SIAK, KABARVIRAL – Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang emak-emak yang sedang sakit mengerang kesakitan, namun diduga ditolak oleh pihak Puskesmas Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, lantaran tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Video berdurasi 1 menit 43 detik itu pertama kali beredar di platform TikTok dan dengan cepat menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita memakai jaket hoodie putih dan celana coklat tengah menahan sakit dengan memegangi perutnya.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (14/2/25), Kepala Puskesmas Dayun, dr. Nurmala Sari, awalnya membantah kejadian tersebut terjadi di Puskesmas yang dipimpinnya. “Kami tidak pernah menolak pasien, apalagi hanya karena tidak memiliki KTP,” tegasnya.
Namun, setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut, dr. Nurmala akhirnya mengakui bahwa insiden tersebut memang terjadi di Puskesmas Dayun. Menurutnya, kejadian itu terjadi akibat miskomunikasi antara petugas kesehatan dan pasien.
“Iya, peristiwa tersebut benar terjadi, kami baru tahu setelah mendalami dan menemui pihak pasien,” ungkapnya.
Menurut dr. Nurmala, pada saat kejadian, petugas Puskesmas hanya berjumlah satu orang, karena petugas lainnya sedang keluar untuk urusan lain. Pasien tidak ditolak, tetapi pulang sendiri tanpa memberitahu petugas.
“Petugas hanya satu orang, karena yang satu lagi sedang keluar. Pasiennya bukan ditolak, tetapi pasiennya pulang tanpa memberitahu petugas,” jelasnya.
Ia pun mengakui adanya kekurangan dalam komunikasi yang terjadi antara petugas dan pasien. Karena merasa menunggu terlalu lama, pasien akhirnya pergi dengan asumsi bahwa ia harus memiliki identitas untuk mendapatkan pelayanan.
“Kami akui, petugas kami kurang komunikasinya. Dikarenakan terlalu lama menunggu, pasien kecewa dan langsung pulang. Mungkin pasien berpikir kalau harus ada identitas baru bisa dilayani,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak Puskesmas Dayun berjanji akan membantu pengobatan pasien tersebut hingga sembuh. Jika diperlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, pasien akan segera dirujuk.
“Atas kejadian ini, kami akan memastikan pasien mendapatkan pengobatan sampai sembuh, dan jika perlu dirujuk, akan kami rujuk,” tutup dr. Nurmala.
Kasus ini pun menuai berbagai tanggapan dari masyarakat, yang berharap agar pelayanan kesehatan di Puskesmas lebih responsif terhadap pasien, terutama dalam kondisi darurat.(red/isa)


















