Harimau Berenang di Laut Bikin Geger, Ternyata Bukan di Dumai?
- calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, KABARVIRAL– Video berdurasi 1 menit 3 detik yang memperlihatkan seekor harimau Sumatera tengah berenang di lautan, viral di berbagai platform media sosial sejak Selasa (29/04). Banyak warganet menduga peristiwa itu terjadi di wilayah perairan Dumai, khususnya dekat kawasan industri PT Wilmar Group, Pelintung.
Namun, informasi terbaru muncul dari akun Facebook bernama Naagazat, yang menyebut bahwa lokasi dalam video tersebut bukan berada di Dumai.
“Kemarin harimau menunjukkan diri di Pelintung. Sekarang ini harimau yang hanyut di laut, tapi bukan di Dumai ya,” sebut seorang pria dalam rekaman video yang diposting akun tersebut Selasa (29/4/2025).
Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh beberapa orang menggunakan speed boat, namun harimau tersebut justru menunjukkan reaksi agresif.
Bahkan, dalam rekaman singkat terlihat kepala harimau dipukul menggunakan kayu kecil agar menjauh. Harimau pun akhirnya berenang kembali ke arah lautan dalam.
“Kami sempat ingin menolong, tapi harimaunya malah berusaha menyerang,” ujar warga dalam video tersebut.
Sebelumnya, video tersebut ramai disebut-sebut terjadi di Dumai karena warna air laut yang keruh kecoklatan dan sejumlah warga yang berada di atas speed boat menyebut nama “Wilmar” Pelintung. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai koordinat lokasi kejadian.
Di sisi lain, kemunculan harimau Sumatera memang benar terjadi di Pelintung baru-baru ini. BBKSDA Riau bersama pihak Polsek Medang Kampai dan keamanan PT Wilmar telah menemukan jejak tapak harimau berukuran 15 cm x 13 cm sekitar 5 kilometer dari permukiman.
Meski video viral tersebut masih simpang siur lokasinya, pihak BBKSDA tetap meminta masyarakat untuk waspada dan segera melapor jika melihat satwa liar tersebut. Apalagi, harimau Sumatera termasuk satwa langka yang dilindungi dan populasinya terus menurun.(Isa)
- Penulis: Redaksi






