Jejak 17 Sentimeter di Bukit Timah Bikin Heboh, Dikira Harimau Ternyata Tapir
- calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
- print Cetak

Jejak 17 Sentimeter di Bukit Timah Bikin Heboh, Dikira Harimau Ternyata Tapir
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUMAI, KABARVIRAL – Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Pekanbaru turun langsung menyisir sejumlah wilayah di Dumai, menyusul viralnya penampakan seekor tapir liar di media sosial, Selasa (7/1/2025) malam.
Satwa liar yang dilindungi ini pertama kali terdeteksi di Kelurahan Bukittimah setelah warga melaporkan adanya jejak kaki mencurigakan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Pekanbaru, Azmardi, mengungkapkan bahwa jejak yang ditemukan berukuran 17 sentimeter, mengindikasikan itu adalah jejak tapir dewasa. Awalnya, warga menduga jejak tersebut milik harimau. Namun, setelah dilakukan analisis, dipastikan bahwa jejak itu milik tapir.
“Awalnya kami menerima laporan warga yang mengira ini jejak harimau. Namun setelah kami periksa, hasilnya menunjukkan itu adalah jejak tapir,” kata Azmardi, Rabu (8/1/2025).
Dua hari setelah penemuan jejak, muncul video seekor tapir besar berkeliaran di area padat penduduk di Kelurahan Bumi Ayu, Dumai. Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik tersebut, tapir terlihat berjalan santai di pekarangan rumah warga. Beberapa warga yang merekam peristiwa ini bahkan mendekat untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Menanggapi video tersebut, tim BBKSDA langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyisiran. Namun, hingga saat ini, keberadaan tapir tersebut belum berhasil dipastikan.
“Kami akan melanjutkan pencarian esok hari untuk mengevakuasi satwa ini ke habitat aslinya. Ini penting demi keselamatan tapir, sekaligus mencegah ancaman seperti perburuan liar,” tambah Azmardi.
Ia juga mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan satwa liar dilindungi seperti tapir dan meminta agar masyarakat tidak mengganggu atau menyakiti hewan tersebut.
“Sampai sekarang, kami belum mengetahui asal tapir ini. Dari jejak yang ditemukan, sejauh ini hanya menunjukkan keberadaan satu individu,” tutup Azmardi. (red/isa)
- Penulis: Redaksi







