Pelajar SMP di Siak Tewas Saat Ujian Praktik, Senapan Rakitan Meledak

Prosesi pemakaman Muhammad Aqil Arizal pelajar SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak di Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Rabu (8/4/2026).

kabarViral, Siak – Tragedi di SMP Sains Tahfizh Siak, pelajar tewas akibat ledakan senapan rakitan saat ujian praktik IPA, polisi selidiki penyebab dan dugaan kelalaian.

Tragedi menyayat hati terjadi di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak, Rabu (8/4). Sekitar pukul 09.30 WIB, senapan rakitan 3D pelurunya meledak, me­nyasar ke wajah Muhammad Aqil Arizal.

Pelajar yang duduk di bangku kelas III ini tumbang, tak bergerak, lalu dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak, nyawanya tak tertolong. Ada luka serius di bagian antara dua alis dan hidung.

Praktik berujung malapetaka. Senjata rakitan 3D hasil karya sains yang diharapkan mendapatkan nilai bagus, justru meledak ketika diperagakan dalam ujian praktik. Suasana panik pun menyelimuti SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak ini.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos memberikan penjelasan terkait kasus ini. Pada saat pelaksanaan ujian praktik sains terdapat lima kelompok yang akan memperagakan hasil karya sains. Satu kelompok berisi sembilan pelajar.

Saat giliran tim korban dimulai untuk praktik, korban menyuruh teman kelompoknya untuk menjauh dari titik tempat kejadian perkara.

“Karena korban akan menunjukan/memperagakan aksi ujian praktiknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuat korban,” jelas Kosmos.

Korban mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer yang dibuat. Pada saat tembakan dilakukan, terjadi ledakan di senapan 3D rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap, suara dentuman.

Bahkan, pecahan senapan 3D rakitan tersebut berhamburan mengenai aula sekolah, juga dinding kelas. “Tak hanya itu, ledakan juga mengenai kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah,” jelasnya.

Setelah dilakukan olah TKP dan temuan penyebab ledakan yaitu hasil karya sain korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi, dan bubuk hitam. “Bubuk hitam itu kami kirim ke Lapfor Polda Riau,” terangnya.

Satreskrim akan melakukan rangkaian penyelidikan terkait peristiwa ini, apakah ada unsur kalalaian atau lainnya. “Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini,” sebutnya.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Siak Herman yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, praktik kelompok Pelajaran IPA yang dipandu ibu guru bernama Indah dilaksanakan di halaman dalam sekolah. Pelajar diberi kebebasan mau memperlihatkan apa hasil karya mereka.

Kelompok Aqil, merakit jenis senapan, lengkap dengan pelurunya. Saat presentasi, Aqil sempat menyampaikan kepada gurunya, beberapa perlengkapan keterampilannya tertinggal. “Bu Indah mengatakan kepada Aqil, biar sajalah kalau tinggal, tidak apa-apa, pakai yang ada saja,” jelas Herman.

Hanya saja, entah bagaimana caranya Aqil, akhirnya perlengkapan yang tinggal itu ada yang mengantarkan. Setelah kelompok lainnya selesai mempraktikkan hasil karya mereka, sekitar pukul 09.30 WIB, kelompok Aqil pun tampil. Namun, nahas, bagian kepala dan wajah Aqil terkena ledakan, dia langsung rubuh.

“Tidak ada teman timnya yang kena dalam insiden itu, hanya Aqil,” jelasnya. Salah seorang teman Aqil mengatakan, keterampilan mereka sudah diuji oleh Aqil di rumah dan berhasil. Di lokasi, tampak sejumlah pelajar berdiri berkelompok membicarakan apa yang telah terjadi pada rekan mereka.

Keluarga Korban Ikhlas

Uwak korban atau abang ayah korban bernama Dr Fauzi Asni mewakili keluarga, mengatakan keluarga sudah ikhlas atas apa yang menimpa korban. Korban dikatakannya merupakan anak saleh, kreatif dan cerdas.

“Saat dilakukan uji coba di rumah, karya sains korban aman dan berhasil,” kata pria yang yang juga menjabat Asisten I Setkab Siak ini saat berada di Pemakaman Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Rabu (8/4) petang.

Secara pribadi, Fauzi Asni juga mengatakan sebenarnya perlu pendampingan dalam setiap karya yang dibuat sehingga benar-benar aman untuk dirinya maupun orang lain.

Keluarga mendukung semua capaian korban, termasuk karya sains yang menelan jiwanya ini. Bahkan ayahnya Muhamad Rozali ikut mengantarkan karya sang putra.

Saat pemakaman, terlihat ayah korban yang turun ke liang lahat begitu tegar. Sementara ibunya Ratry Asti Dwi Ariani menangis di tepi liang lahat. Adiknya yang masih kecil berada tidak jauh dari ibunya.

Teman-teman sekolahnya ramai menghantarkan Aqil ke peristirahatan terakhir. Kenangan jelas atas capaian Aqil memenangkan lomba robotik tingkat Provinsi Riau, beberapa waktu lalu. Aqil yang rajin salat berjemaah, membuat banyak yang sayang padanya.

Pengurus Yayasan Islamic Center Siak Nizamul Muluk mengatakan Aqil anak yang saleh, cerdas, dan kreatif. Selalu saja punya ide, dan merealisasikannya dalam bentuk karya. “Kami bangga dengan Aqil yang saat ini duduk di kelas III, hasil tes nasional dia lulus di MAN IC Perawang,” kata Nizamul.

Disdik Belum Bisa Mendahului Penyelidikan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Siak Romy Lesmana Dermawan AP MSi ikut berduka. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga anak kami Muhammad Aqil yang menjadi korban,” ujarnya.

Disebutkan Romy, saat ini sedang tahap penyelidikan kepolisian dan juga semua pihak masih terkejut dengan kejadian ini. Secara teknis tentunya akan ada evaluasi dan review terhadap hal-hal yang menjadi pedoman dalam pembelajaran.

“Waktunya nanti menyesuaikan dengan kondisi, sebab saat ini kami sedang berduka,” ujarnya. ‘’Disdik belum bisa mendahului penyelidikan kepolisian. Namun, dari sisi pembinaan sekolah akan dilakukan review dan evaluasi secepatnya,’’ tambahnya.

Editor: isa
Sumber: riaupos.co