Sopir Truk Sawit Ngamuk di Dermaga, Muatan Diserakkan karena Tak Diizinkan Naik Kapal
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARVIRAL – Seorang sopir truk sawit di Kepulauan Meranti, Riau, nekat menyerakkan muatan di Dermaga Insit usai merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas KMP Tirus. Insiden ini terjadi karena truk sawit miliknya tidak diizinkan naik kapal, sementara kendaraan lain tetap diberangkatkan. Pihak Dinas Perhubungan menjelaskan keterbatasan kapasitas kapal menjadi penyebab utama, dan penambahan jadwal pelayaran tengah diusulkan ke Kemenhub.
Konflik yang terjadi antara pengendara dan petugas dalam keberangkatan Kapal Roll On Roll Off atau Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tirus itu berlangsung pada Senin (10/11/2025). Dimana pengendara truk dengan muatan sawit merasa tidak dibolehkan naik ke kapal dan akhirnya ditinggal.
Pengendara truk Sawit tersebut diketahui bernama Khairul Fahmi. Ia mengungkapkan bahwa tiga mobil pribadi di belakang antriannya dibolehkan naik ke kapal. Sementara truk sawitnya tidak dibolehkan lagi naik, karena sudah penuh.
“Harusnya kami bisa diprioritaskan. Karena sawit ini cepat busuk. Ini kali ke dua saya diperlakukan seperti ini di Dermaga Insit,” keluh Khairul Fahmi, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, saat memuat kendaraan di KMP Tirus, pihak petugas mendahulukan mobil truk milik PLN yang akan telah selesai membawa pembangkit dari Buton ke Selatpanjang. Kemudian memasukkan kendaraan pribadi. Sementara, truk sawitnya tidak diperbolehkan naik, karena sudah penuh.
“Akhirnya saya protes. Karena truk PLN tidak ada muatan lagi. Harusnya bisa ditunda berangkat,” ujarnya.
Setelah truk PLN diturunkan, malah mobil pribadi dibelakang truk sawit miliknya yang disuruh naik. Sementara, truk sawit tersebut malah ditinggal karena sudah penuh.
“Harusnya ketika truk PLN turun, truk sawit kita yang naik. Tapi yang disuruh naik malah tiga mobil pribadi di belakang antrian kami,” katanya.
Khairul Fahmi berharap agar pihak pengelola pelabuhan bisa berlaku adil dan memahami situasinya. Sebab muatan sawit yang diangkutnya cepat busuk dan nantinya menjadi tidak berharga.
“Kami berharap pihak pengelola bisa menambah jadwal keberangkatan roro dari Insit ke Buton. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang tertinggal seperti yang kami alami. Kemudian, bisa mengklasifikasi urgensi muatan kendaraan yang akan berangkat. Dengan begitu masyarakat pemilik sawit tidak dirugikan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri, melalui Kabid Prasarana dan Keselamatan, Hasrizal membenarkan kejadian di Dermaga Insit. DItegaskannya kejadian kendaraan tertinggal disebabkan jumlah kendaraan yang akan naik lebih banyak dari kapasitas muatan kendaraan di KMP Tirus.
“Kejadian berawal, sesuai antrian, truk PLN sudah lebih dulu masuk. Kemudian, sejumlah mobil pribadi. Karena kapasitas yang terbatas, saat giliran truk sawit akan masuk, sisa ruang di kapal hanya cukup untuk satu unit mobil pribadi saja,” ceritanya.
Lebih lanjut, pejabat yang akrab disapa Aldo ini menceritakan karena pemilik truk sawit protes kepada petugas dan ngotot harus berangkat, akhirnya petugas mengeluarkan truk PLN, dan memberangkatkan semua kendaraan pribadi saja. Menurutnya hal itu menjadi keputusan terbaik, mengingat lebih banyak yang diselamatkan berangkat.
“Sementara truk sawit dan truk PLN kita sarankan berangkat Rabu dengan tujuan ke Dumai. Sebab jadwal keberangkatan dari Insit ke Buton, hanya sekali dalam setiap pekan,” terangnya.
Lebih jauh terkait penambahan jadwal kebarangkatan KMP Tirus dari Insit ke Buton, Aldo mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan hingga 4 kali dalam sepekan. Namun masih menunggu persetujuan Kementrian Perhubungan.
“Sudah kita usulkan, tapi menunggu persetujuan Dirjend Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan. Mudah-mudahan bisa segera ditambah. Supaya tidak ada lagi kendaraan yang tertinggal,” pungkasnya. ***
Editor: Isa
Sumber: goriau.com
- Penulis: Redaksi






