Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Telur Lalat Masuk ke Makanan, Ini Bahaya dan Cara Mengusirnya

Telur Lalat Masuk ke Makanan, Ini Bahaya dan Cara Mengusirnya

  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL.CO- Makanan dihinggapi lalat atau dipenuhi telur lalat bisa berisiko terkontaminasi mikroorganisme. Simak bahaya, cara mengusir lalat, dan kapan makanan harus dibuang

Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan video makanan yang dipenuhi telur lalat. Pemandangan tersebut tentu membuat banyak orang merasa jijik sekaligus khawatir, apalagi jika makanan itu sempat dikonsumsi

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Lalat merupakan salah satu serangga yang kerap menjadi pembawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Saat hinggap di makanan, lalat bukan hanya berpotensi meninggalkan kuman, tetapi juga dapat bertelur tanpa disadari.

Telur lalat berukuran sangat kecil sehingga sering luput dari perhatian. Jika makanan yang telah terkontaminasi dikonsumsi, risikonya bukan sekadar gangguan pencernaan, tetapi juga dapat memicu infeksi tertentu.

Telur lalat yang masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, meski kasusnya tergolong jarang.

Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah intestinal myiasis, yaitu kondisi ketika larva lalat berkembang di saluran pencernaan. Selain itu, lalat juga dikenal sebagai pembawa berbagai bakteri karena sebelumnya dapat hinggap di tempat-tempat kotor seperti sampah, bangkai hewan, atau makanan yang membusuk.

Karena itu, menjaga makanan tetap tertutup dan mencegah lalat masuk ke dalam rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengusir lalat tanpa harus menggunakan bahan kimia. Bahkan, beberapa di antaranya hanya memanfaatkan bahan yang sudah tersedia di dapur. Berikut beberapa caranya melansir berbagai sumber:

1. Buat perangkap dari cuka apel
Cuka apel memiliki aroma yang menarik perhatian lalat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai perangkap. Caranya cukup mudah.

Masukkan beberapa sendok makan cuka apel ke dalam mangkuk, tambahkan satu sendok makan gula dan beberapa tetes sabun cuci piring. Gula dan aroma cuka apel akan mengundang lalat mendekat, sedangkan sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cairan sehingga lalat tenggelam dan tidak bisa keluar.

2. Manfaatkan buah yang sudah busuk
Buah yang mulai membusuk juga dapat dijadikan perangkap alami. Masukkan potongan buah busuk ke dalam toples, lalu tutup menggunakan plastik yang telah diberi beberapa lubang kecil.

Lalat akan masuk karena tertarik pada aroma buah, tetapi akan kesulitan keluar dari wadah tersebut. Setelah banyak lalat terperangkap, segera tutup rapat toples dan buang isinya.

3. Gunakan aroma yang tidak disukai lalat
Lalat ternyata tidak menyukai beberapa aroma tanaman tertentu. Beberapa di antaranya adalah kemangi, mint, lavender, cengkeh, dan kayu manis. Serangga& Entomologi

Anda bisa menanam tanaman tersebut di sekitar rumah atau memanfaatkan minyak esensial, diffuser, maupun lilin aromaterapi dengan aroma serupa untuk membantu mengusir lalat secara alami.

4. Gunakan perangkap lilin
Lilin juga dapat dimanfaatkan sebagai perangkap sederhana. Letakkan lilin di atas wadah yang berisi sedikit air, kemudian nyalakan. Cahaya lilin akan menarik perhatian lalat.

Saat mendekat, sebagian lalat dapat terbakar lalu jatuh ke dalam air sehingga tidak bisa terbang kembali. Namun, metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan jangan meninggalkan lilin menyala tanpa pengawasan untuk menghindari risiko kebakaran.

Benarkah makanan yang dihinggapi lalat harus dibuang?

Pertanyaan ini sering muncul ketika lalat sempat hinggap di makanan. Mengutip National Geographic Indonesia yang merangkum penjelasan dua ilmuwan biologi dari Florida International University, Ravindra Palavalli-Nettimi dan Jamie Theobald, lalat tidak memiliki gigi sehingga tidak bisa mengunyah makanan padat seperti manusia.

Sebagai gantinya, lalat mengeluarkan cairan pencernaan untuk melunakkan makanan sebelum menyedotnya. Bahkan, lalat juga diketahui dapat memuntahkan kembali cairan tersebut sebelum menelannya lagi.

Tak hanya itu, lalat juga ‘mencicipi’ makanan menggunakan reseptor yang berada di kakinya saat mendarat di suatu permukaan. Yang perlu diwaspadai bukanlah air liur lalat semata, melainkan mikroba yang dibawanya.

Sebelum hinggap di makanan, lalat bisa saja baru saja berada di tempat sampah, kotoran, bangkai hewan, atau makanan busuk yang dipenuhi bakteri. Jika lalat berada di atas makanan dalam waktu cukup lama, peluang perpindahan mikroorganisme ke makanan menjadi lebih besar.

Sebaliknya, apabila lalat hanya hinggap selama beberapa detik, risiko perpindahan kuman dinilai lebih rendah sehingga makanan kemungkinan masih layak dikonsumsi. Meski demikian, jika makanan tampak dipenuhi telur lalat atau sudah menunjukkan tanda-tanda kontaminasi, sebaiknya jangan dikonsumsi.**

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Dumai Gelar Buka Bersama dan Aksi Sosial Ramadan, Wawako Apresiasi Kepedulian Wartawan

    PWI Dumai Gelar Buka Bersama dan Aksi Sosial Ramadan, Wawako Apresiasi Kepedulian Wartawan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    kabarViral, Dumai – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesian (IKWI) Kota Dumai menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan aksi sosial Ramadan, Rabu (11/3/2026), di Gedung Pendopo, Jalan Putri Tujuh, Kota Dumai. Kegiatan diawali dengan pembagian takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di Jalan Putri Tujuh. Selanjutnya, PWI Dumai juga menyalurkan bantuan […]

  • Kinerja Satpol PP Rohil Disorot, PMII Nilai Penertiban PKL Tebang Pilih

    Kinerja Satpol PP Rohil Disorot, PMII Nilai Penertiban PKL Tebang Pilih

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral– Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi sorotan publik usai melakukan operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik kawasan perkotaan Bagan Siapiapi, belum lama ini. Ketua Biro Kaderisasi PC PMII Cabang Rokan Hilir, Nasri Hamdani, melontarkan kritik tajam terhadap langkah Satpol PP tersebut. Menurutnya, penertiban yang dilakukan […]

  • Hana Hanifah Dicekal ke Luar Negeri, Diduga Kecipratan Duit Korupsi SPPD Fiktif

    Hana Hanifah Dicekal ke Luar Negeri, Diduga Kecipratan Duit Korupsi SPPD Fiktif

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Selebgram sekaligus artis FTV Hana Hanifah resmi dicekal ke luar negeri oleh Ditreskrimsus Polda Riau. Langkah ini diambil menyusul dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat DPRD Riau. Nama Hana mencuat setelah penyidik menemukan indikasi aliran dana haram senilai Rp900 juta yang mengalir ke rekeningnya. “Pencekalan […]

  • Said Effendi dan Fahmi Rizal Digadang Jadi Calon Kuat Sekda Dumai

    Said Effendi dan Fahmi Rizal Digadang Jadi Calon Kuat Sekda Dumai

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL –  Menjelang pensiunnya Sekda Dumai H Indra Gunawan pada November 2025, dua pejabat yakni Kadishub Said Effendi dan Kepala Bapenda Fahmi Rizal digadang menjadi calon kuat penggantinya. Keduanya disebut-sebut tengah menunggu restu Wali Kota Dumai. Posisi Sekretaris Daerah dikenal cukup strategis di pemerintahan daerah. Sekda merupakan “panglima birokrasi” dan “jembatan” antara kepala daerah […]

  • Aktivis dan Relawan Prabowo Desak Presiden Ambil Sikap Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Riau

    Aktivis dan Relawan Prabowo Desak Presiden Ambil Sikap Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Riau

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL- Nama Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh organisasi masyarakat Pemuda Tri Karya (Petir). Laporan tersebut menyangkut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan korupsi dalam aktivitas eksplorasi tambang granit yang dilakukan PT Malay Nusantara Sukses (MNS) di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) […]

  • Polsek Siak Hulu Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kabel PLN, Lima Pelaku Buron

    Polsek Siak Hulu Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kabel PLN, Lima Pelaku Buron

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral, Siak Hulu – Polsek Siak Hulu berhasil menangkap dua orang pelaku pencurian kabel milik PLN di wilayah Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kedua pelaku yang tertangkap adalah DA (47), warga Bedeng Batu Bata, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, dan DI (44), warga Simpang Tangor, Kecamatan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Namun, […]

expand_less