Meteran Tembaga Jadi Incaran, Pencurian PDAM Dumai Kian Tak Terkendali
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarViral — Aksi pencurian meteran air milik Perumda Tirta Dumai Bersemai (PDAM Kota Dumai) kian meresahkan warga. Dalam beberapa pekan terakhir, kasus pencurian meteran air dilaporkan marak terjadi di wilayah Kecamatan Dumai Selatan dan Dumai Kota.
Bahkan, jumlah meteran air yang raib diduga sudah mendekati angka seratus unit. Aksi pencurian ini umumnya terjadi menjelang subuh, saat kondisi lingkungan sekitar masih sepi dan minim pengawasan.
Ironisnya, meski banyak aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV), hingga kini belum satu pun pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian. Sementara itu, intensitas pencurian justru semakin meningkat. Dalam satu malam, pelaku dilaporkan mampu menggasak hingga 10 unit meteran air.
Dari rekaman CCTV yang diperoleh media, pelaku terlihat menggunakan berbagai sarana, mulai dari becak barang hingga sepeda motor jenis Yamaha NMAX. Pelaku beraksi baik secara tunggal maupun berdua.
Dalam melancarkan aksinya, pelaku hanya bermodalkan martel dan obeng untuk memukul serta mencukil meteran air. Proses pembongkaran pun terbilang cepat, tak sampai lima menit, meteran PDAM berhasil dilepas. Sementara itu, penutup meteran berwarna biru yang terbuat dari plastik kerap ditinggalkan di lokasi kejadian.
Di lapangan, kasus pencurian tercatat terjadi di sejumlah titik. Di Jalan Melayu, Kelurahan Ratusima, Kecamatan Dumai Selatan, sedikitnya empat unit meteran air dilaporkan hilang. Sementara di Kelurahan Rimba Sekampung, jumlah meteran yang dicuri mencapai delapan unit.
Akibat pencurian tersebut, air bersih mengalir tanpa kendali dan menggenangi halaman rumah pelanggan. Kondisi ini tak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga menyebabkan kerugian bagi Perumda karena air olahan terbuang sia-sia tanpa melewati alat ukur.
Sebelumnya, pencurian meteran air juga terjadi di Jalan Suko Indah RT 15, Kelurahan Ratusima. Meteran air di sebuah rumah Quran dilaporkan raib digasak maling. Kejadian itu baru diketahui pada pagi hari ketika air terlihat mengucur deras dari selang hitam berukuran setengah inci.
Di lokasi kejadian, pelaku hanya meninggalkan penutup meteran air, sementara meteran yang dilapisi tembaga dibawa kabur. Aksi pencurian tersebut diduga kuat terjadi pada malam hari, saat lingkungan dalam kondisi sepi.
Direktur Utama Perumda Tirta Dumai Bersemai, Agus Adnan, membenarkan maraknya pencurian meteran air milik pelanggan di sejumlah kelurahan di Kota Dumai.
“Iya, memang benar. Kami sudah menerima banyak laporan terkait pencurian meteran air pelanggan,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Agus menambahkan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Dumai dan sejumlah Polsek agar segera ditindaklanjuti. Namun hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.
“Saya sudah buat laporan ke Polres dan Polsek. Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, tapi pelakunya belum tertangkap,” tegasnya.
Agus juga mengingatkan seluruh karyawan Perumda Tirta Dumai Bersemai agar tidak terlibat dalam praktik pencurian meteran air. Ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan tidak hormat jika terbukti ada oknum internal yang terlibat.
“Kami tidak akan mentolerir. Jika ada karyawan yang terlibat, akan kami pecat secara tidak hormat,” pungkasnya.***(viralnasional)
- Penulis: Redaksi







