menjadi habitat buaya.(red/isa)
- Penulis: Redaksi







