Menu Bakso dan Kacang Tojin di SD Dumai Jadi Sorotan, Dinilai Tak Seimbang Budget
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari para wali murid siswa sekolah dasar di Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, terkait menu MBG yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Sorotan tersebut mencuat setelah ratusan siswa SD menerima paket MBG berupa bakso, kacang tojin dan buah jeruk. Menu tersebut diketahui dibagikan kepada ratusan siswa SD Negeri 021 Tanjung Palas. Menu yang sama turut diberikan kepada siswa di SD Negeri 009 Tanjung Palas.
Para orang tua murid mempertanyakan porsi dan kualitas menu yang diterima anak-anak mereka, terlebih dengan besaran anggaran MBG yang mencapai Rp15.000 per porsi per siswa.
“Inilah menu MBG yang diterima anak kami. Kalau dilihat dari menunya, kami mempertanyakan apakah ini sebanding dengan budget yang ada,” ujar salah seorang wali murid, Kamis (15/1/2026).
Bahkan, salah satu orang tua mengaku sempat menimbang kacang tojin yang diterima anaknya. Hasilnya, berat kacang tersebut hanya sekitar 21 gram. Jumlah itu dinilai terlalu minim dan belum mencerminkan tujuan utama MBG sebagai program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
Tak hanya soal porsi, orang tua murid juga menyoroti aspek keamanan pangan. Pasalnya, menu bakso tersebut dibagikan lebih awal untuk dikonsumsi dua hari kemudian, lantaran Jumat (16/1/2026) merupakan hari libur nasional dalam rangka Isra Mikraj.
“Baksonya dibagikan hari ini, tapi untuk dimakan dua hari lagi. Kami khawatir soal keamanannya, karena itu makanan olahan,” ujar wali murid lainnya.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional telah merinci penggunaan anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi per siswa. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa Rp2.000 dialokasikan untuk biaya sewa usaha, meliputi sewa gedung, tanah, peralatan, ompreng, serta kebutuhan sewa penunjang lainnya.
Selanjutnya, Rp3.000 digunakan untuk biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, internet, gas, bahan bakar minyak (BBM), hingga transportasi distribusi makanan. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp10.000 dialokasikan sepenuhnya untuk pembelian bahan baku makanan.
Dengan rincian tersebut, para wali murid menilai menu MBG yang diterima siswa SD di Tanjung Palas belum mencerminkan pemanfaatan anggaran bahan baku sebesar Rp10.000 per porsi.
Dilansir dari sekilasriau.com, menanggapi keluhan tersebut, Kepala SD Negeri 021 Dumai, Juniar, menyebutkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan masukan terkait menu MBG kepada Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Namun, pihak SPPG menyatakan bahwa menu tersebut telah disesuaikan dengan rekomendasi ahli gizi.
Meski demikian, pihak sekolah bersama dewan guru berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan SPPG pada pekan depan guna membahas berbagai keluhan wali murid, termasuk soal menu MBG dan kesesuaian penggunaan anggaran.
Selain itu, Juniar juga membenarkan bahwa penyaluran paket MBG dibagikan lebih awal karena hari Jumat merupakan hari libur (isra mikraj), sehingga tidak ada kegiatan belajar mengajar maupun pembagian MBG di sekolah.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






