Pelajar di Rohil Alami Luka Gorok Parah Akibat Perkelahian dengan Teman Sekolah
- calendar_month Senin, 29 Jul 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perkelahian tragis di Rohil berujung luka parah pada Riski (17), seorang pelajar SMA, setelah digorok oleh temannya, Dim (18). Riski kini dirawat intensif di rumah sakit di Pekanbaru.
MALANG nian nasib Riski (17), seorang pelajar dari Simpang Ompong Dusun Bakti Jaya, Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah.
Ia mengalami luka gorok di leher akibat ulah temannya, Dim (18), yang juga merupakan warga Pasar 1, Kepenghuluan Bakti Makmur. Riski kini dirawat intensif di rumah sakit.
Menurut informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian pada Senin (29/7), perkelahian ini terjadi di Pasar 1 Kepenghuluan Bakti Makmur pada Sabtu (27/7) malam.
Riski dan Dim diketahui merupakan teman satu sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Bagan Sinembah.
Sebelum kejadian, korban Riski dijemput oleh seorang temannya dari rumah. Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga Riski dikejutkan oleh kabar bahwa Riski berkelahi dan lehernya digorok oleh temannya, Dim.
Menurut warga sekitar, perkelahian antara kedua pelajar ini dipicu oleh saling ejek. Dim diduga mengolok-olok nama orang tua Riski, yang membuat Riski tidak terima. Riski mencoba membela diri dengan mencari tahu alasan ejekan tersebut.
Tidak terima dengan teguran Riski, Dim mengajak korban berkelahi. Dalam perkelahian itu, Dim mengeluarkan pisau cutter dan menggorok leher Riski hingga mengalami luka parah.
“Saat itu Dim mengeluarkan pisau cutter dan menggorok leher Riski sampai Riski mengalami luka,” ungkap salah seorang warga, Rika.
Riski kini terbaring dan dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Riski mengalami luka yang cukup parah dan putus pembuluh darah di lehernya. Hari ini, Senin (29/7), rencananya keluarga akan melakukan tindakan operasi,” terang Rika.
Pjs Datuk Penghulu Bakti Makmur, Sujarno SPd, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan peristiwa tersebut.
“Ya benar pak, saya tahu juga di pagi harinya saat di kantor. Sekarang korban dibawa orang tuanya ke Pekanbaru untuk menjalani perawatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Imron Teheri Ssos MH, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait peristiwa tersebut menyebutkan dirinya belum menerima laporan.
“Belum ada laporannya kita terima,” terang Kompol Imron Teheri.(red/Isa)
- Penulis: Redaksi







