PT Sambu PHK Ribuan Karyawan, DPRD Riau Curiga Ada Motif Hindari Pesangon
- calendar_month Senin, 14 Apr 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEMBILAHAN, KABARVIRAL – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Perusahaan besar pengolahan kelapa, PT Pulau Sambu, dilaporkan telah merumahkan ribuan karyawan. Keputusan tersebut mengundang sorotan tajam, bahkan kecurigaan, dari berbagai pihak termasuk anggota DPRD Riau Dapil Inhil, Samsuri Daris.
Samsuri mengungkapkan rasa terkejut dan keprihatinannya. Menurutnya, langkah PT Sambu bisa berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat Inhil yang selama ini bergantung pada industri kelapa.
“Sebagai putra Inhil, kita terkejut dengan keputusan itu. Sebab ini akan berpengaruh besar kepada ekonomi di Inhil nantinya,” ujar politisi asal Keritang tersebut, di Gedung DPRD Riau, Senin (14/4/2024).
Ia menilai keputusan tersebut awalnya bisa dimaklumi sebagai efek domino dari kondisi ekonomi nasional. Namun kecurigaan mulai muncul setelah informasi mengenai rencana perekrutan karyawan baru oleh PT Sambu mulai beredar.
“Lho, kok ada perekrutan usai merumahkan ribuan karyawan? Ada apa, kenapa?” ujar Samsuri penuh heran.
Samsuri menduga, langkah ini diambil perusahaan untuk menghindari kewajiban membayar pesangon kepada karyawan lama yang sudah bekerja bertahun-tahun. Ia menilai, mengganti pekerja lama dengan tenaga kerja baru bisa menjadi strategi penghematan yang tidak manusiawi.
“Jika itu benar, kuat dugaan perusahaan ingin menghindari pesangon dan mengganti karyawan dengan yang baru, tentu lebih murah di masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Samsuri meminta pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi terhadap kebijakan PT Pulau Sambu tersebut. Ia khawatir, jika dibiarkan, praktik serupa bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain.
“Pemerintah harus menelusuri hal ini. Jangan biarkan PT Sambu seenaknya. Kalau tidak ada tindakan tegas, perusahaan lain bisa ikut-ikutan,” tegasnya lagi.
Yang membuat kecurigaan semakin kuat, kata Samsuri, saat ini harga kelapa di pasaran justru sedang tinggi. Kondisi tersebut menurutnya menunjukkan bahwa secara bisnis, PT Sambu seharusnya tidak sedang mengalami kesulitan keuangan.
“Harga kelapa sekarang bagus, jadi tidak masuk akal kalau alasan PHK karena masalah keuangan,” tutupnya dikutip dari kabarlah.com.(red/isa)
- Penulis: Redaksi






