Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Skandal Mafia Pupuk Subsidi di Pelalawan: Enam ASN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp34 Miliar

Skandal Mafia Pupuk Subsidi di Pelalawan: Enam ASN Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp34 Miliar

  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kabarViral — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan menahan 15 orang tersangka dalam kasus dugaan mafia pupuk bersubsidi, dengan enam di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lima ASN diketahui menjabat sebagai penyuluh pertanian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, sementara satu ASN lainnya bertugas di Kecamatan Bandar Petalangan.

Para ASN tersebut diduga berperan aktif dalam memuluskan penyaluran pupuk bersubsidi yang menyimpang dari ketentuan hingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

“Para tersangka ditetapkan berdasarkan alat bukti yang sah dan lengkap, serta telah memenuhi unsur tindak pidana,” tegas Kepala Kejari Pelalawan, Siswanto, dikutip dari riaupos.co.

Penahanan dilakukan pada Selasa (13/1/2026) malam, setelah para tersangka menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih delapan jam.

Para tersangka langsung digiring ke sejumlah tempat penahanan, yakni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru, serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru.

Namun demikian, satu orang tersangka belum dilakukan penahanan dengan pertimbangan kondisi kesehatan. “Yang bersangkutan berusia 63 tahun dan saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Kepala Kejari Pelalawan, Siswanto, mengatakan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran pupuk bersubsidi tersebut terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bunut, Bandar Petalangan, dan Pangkalan Kuras.

“Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp34 miliar dari penyaluran pupuk bersubsidi di tiga kecamatan tersebut,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, modus yang dilakukan para tersangka antara lain penyaluran pupuk tidak sesuai ketentuan, tidak tepat sasaran, serta adanya indikasi penjualan pupuk bersubsidi di luar mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Praktik tersebut dinilai sangat merugikan petani yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Pelalawan, Robby Prasetya Tindra Putra, memaparkan identitas serta peran para tersangka berdasarkan wilayah kecamatan.

Di Kecamatan Bandar Petalangan, tersangka berinisial Y dan ZE berperan sebagai penyuluh pertanian, sementara AS, EW, dan JG berperan sebagai pengecer. Untuk Kecamatan Bunut, tersangka SS dan M berperan sebagai penyuluh, sedangkan BM, AN, dan A sebagai pengecer.

“Sementara di Kecamatan Pangkalan Kuras, tersangka ERF dan SB selaku penyuluh, serta YA, PS, dan S sebagai pengecer,” jelas Robby.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kejari Pelalawan menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan mafia pupuk bersubsidi tersebut.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Penyidikan akan terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru,” pungkasnya.***

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pawai Obor Digelar 5 Juni, 900 Peserta Siap Ramaikan Malam Takbir di Dumai

    Pawai Obor Digelar 5 Juni, 900 Peserta Siap Ramaikan Malam Takbir di Dumai

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL – Pemerintah Kota Dumai melalui Bagian Kesra menggelar Lomba Pawai Obor Idaman II pada 5 Juni 2025, dalam rangka menyambut Idul Adha 1446 H. Diikuti 18 tim dengan total 900 peserta, lomba ini terbuka untuk pelajar dan umum, dengan hadiah jutaan rupiah dan piala Wali Kota Dumai. Kabag Kesejahteraan masyarakat Wilsubandi, menyampaikan bahwa […]

  • Duh! 764 Keluarga Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Judi Online

    Duh! 764 Keluarga Penerima PKH di Meranti Terdeteksi Judi Online

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • 0Komentar

    SELATPANJANG (KABARVIRAL.CO) — Sebanyak 764 KPM PKH di Kepulauan Meranti terdeteksi memiliki keterkaitan dengan judi online. Dinsos kini melakukan verifikasi dan perbaikan data. Sebanyak 764 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kepulauan Meranti terdeteksi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga […]

  • PT Pelindo Regional I Dumai Perkuat Sinergi dengan Tenant Property

    Sinergi PT Pelindo Regional I Dumai dengan Tenant Property

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • 0Komentar

    DUMAI, KABARVIRAL– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional I Dumai menggelar acara silaturahmi dengan para tenant properti di The Zuri Hotel, Senin (30/12/2024). Acara ini menjadi momentum penting bagi Pelindo Dumai untuk memperkuat sinergi sekaligus menyatukan visi menyongsong tahun 2025 yang lebih baik. Executive General Manager PT Pelindo Regional I Dumai, Jonatan Ginting, dalam sambutannya menyampaikan […]

  • 5 Hektare Lahan Terbakar di Dumai 

    5 Hektare Lahan Terbakar di Dumai 

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • 0Komentar

    DUMAI, KabarViral – Kebakaran lahan seluas 5 hektare di Kelurahan Teluk Makmur, Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, pada Minggu (9/2/2025) menyebabkan cuaca panas ekstrem di wilayah tersebut. Titik panas di Jalan Atan Jamaludin RT 03 mulai terdeteksi sekitar pukul 09.00 WIB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Irawan Sukma, mengonfirmasi kejadian ini. BPBD […]

  • Krisis Logistik Meluas di Aceh, Ribuan Warga Terisolasi Tanpa Bantuan

    Krisis Logistik Meluas di Aceh, Ribuan Warga Terisolasi Tanpa Bantuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Krisis logistik melanda Aceh setelah banjir dan longsor memutus akses di Aceh Tengah, Bener Meriah, Singkil, hingga sejumlah daerah lain. Ribuan warga terisolasi tanpa pasokan sembako, sementara jalur utama ke Bireuen dan Aceh Utara tidak dapat dilalui. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi dua wilayah dengan situasi paling kritis. Jalan utama menuju […]

  • Polemik Pemanggilan Bobby Memanas, KPK Beberkan Fakta di Persidangan

    Polemik Pemanggilan Bobby Memanas, KPK Beberkan Fakta di Persidangan

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • 0Komentar

    kabarViral – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan polemik pemanggilan Gubernur Sumut nonaktif Bobby Nasution dalam sidang kasus korupsi proyek jalan Rp231,8 miliar. KPK menegaskan tidak ada keterangan yang mengaitkan Bobby, meski hakim Tipikor Medan sempat meminta ia dihadirkan. Kontroversi makin memanas setelah laporan ke Dewan Pengawas KPK. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep […]

expand_less