Rakor Dinkes Rohil Bersama Upika Bangko Bahas DBD serta Malaria
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral, Bagan Siapiapi – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Maria Susanti, S.Far., Apt., M.M., menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama unsur Upika (Unsur Pimpinan Kecamatan) Bangko guna membahas secara serius dampak dan bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta malaria yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bangko ini dihadiri oleh pimpinan kecamatan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Bagan Siapiapi dan Puskesmas Bagan Punak, para lurah, serta datuk dan datin se-Kecamatan Bangko. Rakor ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan angka penyebaran penyakit menular tersebut.
Dalam arahannya, Maria Susanti menegaskan bahwa DBD dan malaria bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut perilaku hidup masyarakat dan kondisi lingkungan. Ia menyebutkan bahwa kedua penyakit tersebut memiliki dampak serius, mulai dari penurunan produktivitas masyarakat hingga risiko kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“DBD dan malaria adalah penyakit yang bisa dicegah, namun tetap menjadi ancaman karena faktor lingkungan dan kurangnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa DBD disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, sementara malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Kedua penyakit ini berkembang di lingkungan yang tidak bersih dan memiliki genangan air, sehingga upaya pencegahan harus difokuskan pada pengendalian lingkungan.
Dalam rakor tersebut, sejumlah poin penting menjadi pembahasan utama, di antaranya:
Dampak kesehatan dan sosial akibat DBD dan malaria, Upaya pencegahan melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Peningkatan edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Peran aktif lurah, datuk, dan datin dalam menggerakkan masyarakat dan Penguatan deteksi dini dan respons cepat di tingkat puskesmas.
Perwakilan dari Puskesmas Bagan Siapiapi dan Bagan Punak turut menyampaikan kondisi terkini di lapangan, termasuk masih ditemukannya kasus DBD serta potensi penyebaran malaria di beberapa wilayah yang memiliki lingkungan rawan.
Sementara itu, unsur Upika Bangko menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh langkah-langkah Dinas Kesehatan, termasuk menggerakkan perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Para lurah, datuk, dan datin yang hadir juga menyatakan kesiapan mereka untuk turun langsung ke masyarakat dalam memberikan edukasi serta memastikan kegiatan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk berjalan secara rutin.
Rakor ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor serta memperkuat peran semua pihak dalam mencegah dan menanggulangi DBD dan malaria, demi terciptanya masyarakat Kecamatan Bangko yang sehat dan terbebas dari penyakit menular.(fad)
- Penulis: Redaksi






