Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Wacana Jembatan Dumai-Melaka Sepanjang 47 Km Mencuat, Oposisi Malaysia Sebut Tak Realistis

Wacana Jembatan Dumai-Melaka Sepanjang 47 Km Mencuat, Oposisi Malaysia Sebut Tak Realistis

  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral – Rencana pembangunan jembatan Melaka–Riau sepanjang 47 km menuai kritik oposisi. Proyek dinilai tak realistis dan berisiko membebani keuangan negara bagian.

Pemerintah Negara Bagian Melaka, Malaysia, secara resmi mengumumkan rencana strategis pembangunan jembatan raksasa yang akan menghubungkan Melaka dengan Provinsi Riau, Indonesia. Proyek ambisius ini digadang-gadang memiliki bentang panjang lebih dari 47 kilometer dan melintasi Selat Malaka.

Rencana tersebut pertama kali dipaparkan Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh. Jembatan direncanakan menghubungkan kawasan Pantai Pengkalan Balak di Masjid Tanah, Melaka, langsung menuju wilayah Indonesia.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Negara Bagian Melaka akan memulai studi kelayakan pada Januari mendatang dengan mengalokasikan dana sebesar RM500.000 atau setara sekitar Rp2 miliar. Dana ini akan digunakan untuk menunjuk konsultan profesional guna mengkaji aspek teknis, potensi ekonomi, serta manajemen logistik proyek tersebut.

Ab Rauf menyebutkan, pembangunan jembatan Melaka–Riau diyakini mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi regional. Salah satu rencana turunan proyek ini adalah konversi lahan seluas 5.000 hektare di wilayah Masjid Tanah yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri terintegrasi.

Namun, rencana mega proyek tersebut menuai kritik tajam dari pihak oposisi. Mengutip Free Malaysia Today, Selasa (23/12/2025), pemimpin oposisi Melaka, Dr. Yadzil Yaakub, mempertanyakan tujuan serta kelayakan finansial proyek tersebut.

Menurut Yadzil, meski secara teknis proyek jembatan tersebut mungkin dapat dibangun, kemampuan keuangan pemerintah negara bagian dinilai tidak memadai untuk menanggung biaya pembangunan yang diperkirakan mencapai miliaran ringgit.

“Ia adalah proyek yang tidak realistis. Pendapatan tahunan Melaka terbatas dan hampir seluruhnya digunakan untuk pengeluaran operasional, sementara pemerintah negara bagian masih memiliki utang kepada sejumlah pihak, termasuk pemerintah federal,” ujar Yadzil.

Ia juga menyoroti ketergantungan Melaka terhadap bantuan pemerintah pusat di Putrajaya. “Jika untuk memperbaiki jalan negara bagian saja membutuhkan bantuan federal, bagaimana mungkin Melaka membiayai jembatan yang melintasi Selat Malaka?” katanya.

Yadzil menambahkan, dengan kondisi utang nasional yang meningkat dan tekanan fiskal yang terus berlanjut, kecil kemungkinan pemerintah federal bersedia menanggung beban proyek mega tersebut.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa skema pembiayaan swasta atau konsesi juga berisiko memunculkan tarif tol tinggi dan potensi kegagalan proyek. Menurutnya, wilayah Indonesia yang akan dihubungkan jembatan tersebut bukanlah pusat ekonomi utama sehingga keuntungan bagi Melaka dinilai minim.

“Jika konsesi gagal, pemerintah pada akhirnya harus menyelamatkan proyek ini dengan dana publik. Dalam semua skenario, rakyat yang akan menjadi korban,” tegasnya.

Selain persoalan keuangan, Yadzil juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, khususnya terhadap garis pantai Melaka. Ia mengingatkan rekam jejak pemerintah negara bagian dalam sejumlah proyek sebelumnya yang dinilai gagal dan merugikan publik.

Hingga kini, rencana pembangunan jembatan Melaka–Riau masih berada pada tahap kajian awal dan terus memicu perdebatan di kalangan politik, akademisi, dan masyarakat.**

Sumber: cnbcindonesia.com

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Afrizal Sintong dan Wakil Bupati Sulaiman berdamai di tengah Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir, Riau, didampingi Kapolda Riau, Irjen Mohammad Iqbal, Sabtu (22/6/2024).

    Kapolda Riau Wujudkan Perdamaian: Bupati dan Wabup Rohil Bersalaman di Festival Bakar Tongkang

    • calendar_month Minggu, 23 Jun 2024
    • 0Komentar

    Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil) akhirnya berdamai setelah perseteruan panjang. Momen indah penuh haru itu terjadi di tengah Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir, Riau, Sabtu (22/6/2024). Di balik momen bersejarah ini, ada peran penting dari Kapolda Riau, Irjen Mohammad Iqbal, yang dengan bijak mengajak Bupati Afrizal Sintong dan Wakil Bupati Sulaiman untuk […]

  • Pendaftaran lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Kabupaten Siak untuk mengisi tiga posisi kepala dinas akan segera ditutup pada Sabtu (6/7/2024). Namun, hingga H-1 penutupan, belum ada pelamar yang mengajukan berkas untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

    Hingga H-1 Penutupan Lelang Jabatan, Belum Ada Pelamar untuk Kepala Disdikbud Siak

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • 0Komentar

    Pendaftaran lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Kabupaten Siak untuk mengisi tiga posisi kepala dinas akan segera ditutup pada Sabtu (6/7/2024). Namun, hingga H-1 penutupan, belum ada pelamar yang mengajukan berkas untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). SEJAK pendaftaran dibuka pada 22 Juni 2024, baru ada enam pelamar yang mengajukan berkas untuk dua […]

  • Menuju Digitalisasi, Disdik Inhil Dorong Penerapan E-Ijazah

    Menuju Digitalisasi, Disdik Inhil Dorong Penerapan E-Ijazah

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • 0Komentar

    TEMBILAHAN, KABARVIRAL – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tengah mempersiapkan rencana penerapan ijazah elektronik atau e-ijazah untuk siswa mulai tahun 2025 mendatang. Kepala Disdik Inhil melalui Kabid Pembinaan, H Fauzan Amrullah SE MSi, mengatakan saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian terkait. Ia menegaskan bahwa penerapan e-ijazah merupakan program nasional yang nantinya […]

  • Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Akmal Abbas

    Pemerintah Larang Penjualan Elpiji 3 Kg di Pengecer Mulai 1 Februari 2025, Kajati Riau Siap Kawal Distribusi 

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • 0Komentar

    PEKANBARU, KABARVIRAL – Pemerintah resmi memberlakukan larangan penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) melalui pengecer mulai 1 Februari 2025. Kebijakan ini mengharuskan masyarakat membeli “gas melon” hanya melalui pangkalan atau sub penyalur resmi yang terdaftar di Pertamina. Langkah ini diambil untuk memperbaiki sistem distribusi dan mencegah praktik penimbunan yang kerap terjadi. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) […]

  • Salah satu kegiatan semenisasi di Teluk Binjai alokasi ADK 2024. (f : ist/detak24.com)

    Proyek ADK Teluk Binjai Diduga Dikelola Kecamatan, Warga Pertanyakan Transparansi

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Lima titik proyek semenisasi dan pembuatan gorong-gorong yang bersumber dari Alokasi Dana Kelurahan (ADK) 2024 di Teluk Binjai, Kota Dumai, menjadi sorotan. Proyek dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar ini diduga dikelola oleh pihak Kecamatan Dumai Timur tanpa mekanisme swakelola yang semestinya melibatkan masyarakat setempat. Hal ini diungkapkan oleh Lurah Teluk Binjai, […]

  • Kebakaran melanda Asrama Pancasila di Pekanbaru. Enam petak rumah hangus terbakar Rabu sore, kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.

    Kebakaran di Asrama Pancasila Pekanbaru, Enam Petak Rumah Hangus Terbakar

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Kebakaran melanda kawasan Asrama Pancasila di Jalan Sukoharjo, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Rabu (31/12/2025) sore. Sedikitnya enam petak rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra, melalui Koordinator […]

expand_less