Gempa M 7,1 Guncang Jepang: Fakta Ilmiah dan Dampak Tsunami Kecil
- calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
- print Cetak

Ishikawa, Jepang, luluh lantak dihantam gempa M 7,4 pada 1 Januari. Para ahli menjelaskan alasan negara ini rawan diguncang lindu. (Foto: REUTERS/KYODO)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gempa berkekuatan M 7,1 mengguncang Jepang pada Kamis (8/8), memicu tsunami kecil di sejumlah wilayah. Simak fakta ilmiah tentang gempa di Prefektur Miyazaki dan dampaknya dalam artikel ini.
—
PADA Kamis (8/8), Jepang diguncang gempa bumi berkekuatan M 7,1 yang menyebabkan kekhawatiran akan terjadinya tsunami. Gempa ini berpusat di laut dekat Prefektur Miyazaki, tepatnya pada kedalaman 39 km. Lembaga Meteorologi dan Geofisika Jepang segera mengeluarkan peringatan tsunami setelah kejadian tersebut.
Berikut adalah rangkuman fakta ilmiah mengenai gempa yang mengguncang Jepang, beserta dampak yang ditimbulkannya sebagaimana dilansir CNN Indonesia.
Sumber Gempa dan Kedalamannya
Gempa yang terjadi tergolong sebagai gempa dangkal dengan episenter di laut pada kedalaman 39 km. Kedalaman yang relatif dangkal ini seringkali menimbulkan kerusakan yang lebih signifikan di permukaan. Gempa tersebut terjadi di zona subduksi Nankai Trough, yang merupakan tempat di mana lempeng Laut Filipina menyelusup di bawah Lempeng Eurasia.
Mekanisme Gempa
Mekanisme gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi yang menghasilkan sesar naik atau thrust fault. Jenis sesar ini adalah salah satu penyebab utama terjadinya gempa besar di Jepang, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat kompresi tinggi seperti Nankai Trough. Thrust fault terjadi ketika satu blok batuan terdorong ke atas melewati blok lain, yang dalam kondisi tertentu dapat memicu tsunami.
Tsunami Kecil di Sejumlah Wilayah
Gempa ini memicu gelombang tsunami dengan ketinggian maksimal 50 cm di beberapa lokasi di Provinsi Miyazaki, Kochi, dan Kagoshima. Meski tsunami yang dihasilkan relatif kecil, beberapa wilayah seperti Miyazaki mencatat ketinggian air mencapai 50 cm, sementara di Nichinan Aburatsu dan Tosa Shimizu, ketinggian air berkisar antara 10 hingga 40 cm. Tsunami ini tidak menimbulkan kerusakan besar dan tidak berpotensi sampai ke Indonesia.
Dampak Lokal dan Kesiapsiagaan
Meskipun tsunami yang terjadi hanya setinggi di bawah 50 cm, penduduk di daerah pesisir tetap diminta waspada. Tsunami kecil ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan di wilayah rawan gempa seperti Jepang. Peringatan dini yang dikeluarkan oleh otoritas setempat adalah langkah penting untuk mengurangi risiko bencana yang lebih besar.
Kesimpulan
Gempa dengan magnitudo 7,1 yang mengguncang Jepang ini menunjukkan betapa aktifnya zona seismik di wilayah tersebut. Meskipun tsunami yang terjadi relatif kecil, penting untuk tetap waspada dan mematuhi peringatan resmi dari pihak berwenang. Kejadian ini juga mengingatkan kita akan perlunya persiapan dan mitigasi risiko di kawasan yang rentan terhadap gempa dan tsunami.**
Sumber : CNN Indonesia
Editor : Isa
- Penulis: Redaksi







