Warga Dumai Ditangkap Usai Tuding Polisi Bekingi Bandar Narkoba di Media Sosial
- calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
- print Cetak

Ricardo Marojohan Simanjuntak (29), saat diamankan di Ditresnarkoba Polda Riau di Pekanbaru,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kabarviral, Dumai – Seorang warga Dumai, Ricardo Marojohan Simanjuntak (29), harus berurusan dengan hukum setelah berkomentar di media sosial menuding polisi membekingi bandar narkoba. Ricardo berkomentar di akun TikTok milik Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Manang Soebeti, yang saat itu mengunggah keberhasilan pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti 34 kilogram sabu dan 10.000 pil ekstasi.
Dalam kolom komentar unggahan tersebut, Ricardo menulis, “Ah ta*k anggota anda banyak jadi bekingan bandar narkoba di Dumai Riau.” Komentar ini segera direspon oleh Kombes Manang dengan jawaban, “Oke terima kasih infonya bray. Sampai ketemu di rumah kamu ya.”
Tidak lama setelah balasan tersebut, tim kepolisian berhasil melacak lokasi Ricardo dan mengamankannya. “Pelaku sudah kita amankan. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar Kombes Manang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ahad (1/9/2024) dikutip dari Kompas.com.
Ricardo yang tiba di kantor polisi dengan rasa penyesalan, didampingi oleh orang tuanya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Direktur Reserse Narkoba Polda Riau dan institusi Polri, serta berjanji akan lebih bijak dalam menggunakan media sosial ke depannya.
Saat dilakukan tes urine, Ricardo diketahui positif menggunakan narkotika. Ia mengaku baru beberapa hari mengonsumsi sabu. “Masih dikembangin. Untuk pelaku sementara hanya pengguna (narkoba), nanti direhabilitasi,” tambah Kombes Manang.
Saat ini, polisi sedang melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui sumber sabu yang dikonsumsi oleh Ricardo. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam berkomentar di media sosial, serta menyadari bahaya dan konsekuensi dari penggunaan narkoba.
Sumber: Kompas.com
Editor: Isa
- Penulis: Redaksi






