Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Aktivis dan Relawan Prabowo Desak Presiden Ambil Sikap Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Riau

Aktivis dan Relawan Prabowo Desak Presiden Ambil Sikap Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Riau

  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, KABARVIRAL- Nama Gubernur Riau, Abdul Wahid, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) oleh organisasi masyarakat Pemuda Tri Karya (Petir). Laporan tersebut menyangkut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan korupsi dalam aktivitas eksplorasi tambang granit yang dilakukan PT Malay Nusantara Sukses (MNS) di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir.

Abdul Wahid, tercatat sebagai salah satu komisaris di PT MNS, mengaku pasrah. “Mau bagaimana lagi, namanya juga era transparansi. Kita tunggu saja prosesnya,” ujarnya singkat dilansir dari oketimes.com, Selasa (17/6) lalu.

Ketika ditanya soal dugaan maladministrasi dan pelanggaran terhadap PP Nomor 24 Tahun 2021 terkait pengelolaan kawasan hutan, Abdul Wahid enggan berkomentar. “Itu sudah masuk ranah aparat hukum. Biarkan mereka yang mengusut,” katanya sebelum menutup sambungan telepon dengan alasan sedang rapat.

Laporan dari Petir yang dikirim ke Jampidsus pada 7 November 2024 itu menyebutkan bahwa PT MNS diduga beroperasi tanpa izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bukti-bukti yang diklaim kuat mencakup peta citra satelit dan hasil pencocokan data geoportal KLHK.

Diduga potensi kerugian negara akibat pelanggaran administratif tersebut. Berdasarkan hitungan denda dalam PP Nomor 24 Tahun 2021, tarif denda administratif mencapai Rp1,6 juta per hektare per tahun di kawasan hutan produksi. Dengan asumsi 198 hektare dan aktivitas selama tiga tahun, total denda yang seharusnya dibayar PT MNS mencapai Rp9,5 miliar.

Tidak cukup disitu, nama Gubernur Riau Abdul Wahid juga disebut-sebut masuk dalam hasil penyelidikan KPK terkait dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK belum lama ini.

Hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ada kerugian keuangan Negara sebesar Rp 28, 2 Triliun rupiah dari dana CSR BI dan OJK. Sejauh ini, KPK telah menetapkan 2 orang tersangka dari komisi XI DPR RI, Satori (Nasdem) dan Heri Gunawan (Gerindra).

Menurut KPK, pihaknya menduga kuat mayoritas anggota komisi XI DPR RI terlibat, termasuk nama gubernur Riau, (Abdul Wahid) pun beredar sebagai penerima dalam daftar nama anggota DPR RI sebagaimana dilansir oleh media online Jakarta, MI. 11 Agustus 2025 lalu.

Menyoroti hal tersebut, Aktivis 98 Erwin Sitompul, yang pernah jadi Tim Relawan Prabowo Subianto mendesak agar pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap berbagai kasus yang menyeret nama pejabat di Provinsi Riau termasuk Gubernur.

“Jika ke KPK dan Kejaksaan sulit menyentuh nama Gubernur maka kami sebagai tim relawan mendesak agar persoalan ini jadi perhatian oleh bapak Presiden Prabowo.Kita ingin pemerintahan yang bersih tanpa korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, pejabat pemerintah yang tersandung kasus korupsi akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di Provinsi Riau.Untuk itu melalui Presiden Prabowo tim relawan di Riau ini mendesak aparat penegak hukum segera memperjelas status jika memang pejabat d Riau terlibat skandal korupsi.

“Kita butuh kepastian hukum, jangan pejabat ditakut-takuti untuk waktu yang lama agar pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya. Jika memang terlibat kita minta penegak hukum segera memperjelas agar menjadi pelajaran bagi pejabat lain yang suka memperkaya diri dan makan duit rakyat,” pintanya.

Selain tim relawan Prabowo, warga netizen di berbagai akun medsos pun merespon dengan nada dan kalimat yang beragam, ramai dari mereka mengecam dan mengutuk para pelaku korupsi dana CSR BI dan OJK tersebut.

Konon seharusnya dana CSR adalah diperuntukkan bagi masyarakat luas, guna meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, ternyata justru dana-dana itu mengalir kepada para politikus dan pihak-pihak yang tidak berhak.**

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terlibat Peredaran 1 Kg Sabu, Oknum Polisi segera Disidang di PN Dumai

    Terlibat Peredaran 1 Kg Sabu, Oknum Polisi segera Disidang di PN Dumai

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Kasus narkotika yang melibatkan oknum Polri, Bripka Alex Sander, memasuki babak baru setelah dilimpahkan ke JPU. Tersangka bersama tiga pelaku lain segera disidangkan di PN Dumai atas dugaan peredaran 1 kg sabu yang diungkap Ditresnarkoba Polda Riau. “Proses tahap II dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Dumai pada Jumat (14/11/2025) kemarin,” ujar Kepala Seksi Tindak […]

  • Pembangunan Jalan di Bagan Punak Rampung, Warga Apresiasi Kinerja Lurah

    Pembangunan Jalan di Bagan Punak Rampung, Warga Apresiasi Kinerja Lurah

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • 0Komentar

    Kabarviral, Bagan Siapiapi – Kabar baik datang dari Kelurahan Bagan Punak. Pembangunan infrastruktur jalan yang berlokasi di RT 006 RW 002 resmi rampung. Proyek yang didanai dari Dana Alokasi Umum (DAU) ini memiliki panjang 70 meter dengan lebar 1,5 meter, dan sukses meningkatkan aksesibilitas warga setempat. Masyarakat sekitar menyambut gembira dengan selesainya pembangunan jalan ini. […]

  • Menkeu Singgung Ganja Saat Tegaskan Thrifting Ilegal Tak Bisa Dilegalkan

    Menkeu Singgung Ganja Saat Tegaskan Thrifting Ilegal Tak Bisa Dilegalkan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Pemerintah menegaskan tidak akan membuka ruang legal bagi aktivitas thrifting berbasis impor pakaian bekas ilegal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa barang bekas tetap dilarang masuk ke Indonesia, sekaligus memperingatkan para importir dan pelaku thrifting untuk menghentikan praktik tersebut demi melindungi industri tekstil nasional. “Saya nggak perlu dengan bisnis thrifting. Yang saya […]

  • Kebakaran Hebat Jelang Subuh di Rohil, Dua Rumah Ludes Dilalap Api

    Kebakaran Hebat Jelang Subuh di Rohil, Dua Rumah Ludes Dilalap Api

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • 0Komentar

    BAGANSIAPIAPI, KABARVIRAL– Kebakaran dahsyat jelang subuh menghanguskan dua rumah di Rokan Hilir. Warga panik, kerugian ditaksir capai ratusan juta rupiah. Dua unit rumah semi permanen di Jalan Manggis, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, ludes terbakar, Senin (9/6/2025) dini hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran […]

  • RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA (KABARVIRAL.CO)– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp7,81 triliun sepanjang tahun buku 2025, meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi tersebut berasal dari setoran pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pembayaran konsesi. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada […]

  • Polsek Panipahan Bekuk Dua Pengedar Sabu 9,61 Gram

    Polsek Panipahan Bekuk Dua Pengedar Sabu 9,61 Gram

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    kabarViral – Aparat Polsek Panipahan berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (22/2/2026) dini hari. Dua pria berinisial RD (36) dan AR (39) diamankan setelah diduga membawa narkotika jenis sabu dengan berat kotor mencapai 9,61 gram. Kapolsek Panipahan IPTU Robiansyah, S.H., […]

expand_less