Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Kompres Es di Ketiak Bisa Redakan Cemas? Ini Penjelasan Psikiater

Kompres Es di Ketiak Bisa Redakan Cemas? Ini Penjelasan Psikiater

  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL.CO – Kompres es di ketiak viral disebut bisa meredakan kecemasan dan overthinking. Psikiater menjelaskan efeknya hanya sementara dan bukan terapi utama.

Tren kesehatan mental di media sosial baru-baru menyebut metode menempelkan kompres es di area ketiak untuk meredakan rasa cemas dan overthinking. Namun, apakah trik ini benar-benar terbukti secara medis?

Menanggapi fenomena tersebut, psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Riati Sri Hartini,
SpKJ, MSc, menjelaskan bahwa sensasi dingin memang memberikan efek relaksasi sesaat, tetapi sama sekali bukan terapi utama untuk
mengobati gangguan kecemasan.

dr. Riati memaparkan bahwa es dapat memberikan rasa tenang singkat melalui dua mekanisme utama yakni:

Aktivasi Saraf Parasimpatis: Sensasi dingin mendadak membantu menurunkan respon stres tubuh, yang secara alami memicu proses
relaksasi.

Teknik Grounding Alami: Rasa dingin yang tajam mengalihkan fokus otak dari pikiran yang berlebihan (overthinking) kembali ke sensasi
fisik saat itu juga.

“Efeknya hanya bersifat sementara, yaitu membantu menenangkan tubuh, bukan mengatasi penyebab kecemasan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa kompres es di ketiak merupakan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan,” tegas dr. Riati dikutip dari laman IPB University.

dr Riati mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan kompres es sebagai solusi untuk meredakan kecemasan. Menggunakan es batu secara langsung pada kulit dalam waktu lama justru berisiko memicu iritasi hingga cold burn (cedera jaringan kulit akibat paparan suhu sangat dingin).

Kompres dingin sebaiknya hanya dimanfaatkan sebagai pertolongan pertama saat merasa panik atau tegang, bukan pengobatan jangka
panjang.

Apabila rasa cemas dan overthinking sudah berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu tidur, mengacaukan pekerjaan, atau disertai serangan panik (panic attack), dr Riati mengimbau masyarakat untuk segera menemui ahli.

“Penanganan yang tepat sejak dini oleh psikolog atau psikiater akan memberikan hasil yang jauh lebih baik, baik melalui bantuan
psikoterapi CBT maupun pemberian obat-obatan jika memang diperlukan,” tutupnya.**

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upah Rp 1 Juta per Ons, Pengedar Sabu 1,5 Kg Ditangkap Polres Dumai

    Upah Rp 1 Juta per Ons, Pengedar Sabu 1,5 Kg di Dumai Ditangkap Polisi 

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Polres Dumai berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat sekitar 1,5 kilogram. Seorang pria berinisial N (41) yang dikenal sebagai pengedar berhasil diringkus dalam operasi yang digelar pada Jumat (30/1/2026) malam. Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Polres Dumai Kompol Rahmadsyah, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Riza Effiandi dan […]

  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana

    MBG Tetap Aktif Selama Ramadan, Ini Menu yang Disajikan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadhan dengan skema penyesuaian. Kepala BGN menjelaskan, program tersebut akan mengacu pada ramadhan tahun sebelumnya. Penyaluran MBG bagi ibu hamil dan balita tetap dilakukan secara reguler tanpa perubahan. Hal tersebut karena kedua kelompok tersebut […]

  • Tahanan Kasus Pencurian Kabur dari Polres Rokan Hilir, Polisi Lakukan Pencarian

    Tahanan Kasus Pencurian Kabur dari Polres Rokan Hilir, Polisi Lakukan Pencarian

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Seorang tahanan Polres Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, dilaporkan melarikan diri saat berada di lingkungan Mapolres. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tahanan yang melarikan diri berinisial H dan merupakan tersangka kasus pencurian dengan […]

  • Sindikat Perdagangan Bayi via TikTok Dibongkar di Pekanbaru, Bayi Sakit dan Tiga Emak-Emak Diringkus

    Sindikat Perdagangan Bayi via TikTok Dibongkar di Pekanbaru, Bayi Sakit dan Tiga Emak-Emak Diringkus

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL  – Jajaran Polsek Limapuluh Pekanbaru membongkar sindikat perdagangan bayi yang memanfaatkan platform media sosial TikTok. Tiga wanita paruh baya, yang diduga kuat sebagai anggota jaringan, berhasil diringkus dalam operasi penggerebekan yang berlangsung Sabtu (18/1/2025) petang. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi mencurigakan di sebuah kafe di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan […]

  • Beasiswa Merata, Akas Virmandi Apresiasi Kepedulian Bupati Afrizal Sintong terhadap Pendidikan

    Beasiswa Merata, Akas Virmandi Apresiasi Kepedulian Bupati Afrizal Sintong terhadap Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Pekanbaru – Sebagai seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Pekanbaru Akas Virmandi turut memberikan apresiasi kepada Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong sebagai kepala daerah peduli pendidikan. Dalam penyampaiannya Akas Virmandi mengatakan kalau dirinya mengapresiasi Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong, S.IP.,M.SI karena telah begitu berjasa dalam dunia pendidikan terkhusus bagi mahasiswa rokan hilir […]

  • KPK Sita Uang dari OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, Nilainya Masih Dihitung

    KPK Sita Uang dari OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, Nilainya Masih Dihitung

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    KABARVIRAL, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid bersama sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT). KPK menyita uang sebagai barang bukti dan masih menghitung jumlah pastinya. Sebanyak sembilan orang dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk diperiksa sebelum penetapan status hukum dalam 1×24 jam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang […]

expand_less