Breaking News
light_mode
Beranda » Tak Berkategori » Modus Aparat Gadungan, Pria di Riau Peras Warga Rp200 Juta dengan Todongan Pistol

Modus Aparat Gadungan, Pria di Riau Peras Warga Rp200 Juta dengan Todongan Pistol

  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARVIRAL – Seorang pria berinisial Jr ditangkap di Kuantan Tengah setelah memeras warga dengan berpura-pura sebagai anggota BNN dan menodong korban dengan pistol di Pangkalan Kerinci. Polisi masih memburu tiga pelaku lain yang kabur ke Sumatera Barat.

Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Hilton, menjelaskan kasus tersebut bermula dari laporan korban berinisial AE, Jumat (7/11/2025). Saat itu, korban bersama rekannya, J, diberhentikan oleh sekelompok pria di wilayah Pangkalan Kerinci. Para pelaku memperkenalkan diri sebagai petugas BNN dan menuduh korban terlibat jaringan narkoba.

“Pelaku menodong korban dengan pistol jenis FN dan sempat melepaskan dua kali tembakan ke udara,” ungkap Hilton, Minggu (9/11/2025).

Korban dan rekannya kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil para pelaku. Dalam perjalanan menuju Pekanbaru, korban J mengalami penganiayaan dan diancam agar menghubungi keluarganya. Di bawah tekanan, keluarga korban akhirnya mentransfer uang sebesar Rp200 juta ke rekening tersangka Jamroni.

Setelah menerima uang, para pelaku melepaskan korban. Tak lama kemudian, korban melapor ke Polsek Pangkalan Kerinci. Tim Unit Reskrim segera melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk Jamroni di Kuantan Tengah.

“Satu pelaku sudah kami amankan, sementara tiga lainnya melarikan diri ke Sumatera Barat dan masih dalam pengejaran,” kata Hilton.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti termasuk senjata api yang digunakan untuk menakut-nakuti korban. Polisi menjerat Jamroni dengan Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat penegak hukum. “Kami imbau masyarakat memastikan identitas petugas jika menghadapi situasi serupa. Jangan langsung percaya, apalagi bila disertai ancaman,” ujar Hilton menegaskan.

Fenomena kejahatan berkedok aparat hukum seperti ini menunjukkan adanya penyalahgunaan simbol hukum yang mengancam rasa aman masyarakat. Aparat kepolisian berjanji akan memperketat pengawasan dan mempercepat pengejaran pelaku lain yang masih buron. ***

  • Editor: isa
  • Sumber:goriau.com

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sita Tas dan Sepatu Branded Pegawai Sekretariat DPRD Riau Terkait Kasus SPPD Fiktif

    Polda Sita Tas dan Sepatu Branded Pegawai Sekretariat DPRD Riau Terkait Kasus SPPD Fiktif

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • 0Komentar

      Kabarviral,  Pekanbaru – Penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Riau terus mendalami kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif yang melibatkan pegawai Sekretariat DPRD Riau. Dalam pemeriksaan terbaru, penyidik menyita sejumlah barang mewah dari seorang pegawai berinisial MS (33), yang berstatus sebagai tenaga harian lepas (THL) di Sekretariat DPRD Riau. MS, yang diperiksa […]

  • Wabah Rambut Rontok Hantui Desa di India, Penduduk Panik

    Wabah Rambut Rontok Hantui Desa di India, Penduduk Panik

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • 0Komentar

    INDIA, KABARVIRAL – Wabah rambut rontok melanda Desa Buldhana, Maharashtra, India, memicu kepanikan massal di kalangan warga. Dalam waktu seminggu, ratusan penduduk mengalami kebotakan mendadak, termasuk pria dan wanita. Fenomena ini membingungkan para ahli medis yang menduga adanya kontaminasi atau penyakit baru. Penduduk berbondong-bondong ke klinik dan rumah sakit mencari pengobatan. Seorang wanita tua mengaku […]

  • Polemik TKBM Dumai, Paisal Soroti Minimnya Koordinasi dari KSOP

    Polemik TKBM Dumai, Paisal Soroti Minimnya Koordinasi dari KSOP

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • 0Komentar

    DUMAI (KABARVIRAL.CO) – Wali Kota Dumai, H Paisal SKM MARS menilai surat terkait TKBM yang diterbitkan KSOP Dumai tidak melalui koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga memicu polemik di tengah masyarakat. Wako Paisal menegaskan bahwa sikap Pemerintah Kota Dumai dalam menyikapi polemik Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) semata-mata dilandasi keinginan untuk menjaga stabilitas daerah, menjamin kelancaran […]

  • DPR Usulkan RUU Perampasan Aset Diubah Jadi RUU Pemulihan Aset

    DPR Usulkan RUU Perampasan Aset Diubah Jadi RUU Pemulihan Aset

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA (KABARVIRAL.CO) – Komisi III DPR membuka peluang mengubah nama RUU Perampasan Aset menjadi RUU Pemulihan Aset. Usulan ini dinilai lebih komprehensif dan sejalan dengan konsep asset recovery dalam konvensi antikorupsi PBB. Dinamika penyusunan rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset terus diwarnai oleh berbagai masukan elemen masyarakat. Di kompleks DPR, Jakarta, Senin (13/7/2026), Ketua Komisi III […]

  • Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Dumai berhasil mengamankan 42 pekerja migran ilegal yang tiba dari Malaysia di pesisir Pelintung, Dumai, termasuk menyita barang bukti berupa KTP, handphone, dan paspor.

    Fakta Mengejutkan di Balik Penangkapan 42 Migran Ilegal di Pelintung

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • 0Komentar

    Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL Dumai berhasil mengamankan 42 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang tiba dari Malaysia di pesisir Pelintung, Medang Kampai, Dumai, Ahad (23/6/2024). Penangkapan ini mengungkap sejumlah fakta mengejutkan di balik perjalanan berbahaya mereka. OPERASI ini dimulai ketika tim F1QR Lanal Dumai menerima informasi tentang kedatangan PMI […]

  • Ramalan Baba Vanga 2025 Mengerikan: Bencana Besar Ancam Kehidupan Dunia

    Ramalan Baba Vanga 2025 Mengerikan: Bencana Besar Ancam Kehidupan Dunia

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • 0Komentar

    KABARVIRAL – Baba Vanga, sosok peramal terkenal yang kerap dijuluki “Nostradamus dari Balkan,” kembali menjadi sorotan. Meskipun telah meninggal pada 1996, ramalannya tentang masa depan terus memicu perdebatan. Salah satu prediksinya untuk tahun 2025 dinilai mengerikan: ia menyebut tahun tersebut sebagai awal dari bencana besar yang bisa menghancurkan alam semesta. Sejak zaman dahulu, manusia selalu […]

expand_less