Barrier Gate RSUD Bagan Siapiapi Mati Sejak Ramadan, HIPPEMAROHI Soroti Potensi Kebocoran Dana Parkir

kabarViral, Bagan Siapiapi — Kondisi memprihatinkan terjadi di RSUD Pratomo Bagan Siapiapi. Palang portal otomatis (barrier gate) parkir yang seharusnya menjadi instrumen utama pengelolaan retribusi dan kontrol kendaraan, dilaporkan telah lama tidak berfungsi. Ironisnya, hingga kini tidak terlihat langkah konkret dari pihak manajemen rumah sakit untuk melakukan perbaikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan tersebut terjadi sejak bulan Ramadan dan terus berlanjut tanpa kepastian. Situasi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, khususnya terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di lingkungan rumah sakit milik daerah tersebut.

Sorotan tajam datang dari Himpunan Pelajar Pemuda & Mahasiswa Rokan Hilir (HIPPEMAROHI) Pekanbaru. Mereka menilai, matinya sistem barrier gate bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi mengindikasikan adanya persoalan serius dalam tata kelola keuangan, khususnya yang berkaitan dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Ini bukan sekadar alat rusak. Ini soal sistem yang lumpuh dan berpotensi membuka celah kebocoran pendapatan. Pertanyaannya sederhana: selama portal parkir tidak berfungsi, bagaimana sistem pencatatan dan pengelolaan uang parkir dilakukan? Dan yang lebih penting, ke mana arah dana tersebut?” tegas Akas selaku Ketua Hippemarohi

Menurut Akas, sebagai instansi yang menerapkan pola BLUD, RSUD Pratomo Bagan Siapiapi seharusnya memiliki sistem pengelolaan keuangan yang transparan, profesional, dan berbasis kinerja. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi sebaliknya: sistem pengawasan lemah, kontrol minim, dan potensi penyimpangan terbuka lebar.

Ketiadaan barrier gate membuat arus keluar-masuk kendaraan tidak lagi tercatat secara sistematis. Hal ini berdampak langsung pada hilangnya data riil jumlah kendaraan, yang seharusnya menjadi dasar perhitungan pendapatan parkir. Tanpa sistem otomatis, juga berdampak rawan manipulasi dan kebocoran.

Selain itu, sistem barrier gate juga berfungsi sebagai kontrol keamanan. Ketika tidak berfungsi, risiko kehilangan kendaraan atau tindak kriminal lainnya meningkat.

Akas Virmandi selaku Ketua HIPPEMAROHI juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap remeh. Mereka mendesak adanya audit menyeluruh terhadap pengelolaan parkir dan dana BLUD di RSUD Pratomo Bagan Siapiapi.

“Jika ini terus dibiarkan, maka publik berhak curiga bahwa ada pembiaran sistematis. Kami meminta inspektorat daerah dan aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan investigasi secara komprehensif,” lanjut mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Pratomo Bagan Siapiapi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan barrier gate maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana layanan Umum terhadap matinya sistem parkir ini menjadi alarm keras: ada yang tidak beres,” tutup Akas. (fad)